KOTA TANGERANG, The Wasesa News – Komitmen untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif melalui pemberdayaan warga terus digencarkan oleh jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), pihak kepolisian secara resmi melaksanakan rangkaian penilaian lomba Pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) tingkat Polres sebagai langkah seleksi strategis menuju ajang Lomba Satkamling tingkat nasional tahun 2026. Kegiatan penilaian yang berlangsung pada Rabu (29/04/2026) ini difokuskan di Pos Satkamling Angkasa Pura Terpadu yang berlokasi di wilayah RW 07, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Kehadiran tim penilai ini menjadi momentum penting bagi warga untuk menunjukkan dedikasi mereka dalam menjaga lingkungan secara mandiri serta memperkuat sinergi antara masyarakat dengan aparat kepolisian dan TNI di tingkat akar rumput.


Penerapan sistem keamanan lingkungan atau Satkamling dinilai sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan, mulai dari tindak kriminalitas hingga gesekan sosial di tengah masyarakat. Dalam penilaian kali ini, aspek yang menjadi perhatian tim penilai meliputi kelengkapan sarana dan prasarana pos, administrasi kegiatan, hingga kemampuan personel Satkamling dalam menangani situasi darurat. Penilaian yang dilakukan oleh Sat Binmas Polres Metro Tangerang Kota ini bukan sekadar rutinitas perlombaan, melainkan sebuah bentuk standarisasi operasional agar setiap pos keamanan di wilayah hukum Tangerang memiliki kesiapsiagaan yang seragam dalam menghadapi tantangan Kamtibmas yang kian kompleks di era modern saat ini.
Kasat Binmas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Rahmad Hariyanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap keamanan tempat tinggal mereka sendiri. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan Polri dalam menjaga stabilitas wilayah, mengingat terbatasnya jumlah personel kepolisian dibandingkan dengan luasnya cakupan wilayah pemukiman. “Melalui kegiatan penilaian ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Satkamling adalah bukti nyata bahwa masyarakat memiliki peran sentral sebagai subjek keamanan, bukan hanya objek,” ujar AKBP Rahmad Hariyanto.
Tim penilai yang terjun langsung ke lapangan dipimpin oleh Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas, AKP Asep Ramdhan, didampingi oleh sejumlah personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Sinergitas tiga pilar ini terlihat sangat kental selama proses verifikasi di RW 07 Karang Anyar, di mana kehadiran Ketua RW 07 dan tokoh masyarakat setempat turut memberikan dukungan penuh terhadap operasional Pos Satkamling Angkasa Pura Terpadu. Keterlibatan aktif para tokoh lingkungan ini menjadi nilai tambah tersendiri dalam penilaian, karena menunjukkan adanya struktur organisasi yang sehat dan dukungan pendanaan swadaya yang berjalan dengan baik untuk mendukung keberlangsungan pos keamanan tersebut.
Lebih dalam, AKP Asep Ramdhan menjelaskan bahwa Satkamling memiliki fungsi vital sebagai sistem peringatan dini (early warning system) di tingkat lingkungan terkecil. Dengan adanya petugas jaga yang berpatroli secara rutin, celah bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi dapat diminimalisir secara signifikan. Selain itu, kegiatan penilaian ini juga menjadi sarana evaluasi bagi kepolisian untuk melihat sejauh mana edukasi mengenai taktik keamanan dan prosedur pelaporan darurat telah dipahami oleh para awak Satkamling. Diharapkan, melalui ajang ini, kualitas dan kesiapan fisik maupun mental para petugas jaga semakin meningkat, sehingga mereka mampu bertindak cepat dan tepat sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku saat terjadi gangguan keamanan.
Dalam tinjauannya, tim penilai juga memberikan apresiasi terhadap inovasi-inovasi yang diterapkan oleh warga RW 07 Karang Anyar, seperti penggunaan teknologi komunikasi sederhana hingga koordinasi yang rapi antar-RT. Hal-hal detail seperti ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, buku mutasi, hingga papan informasi nomor darurat menjadi bagian dari komponen teknis yang diperiksa secara teliti. Penilaian yang ketat ini dilakukan agar wakil yang nantinya dikirimkan ke tingkat nasional benar-benar merupakan pos Satkamling yang ideal dan mampu menjadi percontohan bagi lingkungan lainnya, tidak hanya di Kota Tangerang tetapi juga di seluruh Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung, suasana di Kelurahan Karang Anyar terpantau sangat kondusif dengan antusiasme warga yang tinggi untuk menyaksikan proses penilaian. Hal ini mencerminkan adanya rasa bangga dari masyarakat atas pengakuan pihak kepolisian terhadap upaya keamanan yang mereka bangun selama ini. Polres Metro Tangerang Kota berharap bahwa gairah berkompetisi ini dapat menular ke RW-RW lainnya, sehingga tercipta sebuah ekosistem keamanan yang masif dan terintegrasi di seluruh pelosok kota. Dengan kuatnya pertahanan di tingkat bawah, maka stabilitas keamanan nasional pun akan semakin kokoh dan terjaga.
Sebagai penutup, rangkaian penilaian ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke berbagai kecamatan lain di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota sebelum akhirnya diputuskan siapa yang berhak menyandang predikat terbaik. Kepolisian menegaskan bahwa setiap pos Satkamling yang dinilai akan terus mendapatkan pembinaan berkelanjutan agar fungsi pengamanan tidak kendur meskipun ajang perlombaan telah usai. Transformasi Satkamling menjadi institusi keamanan berbasis warga yang modern dan humanis merupakan visi jangka panjang Polri dalam menciptakan rasa aman yang hakiki bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah metropolitan seperti Tangerang.





