Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Desa Bela Rakyat, Langkat. - thewasesanews.com

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa Resmikan Ground Breaking Jembatan Perintis di Kabupaten Langkat Sebagai Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Akselerasi Pembangunan Desa

Mempercepat pemerataan infrastruktur di Sumatera Utara, Kodam I/Bukit Barisan memulai pembangunan jembatan perintis di Kabupaten Langkat. Pangdam Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pelosok.

LANGKAT, The Wasesa News – Jajaran Kodam I/Bukit Barisan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan Sumatera Utara guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan kesejahteraan masyarakat. Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, secara resmi menghadiri sekaligus memimpin kegiatan ground breaking pembangunan jembatan perintis yang berlokasi di Desa Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, pada Senin (06/04/2026). Langkah nyata ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TNI untuk hadir di tengah kesulitan rakyat, memberikan solusi atas keterbatasan aksesibilitas yang selama ini menjadi hambatan bagi mobilitas ekonomi dan sosial warga setempat. Kehadiran jenderal bintang dua tersebut di lokasi pembangunan menegaskan bahwa sinergi antara militer dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Desa Bela Rakyat, Langkat. - thewasesnews.com

​Kegiatan seremonial ini diawali dengan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, yang mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat. Dalam pernyataannya, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kontribusi signifikan yang terus diberikan oleh TNI, khususnya Kodam I/Bukit Barisan, dalam mendukung program-program pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Kehadiran jembatan ini dinilai sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat akan akses transportasi yang lebih aman dan efisien, mengingat wilayah Desa Bela Rakyat memiliki tantangan geografis yang memerlukan jembatan penghubung permanen guna memperlancar arus orang dan barang. Kerjasama yang erat ini dipandang sebagai model ideal kolaborasi lintas sektoral demi kepentingan publik yang lebih luas.

​Dalam arahannya di lokasi ground breaking, Pangdam I/Bukit Barisan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di wilayah Sumatera Utara merupakan manifestasi nyata dari program strategis pemerintah pusat dalam rangka pemerataan pembangunan nasional dari pinggiran. Dari total rencana pembangunan 320 jembatan yang dipetakan sebagai prioritas nasional, sebanyak 144 jembatan telah berhasil diselesaikan dengan baik, mencakup berbagai jenis konstruksi mulai dari jembatan Bailey, jembatan Aramco, hingga jembatan gantung yang sangat fleksibel untuk wilayah pelosok. Penegasan ini memberikan gambaran bahwa Kodam I/Bukit Barisan tidak hanya fokus pada aspek pertahanan, tetapi juga terlibat aktif sebagai motor penggerak pembangunan di daerah tertinggal guna mempersempit ketimpangan infrastruktur.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Desa Bela Rakyat, Langkat. - thewasesanews.com

​Kodam I/Bukit Barisan Fokus Memperkuat Konektivitas Desa Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

​Jembatan gantung yang mulai dibangun di Kabupaten Langkat ini dirancang dengan spesifikasi panjang mencapai 40 meter dan lebar 1,5 meter. Fungsi utamanya adalah menjadi urat nadi penghubung yang krusial antara Lingkungan VII Basuki dengan Lingkungan VIII Undian. Pengerjaan jembatan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel dari Kodim 0203/Langkat bersama-sama dengan masyarakat setempat, yang mencerminkan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat yang tak tergoyahkan. Pangdam berharap jembatan ini nantinya tidak hanya mempermudah akses anak-anak menuju sekolah atau warga ke pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menurunkan biaya logistik bagi petani yang hendak memasarkan hasil buminya ke pasar-pasar terdekat.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Desa Bela Rakyat, Langkat. - thewasasenews.com

​Rangkaian kegiatan di Desa Bela Rakyat ini berlangsung sangat dinamis, di mana Pangdam I/Bukit Barisan juga menyempatkan diri untuk berinteraksi secara virtual melalui video conference dengan jajaran Kodim dan Forkopimda di wilayah lain guna memantau perkembangan program serupa. Setelah prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya konstruksi, Mayjen TNI Hendy Antariksa juga menyerahkan secara simbolis 200 bibit pohon durian kepada warga. Pemberian bibit unggul ini dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi jangka panjang berbasis lingkungan. Selain itu, pemberian bantuan paket sembako juga dilakukan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu, yang diikuti dengan dialog interaktif guna menyerap langsung aspirasi dan keluhan warga di pedalaman Langkat.

​Kehadiran jajaran pejabat utama di lokasi menunjukkan betapa pentingnya proyek infrastruktur ini bagi Kodam I/Bukit Barisan. Turut mendampingi Pangdam dalam kegiatan tersebut antara lain Irdam I/BB, Danrem 022/PT, para Asisten Kasdam I/BB, serta para Kabalakdam I/BB. Sinergi di lapangan juga diperkuat dengan kehadiran Dandim 0203/Langkat, Kapolres Langkat, Danyon 100/PS, serta unsur Forkopimda Kabupaten Langkat lainnya. Kehadiran lengkap jajaran pengambil kebijakan ini memastikan bahwa proses pembangunan jembatan akan mendapatkan pengawasan ketat baik dari sisi kualitas teknis maupun ketepatan waktu penyelesaian, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas tanpa kendala yang berarti.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Desa Bela Rakyat, Langkat. - thewasesanews.com

​Mayjen TNI Hendy Antariksa dalam dialognya bersama warga menekankan bahwa setiap prajurit Kodam I/Bukit Barisan harus menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Pembangunan jembatan perintis ini adalah salah satu bentuk implementasi dari perintah harian Kasad, di mana TNI harus selalu hadir sebagai solusi. Pangdam juga berpesan kepada masyarakat Desa Bela Rakyat agar nantinya, setelah jembatan ini selesai dibangun, warga dapat merawat fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai aset bersama. Dengan pemeliharaan yang baik, jembatan gantung ini diharapkan memiliki usia pakai yang lama dan terus menjadi saksi sejarah kuatnya ikatan kekeluargaan antara TNI dan rakyat di bumi Langkat yang subur.

​Dinamika pembangunan di Sumatera Utara memerlukan stabilitas yang didorong oleh kemudahan akses logistik. Jembatan yang sedang dibangun oleh Kodam I/Bukit Barisan ini akan memangkas waktu tempuh warga yang sebelumnya harus memutar jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko keamanan saat musim penghujan tiba. Keamanan dan keselamatan warga adalah prioritas utama pemerintah dan TNI. Dengan adanya jembatan permanen, kekhawatiran akan terisolirnya desa saat debit air sungai naik dapat dihilangkan secara permanen. Hal ini selaras dengan visi besar Indonesia Maju yang menitikberatkan pada pembangunan manusia melalui penyediaan sarana prasarana yang memadai di seluruh pelosok negeri.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Desa Bela Rakyat, Langkat. - thewasesanews.com

​Sebagai penutup, kegiatan ground breaking di Kabupaten Langkat ini menjadi momentum refleksi bagi semua pihak tentang pentingnya semangat gotong royong dalam membangun daerah. Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen untuk tidak pernah berhenti berkarya dan mengabdi demi kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat Sumatera Utara. Proyek-proyek jembatan perintis lainnya akan terus dipacu penyelesaiannya di berbagai kabupaten lain, guna memastikan bahwa tidak ada satu pun desa yang tertinggal dalam gerak laju pembangunan nasional. Melalui kerja keras, doa, dan dukungan masyarakat, Pangdam optimis bahwa jembatan ini akan menjadi jembatan harapan yang membawa kemajuan dan kemakmuran bagi Desa Bela Rakyat dan sekitarnya.

​Autentikasi: Pendam I/BB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!