Penutupan PLBN Aruk Berdampak pada Ekonomi Warga Sajingan Besar

Penutupan PLBN Aruk Berdampak pada Ekonomi Perbatasan Sajingan Besar, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

SAMBAS, TheWasesaNews.com – Penutupan akses lintas negara di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dikeluhkan berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga, khususnya mereka yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada aktivitas perdagangan dan kegiatan ekonomi lintas batas.

Sejumlah sektor usaha masyarakat, mulai dari pedagang harian, petani hasil bumi, penyedia jasa transportasi hingga pekerja lintas batas, disebut turut merasakan dampak dari terhentinya aktivitas di kawasan perbatasan.

Aktivitas pasar yang sebelumnya menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat kini dilaporkan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membebani warga yang bergantung pada kegiatan ekonomi lintas negara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga menilai kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perbatasan dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Masyarakat pun mendesak pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah Kabupaten Sambas agar segera turun tangan untuk memberikan penjelasan resmi terkait kondisi operasional PLBN Aruk.

Selain meminta kejelasan mengenai alasan penutupan dan jadwal pemulihan operasional, warga juga berharap pemerintah menghadirkan langkah konkret serta bantuan bagi masyarakat yang terdampak.

“Jangan biarkan warga perbatasan menjadi korban ketidakpastian kebijakan. Berikan solusi cepat sebelum kerugian warga semakin parah,” tegas salah satu perwakilan warga.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar aktivitas ekonomi di kawasan Sajingan Besar dapat kembali berjalan dan masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.

 

 



Narasumber: Warga Sambas



 

Logo The Wasesa News
Dicky S

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply