Personel Yonif 123 Rajawali bersama anak-anak SD dan warga Kampung Sahapikya sedang membersihkan area pelabuhan dari sampah plastik dan genangan air.

Yonif 123 Rajawali Perkuat Kemanunggalan di Distrik Venaha Melalui Aksi Gotong Royong dan Edukasi Kebersihan Lingkungan di Pelabuhan Sahapikya Guna Memutus Mata Rantai Penyakit

Memperkuat kemanunggalan di tanah Papua, Yonif 123 Rajawali menginisiasi aksi gotong royong berskala besar di Pelabuhan Sahapikya, Distrik Venaha. Kegiatan ini mengombinasikan kebersihan lingkungan dengan edukasi dini bagi siswa sekolah dasar guna mencegah wabah penyakit akibat sarang nyamuk.

VENAHA, The Wasesa News – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG dari Batalyon Infanteri 123/Rajawali, yang secara resmi dikenal sebagai Yonif 123 Rajawali, kembali membuktikan dedikasi luar biasanya dalam menjaga stabilitas kesehatan dan kebersihan lingkungan di wilayah perbatasan Papua melalui aksi karya bakti yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Personel dari Pos Venaha yang dipimpin langsung oleh Letda Inf Ahmad Badri menggelar kegiatan gotong royong massal di area Pelabuhan Kampung Sahapikya, Distrik Venaha, pada Selasa (07/04/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata TNI dalam memitigasi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah, yang sering kali mengancam warga di wilayah pesisir dan pelabuhan. Dengan melibatkan puluhan warga setempat serta kelompok siswa Sekolah Dasar (SD), kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik area pelabuhan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pentingnya menjaga sanitasi lingkungan sejak usia dini demi mewujudkan generasi Papua yang lebih sehat dan tangguh di masa depan.

Personel Yonif 123 Rajawali bersama anak-anak SD dan warga Kampung Sahapikya sedang membersihkan area pelabuhan dari sampah plastik dan genangan air. - thewasesanews.com

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut memperlihatkan pemandangan yang sangat harmonis, di mana para prajurit Yonif 123 Rajawali membaur tanpa sekat dengan anak-anak sekolah yang tampak antusias membawa sapu dan kantong sampah. Pelabuhan Sahapikya, sebagai salah satu urat nadi transportasi dan ekonomi bagi warga Distrik Venaha, menjadi fokus utama karena intensitas aktivitas manusia yang tinggi di lokasi tersebut sering kali berbanding lurus dengan tumpukan sampah plastik dan genangan air yang terabaikan. Letda Inf Ahmad Badri menekankan bahwa kebersihan pelabuhan adalah cermin dari kedisiplinan masyarakat dalam menjaga pintu masuk wilayahnya. Melalui aksi menyapu, mengumpulkan limbah anorganik, hingga menguras genangan air di sekitar fasilitas pelabuhan, para personel TNI ingin memberikan contoh konkret bahwa lingkungan yang asri adalah investasi kesehatan jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi bagi keberlangsungan hidup masyarakat di perbatasan.

​Pengerahan personel dalam karya bakti ini merupakan implementasi dari visi besar Batalyon untuk selalu hadir sebagai solusi bagi setiap kesulitan rakyat di sekelilingnya. Selama proses pembersihan, para prajurit secara aktif memberikan penjelasan sederhana kepada anak-anak SD mengenai siklus hidup nyamuk dan bahaya sampah plastik bagi ekosistem perairan. Edukasi lapangan seperti ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas, karena siswa dapat melihat langsung titik-titik mana saja yang berpotensi menjadi sarang penyakit jika dibiarkan kotor. Dengan menyentuh aspek pendidikan dasar, Yonif 123 Rajawali berharap dapat menciptakan kader-kader penggerak kebersihan di lingkungan keluarga masing-masing, sehingga budaya hidup sehat dapat mengakar kuat di Kampung Sahapikya tanpa harus bergantung pada instruksi formal dari pemerintah setiap saat.

