
JAKARTA, The Wasesa News – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mempererat tali silaturahmi antara institusi kepolisian dengan elemen masyarakat, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Metro Jaya secara resmi menggelar kunjungan kerja ke markas Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Sangidu Putih Indonesia. Kunjungan yang penuh dengan nuansa kekeluargaan ini berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Sangidu Putih, Jalan Keramat 1, RT 004/RW 010, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (07/05/2026). Kehadiran jajaran Ditbinmas Polda Metro Jaya ini menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan manajemen keamanan partisipatif, di mana Polri tidak bekerja sendirian dalam menjaga marwah Ibu Kota, melainkan merangkul ormas sebagai mitra strategis untuk memastikan Jakarta tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Pertemuan ini juga menjadi ajang bedah program “4 Pilar Jaga Jakarta” yang menjadi pedoman kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan dalam mengawal ketertiban umum.


Kedatangan rombongan Ditbinmas Polda Metro Jaya dalam agenda ini diwakili oleh Paur Binorsosmas Subdit Pokmas, IPTU Sigit Purnomo, SH, yang didampingi oleh AIPDA Roby MSD, SH selaku Bhabinkamtibmas Lubang Buaya dari Polsek Cipayung. Kehadiran utusan Polda Metro Jaya ini disambut hangat langsung oleh jajaran elit Laskar Sangidu Putih, di antaranya Ketua Umum Lamin Sumarlan, SE, Wakil Ketua Umum Izoel Ramos, Sekjen Achmad Daroni, ST, serta Pembina Umum Bapak Munif. Turut hadir pula Ketua DPD DKI Jakarta Bapak Munawir, Ketua DPC Jakarta Selatan Bapak Yaman Ibrahim, dan Ketua DPC Tangerang Kota Bapak Musah, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota militan Laskar Sangidu Putih yang memenuhi area markas besar tersebut. Acara yang berlangsung dengan penuh sukacita ini diawali dengan pembukaan oleh Waketum yang bertindak sebagai pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan penuh semangat dari Ketua Umum dan Sekjen yang menegaskan posisi organisasi sebagai pembela ulama dan penjaga kampung.
Dalam pidato sambutannya yang sangat berkesan, IPTU Sigit Purnomo, SH membawa kabar membanggakan mengenai posisi Jakarta di mata internasional. Beliau mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Global Residence Index 2026 yang baru dirilis pada April tahun ini, Ibu Kota Jakarta berhasil menempati peringkat ke-2 sebagai kota paling aman di Asia Tenggara. Prestasi ini menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura, dan berhasil mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Kuala Lumpur serta Bangkok. Kabar prestasi ini langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dan yel-yel penuh kebanggaan dari seluruh anggota Laskar Sangidu Putih yang hadir. IPTU Sigit menjelaskan bahwa penilaian indeks tersebut mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari rendahnya tingkat kejahatan, minimalisnya risiko keamanan, stabilitas situasi politik, hingga terjaganya ketertiban umum secara menyeluruh. Keberhasilan internasional ini, menurut beliau, bukanlah kerja keras Polri semata, melainkan buah manis dari kolaborasi yang solid antara aparat keamanan dengan seluruh elemen masyarakat yang sadar akan pentingnya suasana kondusif.

Lebih lanjut, IPTU Sigit Purnomo memaparkan secara detail program unggulan Polda Metro Jaya yang menjadi ruh dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib, yaitu konsep “4 Pilar Jaga Jakarta”. Pilar pertama adalah Menjaga Warga, yang menekankan pada perlindungan maksimal dan pelayanan prima kepada setiap warga tanpa pandang bulu. Pilar kedua adalah Menjaga Lingkungan, yang berfokus pada pemeliharaan keamanan serta kebersihan lingkungan secara gotong royong. Pilar ketiga adalah Menjaga Aturan, yang mewajibkan seluruh elemen untuk tegak lurus pada penegakan hukum dan norma-norma sosial yang berlaku. Terakhir, pilar keempat adalah Menjaga Amanah, yang merupakan komitmen moral untuk menjalankan tugas dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Program 4 Pilar ini dirancang agar tercipta sinergi yang otomatis antara kepolisian, pemerintah daerah, dan ormas di DKI Jakarta dalam menangani setiap potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput.
Di hadapan ratusan anggota Laskar Sangidu Putih, IPTU Sigit juga menitipkan pesan penting terkait tantangan di era digital. Beliau mengimbau agar para kader ormas tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan bohong atau hoax yang seringkali sengaja disebarkan di media sosial untuk memecah belah persatuan. Selain itu, kewaspadaan terhadap praktik penipuan online yang marak terjadi belakangan ini juga menjadi poin perhatian serius. Polri berharap anggota ormas dapat menjadi agen literasi digital bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga warga tidak menjadi korban kejahatan siber yang kian canggih modusnya.
Menanggapi kunjungan dan arahan tersebut, Ketua Umum Laskar Sangidu Putih, Lamin Sumarlan, SE, memberikan pernyataan tegas yang mengklarifikasi persepsi publik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Beliau menegaskan bahwa Laskar Sangidu Putih bukanlah organisasi preman atau kelompok yang mengandalkan kekerasan fisik. Sebaliknya, organisasi ini mengedepankan jalur negosiasi daripada emosi dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Lamin Sumarlan juga memberikan jaminan bahwa seluruh anggotanya bebas dari pengaruh narkoba dan minuman keras, karena visi awal pembentukan organisasi adalah untuk “Jaga Kampung dan Jaga Ulama”. Partisipasi aktif Laskar selama ini telah teruji dalam berbagai momentum nasional, yang terbaru adalah peran aktif mereka dalam pengamanan Hari Buruh pada 1 Mei 2026 yang lalu. Bahkan, secara resmi 50 anggota Laskar Sangidu Putih telah terdaftar sebagai anggota “Sabuk Kamtibmas” Polda Metro Jaya, sebuah bukti nyata bahwa mereka adalah mitra resmi kepolisian dalam menjaga keamanan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi doa bersama dan makan siang bareng sebagai simbol keakraban serta ikatan kekeluargaan yang kuat antara Laskar Sangidu Putih dan Polri. Suasana cair terlihat saat para pengurus ormas berdiskusi hangat dengan IPTU Sigit di sela-sela santap bersama. Di akhir agenda, pihak Polda Metro Jaya memberikan kesempatan kepada awak media untuk melakukan sesi tanya jawab seputar implementasi “4 Pilar Jaga Jakarta”. Dengan cerdas dan lugas, IPTU Sigit Purnomo menjawab setiap pertanyaan jurnalis, menegaskan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan publik. Beliau berpesan agar seluruh program Polda Metro Jaya terus dikawal oleh media sebagai bentuk kontrol sosial dan bukti akuntabilitas Polri kepada masyarakat luas. Kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama yang melambangkan satu komando dalam menjaga Jakarta tetap aman, nyaman, dan damai bagi seluruh anak bangsa.




