Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi saat memberikan kentongan kepada warga perumahan Simprug Poris Jaya dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang untuk bahas keamanan. - thewasesanews.com

Tingkatkan Keamanan Lingkungan, Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang Kota Sapa Warga Poris Jaya dan Serap Aspirasi Kamtibmas

​“Keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan polisi, tapi juga memerlukan peran aktif dan kepedulian dari seluruh warga. Melalui Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang, kita perkuat koordinasi agar setiap potensi masalah bisa diselesaikan sejak dini tanpa menimbulkan konflik baru.” — AKBP Eko Bagus Riyadi, Wakapolres Metro Tangerang Kota.

TANGERANG, The Wasesa NewsNgopi Kamtibmas Polres Tangerang kembali digelar sebagai langkah nyata Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota dalam memperkuat pendekatan humanis serta mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan dialogis yang berlangsung dengan suasana hangat dan santai ini diselenggarakan di Sekretariat RW 05 Perumahan Simprug, Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, pada Kamis sore, 9 April 2026.Dalam pertemuan tersebut, jajaran kepolisian duduk bersama unsur tiga pilar, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat untuk memetakan tantangan keamanan lingkungan sekaligus menyerap aspirasi langsung mengenai keresahan yang dialami warga sehari-hari. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah membangun kembali kesadaran kolektif bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat terwujud secara maksimal tanpa adanya kolaborasi yang solid antara aparat penegak hukum dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen warga di tingkat lingkungan terkecil.

Foto Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi saat memberikan kentongan kepada warga perumahan Simprug Poris Jaya dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang untuk bahas keamanan. - thewasesanws.com

​Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Eko Bagus Riyadi, yang hadir mewakili Kapolres, menegaskan dalam arahannya bahwa program Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wadah komunikasi dua arah yang bertujuan untuk meruntuhkan sekat birokrasi antara polisi dan warga. Eko menjelaskan bahwa kehadiran polisi di tengah pemukiman merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang lebih responsif terhadap dinamika sosial. Ia menekankan bahwa tantangan keamanan di masa kini semakin kompleks, sehingga pola pencegahan kejahatan harus dimulai dari sistem pengamanan swakarsa yang kuat di setiap rukun tetangga dan rukun warga. Kolaborasi ini dianggap krusial karena warga merupakan pihak yang paling memahami seluk-beluk serta potensi gangguan yang ada di wilayah tempat tinggal mereka sendiri, sehingga informasi dari masyarakat menjadi basis data penting bagi kepolisian dalam mengambil tindakan preventif maupun represif.

​Lebih mendalam, AKBP Eko Bagus Riyadi memaparkan konsep mengenai pilar kamtibmas yang idealnya dimulai dari unit sosial paling fundamental, yakni lingkungan keluarga. Menurutnya, kesadaran untuk menjaga keamanan lingkungan harus tertanam kuat sejak di dalam rumah, di mana setiap anggota keluarga diharapkan memiliki kepekaan terhadap situasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Hal ini mencakup upaya mengenali tetangga dengan baik, meningkatkan kewaspadaan terhadap kehadiran orang asing yang mencurigakan, hingga menjaga keharmonisan antarwarga untuk meminimalisir gesekan sosial. Eko berpendapat bahwa jika setiap keluarga sudah memiliki ketahanan keamanan yang baik, maka secara otomatis ketahanan di tingkat RW dan kelurahan akan terbentuk dengan sendirinya, menciptakan perisai sosial yang kuat terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas seperti pencurian, peredaran narkoba, hingga tawuran remaja.

Foto Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi saat memberikan kentongan kepada warga perumahan Simprug Poris Jaya dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang untuk bahas keamanan. - the wasesanews.com

​Dialog yang berlangsung dalam sesi Ngopi Kamtibmas tersebut berjalan sangat interaktif dan produktif, di mana warga tidak segan-segan mengutarakan berbagai permasalahan yang selama ini mengganggu kenyamanan mereka. Salah seorang warga, Sinta, menyampaikan keluhan terkait menjamurnya kendaraan yang parkir sembarangan di jalan utama perumahan. Fenomena parkir liar ini dinilai sangat merugikan karena selain mempersempit ruang publik dan mengganggu estetika lingkungan, hal tersebut juga menghambat akses keluar masuk bagi kendaraan darurat seperti ambulans atau pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Keluhan ini menjadi salah satu poin utama yang dicatat oleh jajaran kepolisian untuk segera ditindaklanjuti secara lintas sektoral, mengingat permasalahan parkir di area pemukiman sering kali menjadi pemicu konflik antartetangga jika tidak ditangani dengan kepala dingin dan regulasi yang jelas.

