Satgas Yonif 643 Wns Tanam Jagung di Keerom Guna Perkuat Ketahanan Pangan. - thewasesanews.com

Wujudkan Swasembada Pangan di Tapal Batas Timur Indonesia, Satgas Yonif 643 Wns Tanam Jagung di Kabupaten Keerom Sebagai Langkah Nyata Mendukung Program Strategis Presiden Prabowo Subianto

​"Kedaulatan pangan adalah kunci kekuatan bangsa. TNI di perbatasan tidak hanya menjaga tanah air dengan senjata, tapi juga dengan benih yang kami tanam bersama rakyat." — Letkol Inf Adhi Sumarno, Dansatgas Yonif 643/Wns.

KEEROM, The Wasesa News – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengawal kedaulatan negara tidak hanya terbatas pada aspek keamanan fisik, tetapi juga merambah pada kedaulatan pangan yang menjadi pilar stabilitas nasional. Menyadari pentingnya kemandirian pangan di wilayah perbatasan, personil Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 643/Wanara Sakti (Wns) mengambil langkah konkret yang menyentuh langsung sektor pertanian.

Personil Satgas Yonif 643 Wns bersama masyarakat dan BPP Keerom melakukan penanaman jagung swadaya di Distrik Mannem guna dukung ketahanan pangan. - thewasedanews.com

Pada Rabu, 15 April 2026, suasana di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, tampak begitu bersemangat dengan adanya aktivitas kolektif para prajurit bersama warga. Langkah Satgas Yonif 643 Wns Tanam Jagung di atas lahan produktif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang tengah diakselerasi di seluruh penjuru negeri. Kegiatan ini menjadi potret kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mengelola potensi alam Papua demi kesejahteraan masyarakat lokal.

​Pelaksanaan penanaman jagung ini digerakkan melalui Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Yonif 643/Wns dengan memanfaatkan lahan produktif seluas kurang lebih 2,5 (dua setengah) hektare. Pemilihan komoditas jagung dinilai sangat strategis mengingat tanaman ini memiliki daya adaptasi yang baik dengan iklim di Kabupaten Keerom serta memiliki nilai ekonomis dan nutrisi yang tinggi sebagai alternatif pangan pokok. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danpos Kotis, Kapten Inf Syarif Hasibuan, ini tidak hanya melibatkan internal TNI, tetapi juga menjadi ajang sinergi lintas sektoral yang apik. Kehadiran Bapak Robertus Penaf selaku Koordinator Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Keerom beserta delapan anggotanya memberikan bobot teknis pada kegiatan ini, memastikan bahwa proses penanaman dilakukan sesuai dengan kaidah agronomi yang benar agar hasil panen nantinya dapat maksimal.

Personil Satgas Yonif 643 Wns bersama masyarakat dan BPP Keerom melakukan penanaman jagung swadaya di Distrik Mannem guna dukung ketahanan pangan. - thewasesanews.com

​Keikutsertaan sekitar 15 orang masyarakat Kampung Wonorejo dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa program yang diinisiasi oleh Yonif 643/Wns mendapatkan sambutan hangat dan kepercayaan penuh dari warga setempat. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi bahu-membahu bersama prajurit membuka lahan dan menanam benih jagung ke dalam tanah Papua yang subur. Hal yang patut diapresiasi adalah fakta bahwa seluruh proses penanaman jagung ini dilakukan secara swadaya oleh Satgas Yonif 643/Wns. Inisiatif swadaya ini membuktikan bahwa peran serta personil Satgas di perbatasan Papua mampu menjadi solusi praktis di tengah tantangan distribusi logistik dan keterbatasan sarana. TNI hadir sebagai motor penggerak yang mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menciptakan ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

​Dansatgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa aksi yang berlangsung di Distrik Mannem ini hanyalah bagian dari gerakan yang lebih besar. Penanaman bibit jagung secara swadaya ini dilakukan secara serentak di seluruh pos jajaran Satgas Yonif 643/Wns yang tersebar di wilayah perbatasan. Strategi penanaman serentak ini bertujuan agar nantinya dapat dilakukan panen raya secara bersamaan, sehingga dampak ekonomi dan ketersediaan stok pangan dapat dirasakan secara signifikan oleh masyarakat luas di perbatasan RI-PNG. Letkol Inf Adhi Sumarno menekankan bahwa upaya ini adalah manifestasi dari instruksi pimpinan TNI untuk selalu hadir memberikan solusi bagi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Personil Satgas Yonif 643 Wns bersama masyarakat dan BPP Keerom melakukan penanaman jagung swadaya di Distrik Mannem guna dukung ketahanan pangan. - thewasesanews.com

