Pemkab Halmahera Tengah Laksanakan Manasik Haji 2026 Fokus Persiapan Kualitas Jemaah di Tengah Penurunan Kuota. - thewasesanews.com

Optimalkan Kesiapan Spiritual dan Kemandirian Ibadah di Tengah Penyesuaian Kuota Nasional, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Resmi Membuka Pembinaan Manasik Haji Tahun 2026 Guna Menjamin Kelancaran dan Kesempurnaan Rukun Islam Kelima bagi Jemaah Bumi Fagogoru

​"Ilmu manasik adalah peta bagi jemaah haji agar tidak tersesat dalam kerumunan jutaan manusia, namun tetap fokus pada tujuan ibadah kepada Allah SWT." — Dr. La Samida Kurupunda, Staf Ahli Bupati Halteng.

WEDA, The Wasesa News – Penyelenggaraan ibadah haji merupakan mandat konstitusional dan tanggung jawab moral pemerintah dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta perlindungan bagi warga negara yang hendak menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci. Sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan mental, fisik, dan pemahaman tata cara ibadah para jemaah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) secara resmi menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Manasik Haji bagi calon jemaah haji Kabupaten Halmahera Tengah untuk musim haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kegiatan yang bernuansa khidmat tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Bupati Halmahera Tengah. Pelaksanaan manasik ini menjadi momentum krusial bagi para calon jemaah untuk menyerap ilmu dan bimbingan teknis sebelum bertolak ke Baitullah, memastikan bahwa setiap tahapan ibadah yang dilakukan nantinya sesuai dengan tuntunan syariat serta regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

Suasana kegiatan pembukaan pembinaan manasik haji 2026 oleh Staf Ahli Bupati Halteng Dr La Samida Kurupunda di ruang rapat Bupati. - thewasesanews.com

​Hadir mewakili Penjabat Bupati Halmahera Tengah, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. La Samida Kurupunda, yang secara resmi membuka agenda tahunan tersebut. Kehadiran beliau menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah haji asal Halmahera Tengah. Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Halmahera Tengah, Drs. H. Nurkholis Abubakar, MH., serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama. Kehadiran para pemangku kepentingan di sektor keagamaan ini menjadi bukti kuatnya sinergitas antara pemerintah daerah dan instansi vertikal dalam mengawal perjalanan suci masyarakat Halteng. Ruang rapat Bupati yang menjadi lokasi acara tampak dipenuhi oleh para jemaah yang dengan antusias mendengarkan setiap arahan, menyadari bahwa manasik adalah bekal paling utama bagi mereka yang telah terpilih secara administrasi dan takdir untuk berangkat ke tanah suci tahun ini.

​Ketua Panitia Pelaksana, Yusuf Hasan, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa penyelenggaraan manasik haji tingkat kabupaten ini disusun berdasarkan landasan hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh regulasi daerah melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang menjamin ketersediaan anggaran untuk pembinaan jemaah. Secara spesifik, operasional kegiatan ini merujuk pada Surat Keputusan Bupati Halmahera Tengah Nomor 400/Kep/210/2026 tentang Pembentukan Panitia Teknis dan Narasumber Pembinaan Manasik Haji. Yusuf Hasan menegaskan bahwa kepanitiaan telah bekerja maksimal untuk mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya agar para jemaah mendapatkan bimbingan yang komprehensif, mulai dari urusan fikih ibadah hingga teknis kesehatan dan keamanan selama di Arab Saudi.

Simak berita: Mengenai laporan kegiatan kesejahteraan rakyat Kabupaten Halmahera Tengah, info update kuota haji Maluku Utara, dan jadwal keberangkatan jemaah haji 2026 lainnya melalui portal The Wasesa News

​Namun, di balik semangat persiapan yang tinggi, terdapat realitas angka yang menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Penurunan kuota haji secara nasional berdampak signifikan hingga ke tingkat daerah di Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan data sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (SISKOHAT), kuota haji reguler untuk Provinsi Maluku Utara pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 785 jemaah. Angka ini mengalami penurunan yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.076 jemaah. Distribusi kuota tersebut dibagi secara proporsional ke sepuluh kabupaten/kota di Maluku Utara. Untuk Kabupaten Halmahera Tengah sendiri, pada tahun 2026 ini hanya mendapatkan alokasi kuota sebanyak 12 orang jemaah haji. Kondisi ini dipahami sebagai dampak dari kebijakan pembatasan kuota secara global dan penyesuaian daftar tunggu, namun Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berkomitmen bahwa meski jumlah jemaah tahun ini sedikit, perhatian dan kualitas pembinaan justru harus ditingkatkan secara maksimal agar 12 jemaah terpilih ini benar-benar menjadi haji yang mabrur dan mandiri.

