Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat berdialog santai dengan warga Neglasari dalam acara Ngopi Kamtibmas. - thewasesanews.com

Merajut Kedekatan Lewat Dialog Tanpa Sekat, Kapolres Metro Tangerang Kota Ngopi Kamtibmas di Neglasari Guna Mendengar Aspirasi dan Memperkuat Sinergi Keamanan Berbasis Masyarakat

​"Polisi bukan sekadar penegak hukum, tapi sahabat bagi warga. Lewat secangkir kopi, kita bangun benteng keamanan yang paling kuat, yaitu kepercayaan rakyat." — Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Kapolres Metro Tangerang Kota.

TANGERANG, The Wasesa News – Pendekatan persuasif dan humanis terus dikedepankan oleh jajaran Polres Metro Tangerang Kota dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menyadari bahwa keamanan wilayah tidak dapat diwujudkan hanya melalui patroli rutin semata, pimpinan kepolisian di Kota Tangerang memilih turun langsung ke akar rumput untuk menyerap aspirasi warga.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat berdialog santai dengan warga Neglasari dalam acara Ngopi Kamtibmas. - thewasesanews.com

Suasana sore di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, terasa jauh berbeda pada Kamis, 16 April 2026. Di tengah rutinitas warga yang mulai melandai, kehadiran Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho membawa angin segar melalui kegiatan bertajuk “Ngopi Kamtibmas”. Langkah Kapolres Tangerang Kota Ngopi Kamtibmas ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian kini lebih mengedepankan komunikasi dua arah yang hangat, terbuka, dan jauh dari kesan formalitas birokrasi yang kaku.

​Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial yang berlalu begitu saja. Di sebuah teras rumah warga yang disulap menjadi ruang dialog, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho duduk bersama tokoh masyarakat, pemuda, hingga unsur pemerintah setempat. Aroma kopi yang mengepul di atas meja menjadi saksi bisu betapa cairnya komunikasi yang terbangun. Tanpa adanya jarak pembatas, warga diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk menumpahkan segala keresahan mereka terkait kondisi lingkungan. Mulai dari masalah klasik seperti parkir liar yang mengganggu akses jalan, laporan dugaan kasus kriminalitas di lingkungan sekitar, hingga kebingungan masyarakat mengenai mekanisme pelaporan tindak pidana, semuanya dibahas tuntas satu per satu. Kapolres menyimak dengan saksama setiap detail curhatan warga, sesekali mencatat poin penting yang memerlukan tindakan cepat dari jajarannya.

Kapolres Tangerang Kota Ngopi Kamtibmas dan Cek Pos Ronda di Neglasari. - thewasesanews.com

​Sebelum memasuki sesi diskusi santai di meja kopi, Kapolres terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan yang cukup krusial. Beliau menyempatkan diri mengecek langsung kesiapan dan kelayakan Pos Satkamling Terpadu yang berlokasi di RW 07, Kelurahan Karanganyar. Di pos ronda tersebut, Kapolres tidak hanya sekadar melihat bangunan, tetapi berdialog intensif dengan para petugas ronda yang sedang bersiaga. Ia memberikan apresiasi tinggi serta imbauan agar kegiatan siskamling terus diaktifkan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan dari potensi aksi pencurian maupun gangguan ketertiban lainnya. Baginya, Pos Satkamling adalah simbol kemandirian warga dalam menjaga keselamatan jiwa dan harta benda di lingkungan terkecil.

​Dalam arahannya di depan warga Neglasari, Kapolres menegaskan filosofi bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama. Polisi tidak akan pernah bisa bekerja maksimal jika tidak didukung oleh mata dan telinga dari masyarakat itu sendiri. “Kalau ada persoalan kamtibmas, sekecil apa pun itu, silakan disampaikan langsung kepada kami. Kita cari solusi bersama-sama di sini. Sinergi antara Polri dan warga ini sangat penting, karena polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa keterlibatan aktif dari Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho dengan nada bicara yang lugas namun penuh makna. Pesan ini seolah menjadi pemantik keberanian warga untuk lebih proaktif dalam melaporkan hal-hal mencurigakan di wilayahnya.