​Lebih lanjut, Dansatgas menegaskan bahwa langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi besar yang digaungkan oleh Pemerintah Pusat. Upaya yang telah dilakukan oleh Satgas Yonif 643/Wns tersebut merupakan implementasi nyata dari program swasembada pangan yang menjadi prioritas utama Bapak H. Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia. “Terlihat jelas adanya kemanunggalan antara TNI bersama rakyat di lapangan. Dan upaya yang telah dilakukan oleh Satgas Yonif 643/Wns tersebut merupakan bentuk ketahanan pangan yang secara tidak langsung nyata-nyata mendukung Program Swasembada Pangan yang digaungkan oleh Bapak H. Prabowo Subianto. Kami ingin memastikan bahwa di perbatasan pun, rakyat tidak hanya aman secara fisik, tapi juga berdaulat secara pangan,” tegas Letkol Inf Adhi Sumarno dengan penuh kewibawaan.

​Kabupaten Keerom sendiri dikenal memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas namun sering kali belum tergarap secara optimal karena keterbatasan tenaga kerja dan modal. Kehadiran Satgas Yonif 643/Wns dengan semangat swadayanya seolah memecah kebuntuan tersebut. Para prajurit Wanara Sakti tidak canggung untuk turun ke lumpur dan memegang cangkul, menunjukkan bahwa pengabdian kepada negara dapat diwujudkan melalui tetesan keringat di lahan pertanian. Edukasi yang diberikan oleh pihak BPP Keerom selama kegiatan berlangsung juga menjadi modal berharga bagi masyarakat agar ke depannya mereka mampu mengelola lahan jagung secara mandiri dengan teknik pertanian yang lebih modern dan produktif.

​Program ketahanan pangan di wilayah konflik atau wilayah perbatasan sering kali menjadi instrumen perdamaian dan stabilitas yang efektif. Ketika kebutuhan perut terpenuhi dan kesejahteraan meningkat melalui sektor pertanian, maka potensi gesekan sosial dapat diredam. Penanaman jagung ini juga diharapkan mampu menekan ketergantungan masyarakat perbatasan terhadap pasokan pangan dari luar daerah yang harganya sering kali fluktuatif akibat biaya transportasi yang mahal. Dengan tersedianya jagung di tingkat kampung, masyarakat memiliki cadangan pangan yang kuat sekaligus peluang usaha mikro melalui penjualan hasil panen ke pasar-pasar lokal di Kaimana maupun wilayah Papua lainnya.

​Sinergitas antara TNI, BPP, dan masyarakat ini diharapkan menjadi role model bagi satuan tugas lainnya di wilayah perbatasan seluruh Indonesia. Kemanunggalan TNI-Rakyat yang tercipta di Kampung Wonorejo bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang dibangun di atas tanah garapan. Para prajurit Yonif 643/Wns membuktikan bahwa tugas mereka tidak hanya berpatroli menjaga patok batas negara, tetapi juga menjaga “perut” bangsa agar tidak lapar. Semangat swasembada yang dibawa oleh Presiden Prabowo Subianto benar-benar diterjemahkan secara konkret oleh para ksatria Wanara Sakti di ujung timur nusantara.

​Harapan besar kini disematkan pada ribuan bibit jagung yang telah tertanam. Jika cuaca dan pemeliharaan berjalan dengan baik, panen raya dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi bukti bahwa Papua adalah tanah yang diberkati dengan kesuburan luar biasa jika dikelola dengan hati dan kerja keras. Satgas Yonif 643/Wns berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada para petani di Kampung Wonorejo hingga masa panen tiba, bahkan membantu dalam proses pasca-panen jika diperlukan. Kontribusi nyata ini adalah janji setia TNI untuk selalu berada di garis terdepan dalam setiap upaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui asupan pangan yang bergizi dan tercukupi.

​Kegiatan yang berakhir dengan diskusi santai di pinggir lahan tersebut menyisakan optimisme besar. Keerom kini tidak hanya dikenal sebagai wilayah perbatasan yang sunyi, tetapi juga mulai berdenyut sebagai lumbung pangan baru di Papua. Dengan semangat pantang menyerah, Satgas Yonif 643/Wns terus melangkah, menanam harapan di setiap jengkal tanah perbatasan, demi Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat. Ketahanan pangan adalah pertahanan negara yang sesungguhnya, dan Wanara Sakti telah mengambil posisi terdepan untuk menjaga benteng tersebut.

​Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 643 Wanara Sakti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!