SIAPA YANG MEMBAYAR HARGA DI BALIK HIBURAN YANG KITA NIKMATI?

"Indonesia telah merdeka sebagai bangsa. Tetapi bagi lebih dari 200.000 pekerja film, kemerdekaan belum sepenuhnya hadir di tempat kerja. Setiap hari, masyarakat Indonesia menikmati film, serial, iklan, dan berbagai karya audiovisual. Kita tertawa, menangis, terhibur, dan merayakan cerita yang hadir di layar. Tetapi hampir tidak pernah kita bertanya: siapa yang membayar harga di balik hiburan tersebut?" tegas Dr. Rizal Djibran, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia (FSPPI).