Kapolres Tangerang Kota Ngopi Kamtibmas dan Cek Pos Ronda di Neglasari. - thewasesanews.com

​Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling dinamis dalam acara sore itu. Warga Neglasari tampak sangat antusias memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk bertanya langsung kepada pucuk pimpinan kepolisian di Kota Tangerang. Salah seorang warga mengeluhkan maraknya kendaraan yang parkir sembarangan sehingga menghambat aktivitas ekonomi warga, sementara warga lainnya bertanya mengenai prosedur hukum jika menemukan adanya tindak kekerasan di lingkungan rumah tangga. Semua pertanyaan dijawab oleh Kapolres dengan penjelasan yang mudah dipahami, memberikan kepastian hukum, serta instruksi langsung kepada jajaran Polsek Neglasari yang turut hadir untuk segera menindaklanjuti keluhan tersebut dalam waktu singkat.

​Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap semangat pengamanan swakarsa, Kapolres Metro Tangerang Kota juga menyerahkan bantuan sarana pendukung keamanan kepada perwakilan warga. Bantuan berupa kentongan, yang merupakan simbol komunikasi tradisional dalam siskamling, serta paket sembako diserahkan secara simbolis. Penyerahan bantuan ini bukan hanya soal nilai materinya, melainkan simbol bahwa kepolisian sangat menghargai setiap tetes keringat warga yang bersedia meluangkan waktu istirahatnya untuk meronda menjaga keamanan lingkungan. Bantuan sembako tersebut juga menjadi tali asih yang mempererat hubungan emosional antara aparat dan rakyat, menunjukkan sisi empati Polri di tengah kesulitan ekonomi yang mungkin dialami sebagian warga.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat berdialog santai dengan warga Neglasari dalam acara Ngopi Kamtibmas. - thewasesanews.com

​Kegiatan Ngopi Kamtibmas ini ditutup dengan suasana yang penuh keakraban. Tawa lepas dan foto bersama antara warga dan Kapolres menjadi pemandangan yang menyejukkan, mengikis stigma negatif atau ketakutan masyarakat terhadap sosok polisi. Kehadiran polisi di tengah masyarakat kini benar-benar dirasakan secara nyata sebagai mitra, pelindung, dan pengayom. Melalui pendekatan sederhana seperti ngopi bersama, sekat-sekat antara penegak hukum dan warga yang dijaganya perlahan mulai runtuh, berganti dengan rasa saling percaya dan kerja sama yang solid.

​Model pendekatan “Community Policing” atau pemolisian masyarakat seperti ini dinilai sangat efektif untuk menekan angka kriminalitas di wilayah perkotaan yang padat seperti Tangerang. Dengan terbangunnya komunikasi yang baik, potensi gesekan sosial atau aksi kriminal dapat dideteksi secara dini (deteksi dini) sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Neglasari, sebagai salah satu wilayah yang memiliki dinamika sosial cukup tinggi, kini memiliki saluran komunikasi langsung ke pimpinan tertinggi Polres, yang tentunya akan berdampak pada meningkatnya rasa aman bagi para penghuninya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat berdialog santai dengan warga Neglasari dalam acara Ngopi Kamtibmas. - thewasesanews.com

​Kesuksesan acara di Neglasari ini diharapkan menjadi pilot project bagi wilayah-wilayah lain di Kota Tangerang. Kapolres berkomitmen untuk terus berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya, dari satu pos ronda ke pos ronda lainnya, hanya untuk memastikan bahwa pesan keamanan tersampaikan dengan baik dan aspirasi rakyat tidak terhambat oleh meja birokrasi. Stabilitas Kamtibmas di wilayah Kota Tangerang yang tetap aman, nyaman, dan kondusif adalah target utama yang hanya bisa dicapai jika Polri dan masyarakat duduk bersama di satu meja, menikmati kopi yang sama, dan memiliki visi keamanan yang searah.

​Momen sore itu berakhir dengan kepuasan di wajah para warga. Mereka pulang ke rumah masing-masing dengan membawa keyakinan baru bahwa polisi benar-benar ada untuk mereka. Komitmen yang ditunjukkan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota hari ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kedamaian sebuah kota tidak hanya dibangun dengan senjata dan patroli bersirene, tetapi dimulai dari percakapan jujur di sebuah meja kayu sederhana di sudut Neglasari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!