Kapolda Banten Irjen Pol Hengki melaksanakan groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi di Pasar Kemis Tangerang. - thewasesanews.com

Wujudkan Konektivitas dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Polda Banten Bersama Polresta Tangerang Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Serta Hijaukan Wilayah Dengan 1.000 Pohon Produktif

​"Jembatan ini adalah jembatan hati antara Polri dan Rakyat. Kami bangun fisiknya, kami rawat kedekatannya." — Irjen Pol Hengki, Kapolda Banten.

TANGERANG, The Wasesa News – Akselerasi pembangunan infrastruktur dasar dan upaya pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama jajaran Kepolisian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Provinsi Banten. Pada Selasa, 21 April 2026, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang Polda Banten secara resmi melaksanakan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Proyek infrastruktur yang sangat dinanti ini berlokasi di Kampung Ilat RT 02/03, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, kegiatan strategis ini juga dirangkaikan dengan aksi peduli lingkungan berupa penanaman 1.000 pohon produktif yang secara simbolis dilaksanakan di Kampung Pondok, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya. Langkah ini menjadi representasi nyata dari doktrin Polri yang hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus mitra pembangunan daerah.

Groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi dan Tanam 1.000 Pohon di Tangerang. - thewasesanews.com

​Hadir langsung memimpin kegiatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menekankan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar seremoni pembangunan fisik tanpa makna. Ia menegaskan bahwa setiap batu yang diletakkan mencerminkan komitmen kuat Polri untuk hadir memberikan solusi atas kendala aksesibilitas yang dihadapi warga selama ini. Menurut Irjen Pol Hengki, pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI guna membantu percepatan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat di pelosok desa. Kehadiran infrastruktur yang memadai adalah kunci utama dalam meningkatkan standar kesejahteraan dan memastikan roda kehidupan sosial-ekonomi berjalan lebih efektif.

​Irjen Pol Hengki menjelaskan secara rinci bahwa tujuan utama dari pembangunan jembatan ini adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam bermobilitas. Selama ini, kendala akses fisik seringkali menjadi penghambat bagi warga dalam menjalankan aktivitas harian, baik untuk bekerja, sekolah, maupun kegiatan sosial lainnya. Dengan adanya Jembatan Merah Putih Presisi ini, diharapkan waktu tempuh warga dapat dipangkas secara signifikan, sehingga efisiensi mobilitas meningkat. Kapolda menargetkan proyek ini tidak akan memakan waktu lama dan dikerjakan dengan standar kualitas yang baik. “Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 1,5 hingga 2 bulan ke depan,” jelas Irjen Pol Hengki di hadapan para tokoh masyarakat dan pejabat daerah yang hadir.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki melaksanakan groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi di Pasar Kemis Tangerang. - thewasesanews.com

​Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan rasa terima kasihnya atas fasilitasi dan inisiatif luar biasa dari jajaran Kepolisian. Menurut Maesyal, kolaborasi antara Polri dan berbagai sektor swasta dalam membangun infrastruktur jembatan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Jembatan bukan sekadar penghubung antar-wilayah, melainkan nadi bagi perdagangan dan distribusi kebutuhan warga. Ia optimis keberadaan jembatan ini akan memberikan manfaat besar jangka panjang bagi masyarakat Desa Pangadegan dan sekitarnya. Terkait aksi penanaman pohon, Maesyal menyebut hal tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di masa depan, selaras dengan program pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem.

​Dalam laporannya, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan ini telah melalui proses koordinasi yang matang. Pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari Kepala Desa Pangadegan serta mendapatkan dukungan penuh dari seluruh warga setempat yang merasa sangat terbantu dengan inisiatif ini. Menariknya, sumber anggaran pembangunan jembatan ini tidak membebani APBD, melainkan berasal dari optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan yang peduli terhadap pembangunan wilayah dengan total anggaran mencapai Rp185.736.000. Dana tersebut dikelola secara transparan guna memastikan jembatan yang dibangun memiliki kekuatan struktur yang mumpuni.

​Kombes Pol Indra Waspada menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis yang saling berkaitan. Selain meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, infrastruktur ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru dengan memperlancar arus lalu lintas barang dan jasa. Lebih jauh lagi, jembatan ini akan mempermudah akses masyarakat terhadap fasilitas umum seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. Secara sosiologis, jembatan ini juga berfungsi memperkuat hubungan sosial dan budaya antar-warga yang selama ini terpisah oleh kendala geografis, sekaligus meningkatkan aspek keamanan lingkungan karena jalur transportasi menjadi lebih tertata.

​Sisi menarik lainnya dari kegiatan ini adalah program penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon rambutan. Pemilihan pohon produktif jenis rambutan ini bukanlah tanpa alasan. Selain berfungsi untuk penghijauan guna menekan polusi udara dan menjaga ketersediaan air tanah, pohon rambutan dipilih agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat saat masa panen tiba. Lokasi penanaman tersebar di lima wilayah strategis, meliputi Kecamatan Pasar Kemis, Cisoka, Tigaraksa, Panongan, dan Cikupa. Dengan demikian, pohon-pohon ini diharapkan dapat menjadi sumber pangan tambahan sekaligus komoditas yang memiliki nilai jual bagi warga sekitar.

​”Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dan penanaman pohon ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Polri ingin menjadi bagian dari solusi yang menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat paling dasar,” pungkas Kombes Pol Indra Waspada menutup laporannya. Kegiatan ini pun diakhiri dengan peninjauan lokasi dan ramah tamah bersama warga yang tampak antusias menyaksikan dimulainya pembangunan di desa mereka.

​Keberhasilan sinergi antara Polda Banten, Polresta Tangerang, Pemerintah Daerah, dan sektor swasta ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur melalui jalur non-budgeter. Jembatan Merah Putih Presisi kini berdiri sebagai simbol kemanunggalan Polri dan Rakyat, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun masa depan yang lebih kokoh melalui infrastruktur dan kelestarian alam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!