TANGERANG, The Wasesa News – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota menunjukkan komitmen absolut dalam menjaga stabilitas keamanan dan toleransi beragama dengan melakukan pengawalan ketat pada seluruh rangkaian Perayaan Wafat Yesus Kristus di wilayah hukum Kota Tangerang. Pada Jumat (03/04/2026), Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, turun langsung ke lapangan untuk memimpin pengecekan pengamanan di berbagai titik strategis. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan bahwa setiap umat Kristiani yang menjalankan ibadah liturgi Jumat Agung dapat melaksanakannya dengan rasa aman, tertib, dan penuh kekhidmatan tanpa adanya gangguan keamanan sekecil apa pun.

Pusat pengecekan utama dilakukan di Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, sebuah rumah ibadah bersejarah yang menjadi konsentrasi ribuan jemaat di Kota Tangerang. Dalam inspeksi mendadak tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Tangerang Kota untuk melihat secara detail kesiapan personel dan sistem keamanan yang diterapkan. Kehadiran pimpinan tertinggi kepolisian di Tangerang Kota ini mengirimkan sinyal kuat kepada masyarakat bahwa Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom bagi semua golongan, terutama dalam momentum besar keagamaan yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Guna memperkuat benteng keamanan, Polres Metro Tangerang Kota menerjunkan sedikitnya 72 personel gabungan yang terdiri dari berbagai unsur kekuatan. Sinergi ini melibatkan personel Polri dari berbagai satuan fungsi, prajurit TNI, petugas Tramtib Pemerintah Kota Tangerang, tenaga kesehatan dari dinas terkait, hingga unsur pengamanan internal gereja dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pola pengamanan berlapis ini dirancang untuk menutup setiap celah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memastikan bahwa area gereja tetap menjadi ruang suci yang steril dari potensi ancaman radikalisme maupun tindak kriminalitas konvensional lainnya.
Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa kehadiran aparat di setiap lokasi ibadah adalah manifestasi nyata dari janji pelayanan prima kepolisian. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh personel yang telah di-plotting di titik-titik gereja melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Polres Metro Tangerang Kota mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap interaksi dengan jemaat, namun tetap mempertahankan kewaspadaan tingkat tinggi. Hal ini penting dilakukan agar prosedur pengamanan seperti pemeriksaan barang bawaan tidak mengurangi esensi kedamaian ibadah yang tengah berlangsung di dalam gereja.
Polres Metro Tangerang Kota Tingkatkan Patroli Skala Besar di Seluruh Gereja Satelit
Dalam sesi pengecekan tersebut, Kapolres juga melakukan koordinasi teknis secara intensif dengan para pengurus gereja mengenai pengaturan arus masuk jemaat dan kapasitas ruangan. Polres Metro Tangerang Kota memandang bahwa kerja sama dengan pihak internal gereja adalah kunci utama keberhasilan operasi pengamanan ini. Dengan koordinasi yang apik, deteksi dini terhadap orang-orang yang tidak dikenal atau mencurigakan dapat dilakukan secara instan. Kapolres juga memastikan bahwa baik pengamanan terbuka melalui petugas berseragam maupun pengamanan tertutup oleh intelijen kepolisian telah berjalan secara sinkron di seluruh wilayah hukum Tangerang Kota.

“Kami dari Polres Metro Tangerang Kota memastikan seluruh rangkaian ibadah Perayaan Wafat Yesus Kristus, sejak tadi pagi hingga malam nanti, berjalan aman dan kondusif. Personel telah kami tempatkan sesuai rencana operasi dan kami menekankan pentingnya SOP dalam setiap tindakan di lapangan. Pengamanan maksimal ini kami lakukan untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan demi menjaga situasi tetap tenang,” ujar Kombes Pol Jauhari saat memberikan keterangan resmi di depan Gereja Daan Mogot. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan ini akan terus berlanjut hingga perayaan Paskah pada hari Minggu mendatang.
Selama jalannya prosesi ibadah, situasi di sekitar Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda terpantau sangat kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol maupun potensi konflik yang dapat merusak suasana suci umat Kristiani. Kehadiran 72 personel gabungan yang bersiaga di gerbang-gerbang masuk dan jalur protokol mendapat apresiasi serta respon sangat positif dari para jemaat. Warga merasa lebih nyaman dan terlindungi dengan adanya pengawasan ketat namun tetap santun dari para petugas Polres Metro Tangerang Kota beserta unsur TNI dan pemerintah daerah.
Efektivitas pengamanan yang digelar oleh Polres Metro Tangerang Kota ini juga didukung oleh pemantauan melalui teknologi CCTV dan patroli mobile yang secara rutin berkeliling di wilayah pemukiman dan objek vital lainnya. Polisi menjamin bahwa tidak hanya area gereja yang diamankan, tetapi juga jalur-jalur transportasi menuju lokasi ibadah guna mencegah kemacetan parah akibat tingginya volume kendaraan jemaat. Hal ini membuktikan bahwa manajemen pengamanan yang diterapkan sudah sangat matang dan terintegrasi dengan baik antar-fungsi kepolisian.
Sebagai penutup, Kombes Pol Jauhari mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kota Tangerang untuk terus menjaga kerukunan dan semangat toleransi yang sudah menjadi ciri khas kota ini. Polres Metro Tangerang Kota akan selalu berdiri di depan dalam memberikan pelayanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, khususnya momentum besar keagamaan. Keberhasilan pengamanan hari ini diharapkan menjadi modal positif bagi stabilitas wilayah Tangerang secara keseluruhan. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat atau melalui Call Center 110 jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan mereka, demi terciptanya keamanan bersama yang berkelanjutan.
