JAKARTA, The Wasesa News – Kabar duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar DPP GAKORPAN dan LBH Pers Prima Presisi menyusul terjadinya kecelakaan maut Cileungsi Cibubur yang merenggut nyawa seorang pelajar bernama Stevan Saragih (14) pada Selasa sore, 7 April 2026. Insiden tragis tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di jalur Arteri Cileungsi – Cibubur, wilayah hukum Jakarta Timur, saat korban tengah dalam perjalanan pulang sekolah. Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari pihak keluarga, khususnya Ompung Marliana Br Simanungkalit yang merupakan aktivis anti-rasuah dari Rumah Besar Relawan Prabowo-Gibran (RPG) 08, korban Stevan Saragih yang saat itu mengendarai sepeda motor dengan membonceng adiknya, Elisa Br Saragih, mengalami musibah tabrakan yang tak terelakkan hingga mengakibatkan Stevan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepergian remaja yang baru duduk di bangku kelas 1 SMA ini menyisakan duka yang sangat mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga bagi rekan-rekan sekolah dan guru yang berdatangan melayat guna memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal sebagai pribadi santun dan penuh semangat tersebut.
Sesaat setelah kecelakaan maut Cileungsi tersebut berlangsung, kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Permata Cibubur untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sementara Stevan dinyatakan telah menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka berat, sang adik, Elisa Br Saragih, dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup serius termasuk fraktur atau patah tulang pada bagian lengan.
Selain luka fisik yang nyata, Elisa juga didiagnosa mengalami trauma kepala sedang atau contusio cerebri serta berbagai luka lecet (besot) di sekujur tubuhnya akibat benturan keras saat insiden maut itu terjadi. Elisa sempat kehilangan kesadaran atau pingsan di lokasi, namun dilaporkan telah berangsur pulih meskipun masih dalam kondisi trauma berat. Mengingat kebutuhan akan fasilitas medis yang lebih akurat dan lengkap, ayah korban, Pak Saragih, mengambil langkah cepat untuk memindahkan perawatan Elisa ke RS Carolus Salemba, Jakarta Pusat, guna memastikan proses pemulihan berjalan lebih komprehensif di bawah pengawasan tenaga medis spesialis saraf dan bedah tulang.
Rangkaian prosesi persemayaman Stevan Saragih dilakukan dengan penuh hikmat melalui upacara Misa Requiem secara Katolik di rumah duka kawasan Cibubur. Isak tangis tak terbendung pecah saat ibunda Stevan berkali-kali jatuh pingsan karena kondisi fisik yang lemas tak kuasa menerima kenyataan bahwa putra tercintanya harus berpulang dengan cara yang mengenaskan tepat setelah jam sekolah berakhir.
Teman-teman sebaya dan para guru korban tampak memadati area pelayatan, menunjukkan betapa Stevan merupakan sosok siswa yang sangat dihargai di lingkungannya. Berdasarkan rencana keluarga, jenazah Stevan Saragih akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, setelah rangkaian ibadah pemberangkatan jenazah dan Misa Requiem selesai dilaksanakan. Keluarga besar Rumah Doa Gakorpan Milkha Indonesia Cirendeu serta jajaran pimpinan organisasi tersebut turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Saragih dan Simanungkalit, seraya mendoakan agar almarhum Stevan mendapatkan tempat abadi di surga bersama Bapa di Surga.
Di sisi lain, tuntutan akan penegakan hukum yang adil dan transparan kini mulai dikemukakan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Dr. Bernard BBBBI Siagian SH, MAkp selaku jajaran pimpinan Gakorpan dan Rumah Besar Relawan Prabowo Gibran 08. Pihak keluarga mendesak agar aparat penegak hukum (APH) dari Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur segera bekerja secara profesional, cepat, dan transparan sesuai dengan marwah Presisi Polri dalam mengusut tuntas penyebab kecelakaan maut Cileungsi ini.
Penyelidikan yang mendalam sangat diperlukan untuk mengidentifikasi lawan tabrak serta faktor-faktor teknis yang memicu kecelakaan tersebut, guna menjamin keadilan bagi korban yang masa depannya terenggut secara paksa di jalanan. Gerak cepat atau “gerce” dari pihak kepolisian sangat dinantikan guna memberikan kepastian hukum bagi pihak penabrak agar dapat diproses sesuai dengan undang-undang lalu lintas yang berlaku tanpa ada intervensi dari pihak manapun.
Masukan positif bagi jajaran kepolisian adalah perlunya audit keamanan jalan di sepanjang koridor Arteri Cileungsi hingga Cibubur yang selama ini dikenal sebagai jalur “tengkorak” dengan volume kendaraan besar yang tinggi. Namun, sebagai bentuk kontrol sosial, pers juga menyoroti celah negatif yang sering terjadi dalam penanganan kasus laka lantas, yakni lambatnya proses olah TKP dan pengumpulan barang bukti CCTV yang bisa mengakibatkan hilangnya jejak pelaku atau penyebab utama kecelakaan.
Melalui pengawasan ketat dari Tim Investigasi Gakorpan, diharapkan Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur dapat menunjukkan kredibilitasnya dengan melakukan penyelidikan objektif. Penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang lalai dalam berkendara bukan hanya sebagai bentuk sanksi, melainkan sebagai upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan merenggut nyawa generasi muda potensial lainnya.
Kematian tragis Stevan Saragih menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan mengenai urgensi keselamatan transportasi bagi pelajar di wilayah penyangga ibu kota seperti Cileungsi dan Cibubur. Bagi keluarga yang ditinggalkan, kekuatan doa dan dukungan moral dari rekan-rekan sejawat diharapkan dapat memberikan ketabahan dalam melewati masa kelam ini. Keyakinan bahwa Stevan kini telah damai di sisi Tuhan Yesus menjadi sandaran spiritual bagi orang tua dan Ompung Marliana Simanungkalit.
Sementara itu, perhatian publik kini terfokus pada pemulihan Elisa agar ia dapat segera pulih dari trauma fisik dan psikis yang dialaminya. Solidaritas dari Gakorpan dan Rumah Besar Relawan akan terus mengawal kasus ini hingga mencapai keputusan hukum yang seadil-adilnya, demi menjaga marwah hukum dan memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi almarhum Stevan Saragih.
Autentikasi: Mercel Gerungan (Tim Investigasi GAKORPAN)





