Seluruh anggota komunitas THOR JNE lintas chapter saat berfoto bersama anak-anak yatim dalam acara perayaan Anniversary ke-9 di Padarincang, Banten. - thewasesanews.com

THOR JNE Rayakan Milad ke-9 Melalui Momentum Halal Bihalal dan Santunan Anak Yatim di Banten Sebagai Wujud Nyata Sinergi Komunitas Otomotif dan Kepedulian Sosial

Merayakan perjalanan sembilan tahun, komunitas THOR JNE menggelar Halal Bihalal dan santunan anak yatim di Banten. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan solidaritas antar anggota sekaligus wujud nyata kepedulian sosial perusahaan.

JAKARTA, The Wasesa News – Komunitas otomotif yang bernaung di bawah bendera JNE Express, yang secara resmi dikenal sebagai THOR JNE, kembali menunjukkan eksistensi dan dedikasi luar biasanya dalam memadukan hobi berkendara dengan aksi kemanusiaan yang menyentuh hati. Dalam rangka merayakan hari jadi yang ke-9, komunitas ini menyelenggarakan rangkaian kegiatan Halal Bihalal sekaligus santunan bagi anak-anak yatim yang dilaksanakan di Kampung Wisata 165 Padarincang, Banten, pada Minggu (04/04/2026). Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini menjadi titik temu bagi seluruh anggota dari berbagai chapter daerah untuk mempererat tali silaturahmi pasca hari raya, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi yang menjadi nafas utama JNE tetap terjaga dengan erat di dalam tubuh komunitas motor tersebut. Melalui inisiasi THOR Chapter Cilegon sebagai tuan rumah, perayaan tahun ini berhasil menciptakan atmosfir kekeluargaan yang kental, di mana para anggota duduk bersila bersama anak-anak yatim tanpa ada sekat pembatas, menunjukkan wajah asli komunitas yang humanis dan peduli terhadap sesama.

Seluruh anggota komunitas THOR JNE lintas chapter saat berfoto bersama anak-anak yatim dalam acara perayaan Anniversary ke-9 di Padarincang, Banten. - thewasedanews.com

​Kegiatan yang diawali dengan konvoi tertib menuju lokasi wisata di Padarincang ini mencerminkan kedewasaan para anggota THOR JNE dalam berkendara dan berorganisasi. Setibanya di lokasi, nuansa hijau asri Banten menyambut ratusan peserta yang datang dengan semangat persaudaraan yang membara. Ketua Chapter Cilegon, Mora Juliawan, yang mengomandoi persiapan teknis di lapangan, menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan besar yang diberikan oleh pusat untuk menyelenggarakan acara sakral ini. Menurutnya, pertemuan lintas chapter ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan atau sekadar berkumpul tanpa tujuan, melainkan sarana koordinasi pekerjaan yang efektif antar cabang JNE di seluruh wilayah. Hal ini membuktikan bahwa komunitas ini memiliki nilai tambah yang signifikan bagi produktivitas perusahaan, di mana hubungan profesional diperkuat melalui kedekatan personal di dalam komunitas hobi.

​Inisiasi acara ini mendapatkan arahan langsung dari jajaran pimpinan tertinggi komunitas, yang memandang bahwa sembilan tahun perjalanan adalah fase kematangan bagi sebuah organisasi. Mora Juliawan mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara didesain untuk merefleksikan nilai-nilai dasar perusahaan JNE yang sangat kental dengan tradisi menyantuni anak yatim. “Ini merupakan kehormatan besar bagi kami di Chapter Cilegon. Kepercayaan dari Ketua Umum dan seluruh anggota adalah amanah yang kami jalankan dengan penuh kegembiraan. Di sinilah kita membuktikan bahwa THOR JNE bukan hanya sekadar komunitas motor yang identik dengan jalanan, tetapi merupakan keluarga besar yang memiliki visi sosial yang jelas dan saling mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka,” tegas Mora saat memberikan sambutan di hadapan para undangan dan peserta.