Personel Yonif 123 Rajawali bersama anak-anak SD dan warga Kampung Sahapikya sedang membersihkan area pelabuhan dari sampah plastik dan genangan air. - thewasesanews.com

​Yonif 123 Rajawali Fokus Jalankan Program Sanitasi Terintegrasi Guna Memastikan Kesehatan Warga Venaha Terjamin dari Wabah Penyakit

​Dinamika pembangunan di wilayah perbatasan Papua memang memerlukan pendekatan yang komprehensif, di mana keamanan dan kesehatan harus berjalan beriringan. Letda Inf Ahmad Badri dalam keterangannya di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa karya bakti ini adalah bentuk tanggung jawab moral TNI terhadap kualitas hidup warga binaannya. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan wilayah. Jika masyarakatnya sehat, maka produktivitas ekonomi di sektor perikanan dan perdagangan di Pelabuhan Sahapikya akan meningkat dengan sendirinya. Oleh karena itu, Yonif 123 Rajawali secara konsisten melakukan pemetaan wilayah mana saja di Distrik Venaha yang memerlukan perhatian khusus dalam hal penataan sanitasi, sehingga intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan orang banyak.

Personel Yonif 123 Rajawali bersama anak-anak SD dan warga Kampung Sahapikya sedang membersihkan area pelabuhan dari sampah plastik dan genangan air. - thewasesanews.com

​Apresiasi yang tinggi juga datang dari para tokoh masyarakat dan orang tua siswa di Kampung Sahapikya yang melihat perubahan positif sejak kehadiran Satgas di wilayah mereka. Warga merasa sangat terbantu dengan adanya inisiasi pembersihan pelabuhan ini, mengingat keterbatasan alat dan manajemen sampah yang ada di distrik tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat bukan sekadar slogan, melainkan sebuah aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat bawah. Dengan bersihnya Pelabuhan Sahapikya, risiko anak-anak terkena gigitan nyamuk saat bermain di area tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Kebersamaan yang terjalin saat mengangkat sampah dan membersihkan drainase juga menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan antara prajurit dan warga setempat.

​Selain aspek kesehatan, kegiatan yang dilakukan oleh Yonif 123 Rajawali ini memiliki dimensi psikologis yang kuat bagi anak-anak di Distrik Venaha. Kehadiran prajurit TNI yang ramah dan mengedukasi membantu mengubah persepsi generasi muda terhadap aparat keamanan, membangun rasa bangga terhadap tanah air, serta menumbuhkan jiwa patriotisme sejak dini. Para siswa diajarkan bahwa mencintai negara bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan fasilitas umum. Pengalaman bergotong royong bersama “Kaka Tentara” ini diprediksi akan menjadi kenangan indah yang memotivasi mereka untuk terus berkontribusi bagi kemajuan kampung halamannya di masa depan, sekaligus memperkuat benteng pertahanan sosial di wilayah perbatasan dari berbagai pengaruh negatif.

Personel Yonif 123 Rajawali bersama anak-anak SD dan warga Kampung Sahapikya sedang membersihkan area pelabuhan dari sampah plastik dan genangan air. - thewasesanews.com

​Keberhasilan aksi gotong royong ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi perangkat desa dan distrik untuk mengaktifkan kembali program Jumat Bersih atau kegiatan serupa secara mandiri. Yonif 123 Rajawali berkomitmen untuk tetap memberikan pendampingan dan dukungan tenaga dalam setiap inisiatif warga yang bertujuan untuk kepentingan umum. Satgas menyadari bahwa tantangan di Papua, khususnya di wilayah terpencil seperti Venaha, memerlukan kerja keras dan konsistensi yang tinggi. Melalui pembersihan pelabuhan ini, diharapkan tidak ada lagi wadah-wadah kosong atau ban bekas yang menampung air hujan yang menjadi tempat favorit nyamuk Anopheles maupun Aedes aegypti untuk berkembang biak, sehingga angka kasus penyakit menular dapat menurun secara drastis dalam beberapa bulan ke depan.

​Sebagai penutup, Letda Inf Ahmad Badri mewakili seluruh jajaran Pos Venaha mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat Sahapikya dalam menyukseskan karya bakti ini. Ia mengingatkan bahwa pelabuhan adalah wajah dari sebuah kampung, dan menjaga wajah tersebut agar tetap bersih adalah tugas mulia setiap warga negara. Setiap sampah yang dipungut hari ini adalah langkah kecil menuju Papua yang lebih bersih, sehat, dan bermartabat. Dengan semangat “Rajawali”, para prajurit akan terus terbang tinggi dalam menjalankan tugas pengamanan sekaligus merajut kasih sayang di bumi Cenderawasih melalui program-program teritorial yang menyentuh hati rakyat. Sinergi yang kokoh antara TNI, masyarakat, dan generasi muda di Venaha adalah modal utama dalam menjaga kedaulatan serta memajukan peradaban di ufuk timur Indonesia.

​Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123 Rajawali

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!