
TAPANULI SELATAN, THE WASESA NEWS – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok kembali dibuktikan melalui proyek strategis di Kabupaten Tapanuli Selatan. Personel Babinsa Koramil 19/Siais Kodim 0212/TS bersinergi dengan prajurit Yonif TP 901/Suhul Gading serta ahli konstruksi dari Yonzipur 1/DD mulai melaksanakan pembangunan jembatan modular di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, pada Jumat (01/05/2026). Langkah nyata ini diambil sebagai respons cepat untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara.


Urgensi pembangunan jembatan ini dipicu oleh kerusakan parah pada infrastruktur lama yang berbahan beton setelah diterjang bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Kondisi jembatan yang patah total memaksa warga sekitar membuat jembatan darurat dari kayu secara swadaya agar tetap bisa melintas. Namun, jembatan kayu tersebut dinilai sangat berisiko dan memiliki kapasitas terbatas, sehingga tidak memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang. Kehadiran jembatan modular dengan konstruksi modern ini diproyeksikan menjadi solusi permanen yang akan menghubungkan secara langsung Desa Bandar Tarutung di Kecamatan Angkola Sangkunur dengan Desa Hapesong di Kecamatan Batang Toru.
Infrastruktur vital sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan daerah yang diprakarsai oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Proyek ini tidak hanya sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga membawa misi penguatan konektivitas antarwilayah yang selama ini terisolasi akibat kendala geografis dan bencana. Hingga saat ini, progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 5 persen. Tahapan awal yang sedang dikebut oleh personel gabungan TNI bersama masyarakat meliputi pembersihan area site, penggalian struktur pondasi, perakitan besi tulangan, hingga pemasangan mal untuk proses pengecoran utama.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy S.I.P., menegaskan bahwa keterlibatan berbagai satuan TNI dalam proyek ini adalah bentuk pengabdian tanpa batas untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kerakyatan. Dengan melibatkan Yonzipur 1/DD sebagai satuan teknis konstruksi dan Yonif TP 901 sebagai pendukung teritorial, pengerjaan diharapkan dapat berjalan sesuai target waktu yang ditentukan. “Kami berharap kehadiran jembatan modular ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan, memperlancar akses logistik, serta memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat di wilayah Tapanuli Selatan,” jelas Kolonel Inf Sandy.
Pembangunan yang dilakukan dengan sistem gotong royong ini mendapat apresiasi tinggi dari warga Desa Bandar Tarutung. Mereka terlibat aktif membantu para prajurit di lapangan, menciptakan suasana kebersamaan yang kental di lokasi proyek. Selesainya jembatan ini nantinya diprediksi akan memangkas waktu tempuh antar-kecamatan dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat, terutama dalam pendistribusian hasil pertanian. Sinergi lintas sektoral ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketahanan wilayah dan pemerataan kesejahteraan di pelosok negeri.
Autentikasi : Pendam 1/BB