​THOR JNE Fokus Jalankan Prinsip Hablum Minallah dan Hablum Minannas dalam Setiap Aksi Sosial

​Kehadiran sosok pendiri, Harry Purnama, dalam acara tersebut memberikan bobot emosional yang mendalam bagi seluruh anggota yang hadir. Sebagai tokoh yang meletakkan batu pertama berdirinya komunitas ini, Harry memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai jati diri organisasi yang tidak boleh lepas dari akar kebaikan. Ia menekankan bahwa THOR JNE diciptakan sebagai perpanjangan tangan dari filosofi JNE yang mengedepankan keberkahan dalam setiap langkah bisnis maupun sosial. Bagi Harry, konsistensi selama sembilan tahun dalam menyelenggarakan santunan anak yatim adalah prestasi spiritual yang lebih membanggakan daripada sekadar pertumbuhan jumlah anggota. Ia mengingatkan bahwa setiap roda yang berputar di bawah nama komunitas ini harus selalu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, menjadi jembatan antara korporasi dan masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Seluruh anggota komunitas THOR JNE lintas chapter saat berfoto bersama anak-anak yatim dalam acara perayaan Anniversary ke-9 di Padarincang, Banten. - thewasesanews.com

​Dukungan penuh terhadap kesuksesan acara ini juga mengalir dari Dewan Pembina THOR Cilegon, Bowo, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana. Menurut Bowo, keberhasilan mengumpulkan ratusan anggota lintas daerah dalam satu visi sosial adalah bukti bahwa manajemen organisasi berjalan dengan sangat sehat. Ia berharap agar tradisi Halal Bihalal dan santunan ini terus dipelihara dan dikembangkan skalanya di masa mendatang, sehingga dampak positif yang dihasilkan dapat dirasakan oleh lebih banyak anak yatim di berbagai pelosok daerah. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan di Padarincang ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi chapter-chapter lain untuk terus berinovasi dalam program-program kemasyarakatan yang relevan dengan kebutuhan lokal.

​Di sisi lain, Ketua Umum THOR JNE, Ega Gahara, dalam pidato penutupnya memberikan penekanan tajam mengenai filosofi keseimbangan hidup yang menjadi pedoman organisasi. Ia menggarisbawahi bahwa kekuatan utama komunitas ini terletak pada rasa saling menghargai (respect) antar anggota yang dibangun di atas fondasi musyawarah dan mufakat. Ega menjelaskan bahwa setiap keputusan strategis di dalam tubuh komunitas selalu diambil melalui diskusi yang mendalam, memastikan tidak ada suara yang terabaikan. Prinsip utama yang diusung adalah menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Sang Pencipta (hablum minallah), hubungan antar sesama manusia (hablum minannas), dan hubungan harmonis dengan alam semesta (hablum minal alam). Inilah yang membuat komunitas ini tetap solid dan terhindar dari konflik internal selama hampir satu dekade.

​Penutupan acara ditandai dengan prosesi pemberian santunan yang berlangsung sangat mengharukan. Anak-anak yatim dari wilayah sekitar Padarincang menerima tali asih dan bingkisan dengan wajah penuh senyum, sebuah pemandangan yang menjadi tujuan utama dari seluruh lelah para panitia. Doa bersama yang dipanjatkan di akhir acara menjadi momen refleksi bagi seluruh anggota THOR JNE untuk terus bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih. Sesi ramah tamah yang dilakukan setelahnya semakin menguatkan ikatan emosional antar anggota, di mana mereka saling bertukar cerita dan pengalaman, mempertegas posisi komunitas sebagai rumah kedua yang nyaman bagi para karyawan JNE yang memiliki kecintaan pada dunia otomotif.

​Melalui perayaan Anniversary ke-9 ini, THOR JNE telah berhasil mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa komunitas hobi dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial yang positif. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh manajemen JNE pusat yang selalu mendorong karyawannya untuk berorganisasi secara sehat dan bermanfaat. Sinergi antara hobi, pekerjaan, dan kepedulian sosial yang ditunjukkan di Banten ini menjadi standar baru bagi komunitas otomotif lainnya di Indonesia. Dengan semangat yang terus menyala, komunitas ini siap menyongsong satu dekade perjalanannya dengan komitmen yang lebih kuat untuk terus bergerak dalam kebaikan, menjadi inspirasi bagi banyak orang, dan tetap setia pada nilai-nilai persaudaraan yang tanpa batas.

Sumber : Saiful, S.H & Nurmain ( Kaperwil DKI Jakarta )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!