​Menanggapi persoalan parkir liar dan gangguan ketertiban tersebut, AKBP Eko Bagus Riyadi memastikan bahwa pihak Polres Metro Tangerang Kota akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Bhabinkamtibmas, jajaran Polsek Batuceper, serta unsur pemerintah daerah setempat melalui Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Polisi berjanji akan mencari solusi komprehensif yang tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan edukatif kepada warga agar memiliki kesadaran untuk memarkirkan kendaraannya dengan tertib tanpa merugikan hak orang lain. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap masukan dari warga dalam program Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang mendapatkan solusi nyata, sehingga masyarakat merasa bahwa suara mereka benar-benar didengar dan memiliki dampak langsung terhadap perbaikan kualitas hidup di lingkungan perumahan mereka.

Foto Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi saat memberikan kentongan kepada warga perumahan Simprug Poris Jaya dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang untuk bahas keamanan.-thewasesanews.com

​Selain membahas isu parkir, kepolisian juga memberikan dorongan kuat kepada warga untuk menghidupkan kembali tradisi sistem keamanan lingkungan atau siskamling melalui pengaktifan pos kamling secara konsisten. Di tengah kemajuan teknologi, polisi mengingatkan bahwa alat komunikasi tradisional seperti kentongan masih memiliki relevansi filosofis dan praktis yang tinggi sebagai sinyal peringatan dini jika terjadi bahaya.

Namun, polisi juga mengajak warga untuk memanfaatkan kemudahan teknologi digital dengan membentuk grup komunikasi di platform pesan instan guna mempercepat penyebaran informasi terkait situasi keamanan. Sinergi antara kearifan lokal seperti penggunaan kentongan dan penggunaan perangkat digital diharapkan dapat menciptakan sistem keamanan yang berlapis, sehingga setiap celah potensi kejahatan dapat segera terdeteksi dan diatasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

​Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sistem pengamanan swakarsa tersebut, dalam rangkaian acara Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang ini, jajaran Polres Metro Tangerang Kota menyerahkan bantuan berupa kentongan baru serta bingkisan kepada para petugas keamanan perumahan dan perwakilan warga. Pemberian kentongan ini disimbolkan sebagai semangat untuk terus menjaga tradisi kewaspadaan lingkungan yang mandiri.Selain itu, warga juga diingatkan untuk selalu menyimpan dan mensosialisasikan nomor Call Center 110 milik Polri sebagai layanan pengaduan darurat yang dapat diakses secara gratis dan cepat. Keberadaan layanan ini diharapkan dapat memangkas waktu respons aparat kepolisian dalam menangani laporan masyarakat, baik itu terkait tindak kejahatan, kecelakaan, maupun gangguan ketertiban umum lainnya yang membutuhkan kehadiran polisi sesegera mungkin.Foto Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi saat memberikan kentongan kepada warga perumahan Simprug Poris Jaya dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang untuk bahas keamanan. - thewasesanews.com

​Implementasi program Ngopi Kamtibmas ini merupakan turunan langsung dari program besar “Jaga Jakarta” yang kini telah diadaptasi luas di wilayah penyangga seperti Tangerang. Program ini menekankan pada empat pilar utama, yaitu menjaga lingkungan, menjaga warga, menjaga aturan, dan menjaga amanah. Dengan mengedepankan dialog di meja kopi, polisi berusaha menghapus citra aparat yang kaku dan menggantinya dengan sosok pelindung yang bersahabat dan mudah dijangkau oleh semua kalangan. Melalui pendekatan ini, diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap institusi Polri terus meningkat, karena adanya keterbukaan dan transparansi dalam menangani setiap persoalan yang muncul di akar rumput.

​Menjelang akhir kegiatan, suasana di Sekretariat RW 05 tampak semakin akrab dengan adanya sesi tanya jawab tambahan mengenai prosedur pelaporan kehilangan hingga pencegahan penipuan berbasis digital yang kini sedang marak. Polisi memberikan edukasi singkat mengenai cara mengenali modus-modus penipuan daring agar warga, terutama kalangan lansia, tidak menjadi korban kejahatan siber. Edukasi semacam ini menjadi nilai tambah dalam setiap pertemuan Ngopi Kamtibmas, karena selain membahas keamanan fisik lingkungan, warga juga dibekali pengetahuan untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan modern. Sinergi yang terbangun antara tiga pilar—TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah—dalam acara ini menjadi sinyal positif bahwa stabilitas wilayah Kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Poris Jaya, akan tetap terjaga berkat kuatnya komunikasi antarinstansi dan keterlibatan masyarakat.

Foto Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi saat memberikan kentongan kepada warga perumahan Simprug Poris Jaya dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang untuk bahas keamanan. - thewasesanews.com

​Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan para tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan dapat meneruskan pesan-pesan kamtibmas yang telah disampaikan kepada warga lainnya yang tidak sempat hadir. Konsistensi dalam menjaga kerukunan, mematuhi aturan lingkungan, serta tidak ragu untuk berkomunikasi dengan aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman yang berkelanjutan. Program Ngopi Kamtibmas Polres Tangerang akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah di Kota Tangerang guna memastikan bahwa setiap jengkal wilayah tetap dalam pantauan dan pembinaan aparat, sehingga visi terciptanya wilayah yang nyaman, kondusif, dan bebas dari gangguan keamanan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!