ERAGAYAM PAPUA PEGUNUNGAN, The Wasesa News – Di tengah tantangan geografis yang ekstrem di wilayah pegunungan Papua, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 521/DY kembali menunjukkan peran aktifnya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal melalui program ketahanan pangan. Pada Rabu (29/04/2026), para prajurit yang dikenal dengan julukan “Macan Kumbang” ini menggelar aksi nyata berupa pembagian bibit pertanian kepada warga di Distrik Eragayam, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat perbatasan, sekaligus menjadi motor penggerak bagi warga agar mampu memanfaatkan potensi lahan subur yang tersedia guna mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari secara mandiri.


Distribusi bibit tanaman ini dipusatkan di titik-titik permukiman warga dan lahan-lahan pertanian yang dikelola secara komunal oleh penduduk setempat. Berbagai jenis bibit tanaman pangan pilihan yang dibagikan meliputi aneka sayur-sayuran, umbi-umbian, serta tanaman pangan pendukung lainnya yang telah disesuaikan dengan karakteristik tanah dan iklim di wilayah Eragayam. Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satgas Yonif 521/DY dalam membangun fondasi ekonomi keluarga di pedalaman Papua yang selama ini sering terkendala oleh akses distribusi logistik yang cukup sulit dari pusat perkotaan.
Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua membawa misi ganda, yakni menjaga kedaulatan keamanan wilayah perbatasan dan menjadi solusi bagi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan aspek krusial yang harus diperkuat agar masyarakat di daerah terpencil tidak melulu bergantung pada pasokan luar yang harganya sering kali fluktuatif. Dengan mendorong semangat bercocok tanam yang lebih modern dan terorganisir, diharapkan ketersediaan gizi bagi keluarga-keluarga di Distrik Eragayam dapat terjamin dengan baik dan berkelanjutan.

”Kami menyadari bahwa kondisi geografis di Papua Pegunungan ini memiliki tantangan tersendiri bagi para petani lokal. Oleh karena itu, melalui pembagian bibit ini, kami berharap masyarakat dapat lebih termotivasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur yang ada di sekitar rumah mereka. Hasil pertanian yang melimpah nantinya tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi warga apabila dikelola dengan serius. Intinya, kami ingin masyarakat mandiri dan kebutuhan pangan mereka selalu tercukupi secara berdaulat,” ujar Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata dalam keterangan resminya terkait pelaksanaan program tersebut.
Aksi kepedulian ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Distrik Eragayam yang sebagian besar memang menggantungkan hidup pada sektor agraris tradisional. Salah seorang tokoh warga, Bapak Asoka (47), mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian yang konsisten diberikan oleh para Prajurit Macan Kumbang. Baginya, bantuan bibit pertanian ini sangat berarti karena sulitnya mendapatkan benih berkualitas di wilayah pedalaman. Ia mengakui bahwa kehadiran Satgas Yonif 521/DY telah memberikan warna baru bagi kehidupan sosial mereka, di mana TNI tidak lagi hanya dipandang sebagai penjaga keamanan, tetapi sudah dianggap sebagai keluarga yang sangat mengerti kebutuhan harian rakyat.

”Terima kasih banyak Bapak-bapak tentara dari Yonif 521. Bantuan bibit ini sangat kami butuhkan untuk mulai menanam kembali di ladang-ladang kami. Kami sangat senang karena TNI tidak hanya menjaga kami, tapi juga peduli dengan apa yang kami makan. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, agar ke depan kehidupan warga di Eragayam bisa lebih sejahtera dan anak-anak kami mendapatkan makanan yang sehat dari hasil tanah sendiri,” tutur Bapak Asoka dengan nada penuh rasa syukur.
Menariknya, Satgas Yonif 521/DY tidak hanya berhenti pada tahap pembagian bibit saja. Di lapangan, para prajurit yang telah dibekali keterampilan pertanian juga memberikan edukasi sederhana serta pendampingan teknis kepada warga mengenai tata cara penanaman yang baik, pemupukan organik, hingga metode perawatan tanaman agar terhindar dari serangan hama. Edukasi ini dipandang penting agar bibit yang telah diberikan tidak terbuang percuma, melainkan dapat tumbuh maksimal hingga masa panen tiba. Pendekatan interaktif ini sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dan Rakyat melalui interaksi sosial yang hangat di sela-sela aktivitas bercocok tanam di ladang.

Melalui program ketahanan pangan yang komprehensif ini, Satgas Yonif 521/DY secara konsisten menunjukkan bahwa loyalitas TNI kepada bangsa dan negara juga diwujudkan melalui pengabdian tulus di sektor-sektor strategis kemasyarakatan. Prajurit Macan Kumbang berkomitmen untuk terus mengawal setiap jengkal kemajuan di Papua Pegunungan, mulai dari aspek keamanan, pendidikan, hingga kemandirian ekonomi. Dengan terjaminnya ketahanan pangan di tingkat distrik, stabilitas sosial dan keamanan di wilayah perbatasan pun diharapkan akan semakin kokoh, seiring dengan meningkatnya rasa percaya diri masyarakat lokal untuk membangun masa depan yang lebih cerah di atas tanah leluhur mereka sendiri.