Suasana kegiatan pembukaan pembinaan manasik haji 2026 oleh Staf Ahli Bupati Halteng Dr La Samida Kurupunda di ruang rapat Bupati. - thewasesanews.com

​Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Halteng, dalam pandangannya menekankan bahwa pada prinsipnya pembekalan manasik haji ini dimaksudkan agar para calon jemaah haji memiliki pemahaman yang utuh mengenai proses perjalanan panjang yang akan ditempuh. Dengan jadwal yang telah diatur sedemikian rupa, jemaah diharapkan dapat berpedoman teguh pada semua perintah Allah SWT serta anjuran-anjuran teknis yang diberikan oleh para pendamping. Pemkab Halteng menginginkan agar jemaah tidak merasa bingung saat berada di Makkah maupun Madinah nantinya. Pemahaman akan rukun, wajib, dan sunnah haji harus benar-benar meresap dalam dada setiap jemaah agar pelaksanaan ibadah di tanah suci tidak terkendala oleh kekeliruan teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak dini melalui manasik di daerah asal.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Halmahera Tengah, Drs. H. Nurkholis Abubakar, MH., memberikan catatan sejarah baru dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik haji pada pagi hari ini merupakan babak baru sekaligus simbol dimulainya kesuksesan pelaksanaan haji tahun 2026 di Halmahera Tengah. Menariknya, manasik kali ini merupakan manasik perdana yang dilaksanakan secara mandiri oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Halmahera Tengah. Nurkholis menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, koordinasi manasik berada di bawah naungan Kementerian Agama secara langsung, namun dengan adanya nomenklatur dan penguatan kelembagaan yang baru, Kantor Kementerian Haji dan Umrah kini memegang peran sentral dalam memastikan manajemen perjalanan ibadah masyarakat menjadi lebih fokus dan spesifik.

​”Manasik haji adalah salah satu tahapan paling krusial dalam rangkaian perjalanan ibadah. Tanpa persiapan ilmu yang cukup, jemaah akan kesulitan dalam menjalankan setiap detail prosesi di lapangan yang sangat padat dan menguras energi. Sebagai Kepala Kantor, saya sangat mengharapkan bapak dan ibu jemaah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembinaan ini dari awal hingga akhir dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan waktu manasik ini untuk bertanya sedetail mungkin kepada narasumber mengenai keraguan-keraguan yang muncul di pikiran bapak dan ibu. Kami ingin jemaah Halmahera Tengah berangkat dengan penuh keyakinan dan pulang dengan predikat haji yang mabrur,” ungkap Drs. H. Nurkholis Abubakar di hadapan para jemaah.

​Selama pelaksanaan manasik, para calon jemaah diberikan materi simulasi mulai dari tata cara menggunakan pakaian ihram bagi pria, niat haji dan umrah, tata cara tawaf, sai, hingga prosesi wukuf di Arafah. Penekanan juga diberikan pada aspek kesehatan, mengingat suhu udara di Arab Saudi yang seringkali sangat ekstrem bagi jemaah asal Indonesia. Tim medis yang dilibatkan dalam panitia memberikan tips menjaga kebugaran tubuh agar jemaah tetap fit hingga puncak ibadah haji selesai. Meskipun kuota Halteng tahun ini hanya berjumlah 12 orang, perlakuan yang diberikan oleh pemerintah daerah tetap istimewa, mulai dari fasilitas ruang rapat yang nyaman hingga pemberian buku panduan manasik yang lengkap sebagai pegangan pribadi jemaah.

​Dr. La Samida Kurupunda, dalam arahannya sebelum menutup sesi pembukaan, juga menitipkan pesan kepada 12 calon jemaah haji Halmahera Tengah agar senantiasa menjaga kesehatan fisik dan kesucian niat. Beliau menekankan bahwa menjadi tamu Allah adalah sebuah kemuliaan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya meski memiliki kemampuan finansial. Oleh karena itu, jemaah diminta untuk menjaga kekompakan sebagai satu rombongan kecil dari Halmahera Tengah dan saling membantu satu sama lain selama di tanah suci. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mendoakan agar seluruh tahapan keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan nanti berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

​Kegiatan pembinaan manasik haji ini direncanakan berlangsung secara intensif selama beberapa hari ke depan dengan melibatkan narasumber ahli fikih haji dan praktisi perjalanan ibadah. Dengan pembekalan yang matang ini, diharapkan keduabelas jemaah asal Halmahera Tengah dapat menjadi duta bangsa yang baik di tanah suci, mencerminkan budi pekerti masyarakat Maluku Utara yang santun dan religius. Program manasik ini juga menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah tidak pernah abai terhadap urusan keumatan, sekalipun kuota keberangkatan sedang mengalami fluktuasi secara nasional. Persiapan yang dilakukan hari ini adalah investasi spiritual bagi ketenangan jemaah dalam beribadah esok hari.

Tomi Umarama
Tomi Umarama
Articles: 45

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!