MANOKWARI UTARA, The Wasesa News – Deru pembangunan di wilayah pelosok Papua Barat terus bergulir dengan intensitas tinggi seiring dengan berjalannya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digawangi oleh Kodim 1801/Manokwari. Memasuki hari-hari krusial di bulan April, kegiatan pengabdian masyarakat ini terus menunjukkan progres yang sangat signifikan dan membanggakan. Berlokasi di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD bersama masyarakat setempat kini tengah menggenjot pengerjaan sasaran fisik utama yang menjadi prioritas, yakni pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Pada Kamis, 23 April 2026, fokus pengerjaan telah memasuki tahap teknis yang sangat vital bagi ketahanan bangunan jangka panjang, di mana seluruh energi dikerahkan untuk menyelesaikan struktur bawah dan komponen kerangka bangunan.

​Pembangunan rumah layak huni dalam program TMMD kali ini bukan sekadar proyek konstruksi biasa, melainkan manifestasi dari kepedulian negara dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau. Saat ini, fokus utama tim di lapangan diarahkan pada penyelesaian pondasi bangunan yang kuat serta pembuatan kusen pintu dan jendela secara presisi. Tahap ini dinilai sebagai fondasi dasar yang menentukan kualitas akhir dari rumah-rumah yang dibangun. Satgas TMMD menyadari bahwa di wilayah pesisir seperti Tanah Rubuh, bangunan harus memiliki ketahanan ekstra terhadap cuaca dan kelembapan, sehingga setiap detail pengecoran pondasi dilakukan dengan pengawasan teknis yang ketat guna menjamin struktur bangunan tetap kokoh selama puluhan tahun ke depan.
​Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Kapten Inf Pius, dalam keterangannya di lokasi pembangunan menyatakan bahwa pengerjaan dilakukan dengan mengedepankan sistem gotong royong yang menjadi nyawa dari setiap program TMMD. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara personel TNI dan warga adalah kunci utama mengapa target pengerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Kerja keras para prajurit di lapangan nampak jelas dari pembagian tugas yang efisien; sebagian personel fokus pada perakitan besi dan pengecoran pondasi, sementara sebagian lainnya terampil dalam pengerjaan kayu untuk membuat kusen-kusen pintu dan jendela berkualitas tinggi.

​”Saat ini, anggota Satgas di lapangan sedang melakukan pembuatan kusen pintu dan jendela, sembari merampungkan pengecoran pondasi rumah di beberapa titik sasaran. Kami memastikan bahwa setiap material yang digunakan, mulai dari semen, pasir, hingga kualitas kayu untuk kusen, benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Hal ini sangat penting untuk menjamin ketahanan bangunan bagi warga penerima manfaat, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan rumah baru, tetapi rumah yang benar-benar sehat dan aman untuk ditinggali bersama keluarga,” ujar Kapten Inf Pius di sela-sela pemantauan progres pengerjaan fisik.
Lebih lanjut, Kapten Inf Pius mengakui bahwa tantangan geografis dan faktor cuaca di wilayah Kampung Tanah Rubuh memang sering kali menjadi dinamika tersendiri di lapangan. Cuaca di Distrik Manokwari Utara yang sering kali berubah dengan cepat, dari panas terik hingga hujan deras secara tiba-tiba, menuntut fleksibilitas dan mental baja dari para prajurit. Namun, ia menegaskan bahwa kendala alam tersebut tidak menyurutkan sedikit pun semangat para personel Satgas untuk terus bekerja. Semangat ini semakin berlipat ganda karena dukungan penuh dari rekan-rekan Kepolisian serta warga setempat yang tidak pernah absen membantu di lokasi pembangunan sejak fajar menyingsing hingga sore hari.

​Kolaborasi antara TNI-Polri dan masyarakat dalam TMMD ke-128 ini menjadi potret nyata kemanunggalan yang tak terpisahkan. Warga Kampung Tanah Rubuh terlihat sangat antusias dalam membantu para prajurit, mulai dari mengangkut material hingga membantu pengerjaan kasar bangunan. Semangat gotong royong inilah yang menjadi esensi terdalam dari program TMMD, di mana pembangunan fisik berjalan beriringan dengan pembangunan ikatan batin antara aparat dan rakyat. Satgas menargetkan dalam beberapa hari ke depan, seluruh struktur pondasi dan kusen sudah rampung 100 persen, sehingga struktur rumah dapat berdiri tegak dan pengerjaan bisa segera berlanjut ke tahap pemasangan dinding serta rangka atap.
​Program TMMD ke-128 di wilayah Kodim 1801/Manokwari ini memang dirancang dengan visi yang komprehensif. Selain menyasar pembangunan infrastruktur fisik yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, program ini bertujuan untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan pertahanan negara yang paling utama. Dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan hunian yang lebih layak dan sehat, TNI turut berkontribusi dalam menciptakan stabilitas sosial di wilayah Papua Barat. Hunian yang sehat diyakini akan memberikan dampak positif pada tingkat kesehatan keluarga, terutama anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa di masa depan.
​Keberadaan rumah layak huni ini nantinya diharapkan dapat mengubah wajah Kampung Tanah Rubuh menjadi lebih tertata dan berkembang. Seluruh rangkaian pekerjaan konstruksi ini ditargetkan harus selesai tepat waktu sebelum penutupan resmi program TMMD ke-128. Kapten Inf Pius optimis bahwa dengan ritme kerja yang terjaga saat ini, seluruh rumah sasaran akan siap diserahterimakan kepada warga dalam kondisi sempurna. Hal ini menjadi prioritas utama bagi jajaran Kodim 1801/Manokwari, agar manfaat dari pengabdian ini dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat yang selama ini mengharapkan adanya perbaikan kualitas tempat tinggal.
​Seiring dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, tim publikasi dan dokumentasi dari Pendim 1801 Manokwari terus memantau setiap jengkal perkembangan di lapangan. Setiap keringat yang menetes dari para prajurit dan warga di Tanah Rubuh adalah catatan tinta emas pengabdian TNI di ujung timur Nusantara. Pembangunan pondasi rumah ini adalah simbol dari pondasi persaudaraan yang kuat antara TNI dan rakyat Papua yang tidak akan goyah oleh tantangan zaman. TMMD ke-128 telah membuktikan bahwa dengan kebersamaan, pembangunan di daerah tersulit pun dapat diwujudkan demi kejayaan bangsa dan kemakmuran rakyat di tanah Papua.
​Auntentikasi: Pendim 1801 Manokwari





