JAWA BARAT,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dugaan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menukarkan uang terkait kasus korupsi pengadaan iklan untuk melakukan perjalanan luar negeri. Beberapa pihak juga turut serta dalam perjalanan tersebut.
“Ya ada beberapa pihak yang turut serta dalam aktivitas tersebut,” ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Budi tidak dapat membeberkan identitas pihak-pihak yang mengikuti perjalanan. Saat ini, penyidik tengah mendalami setiap aktivitas yang diduga dibiayai dari uang rasuah pengadaan iklan.
“Kami mendalami dan menelusuri aktivitas Pak RK baik di dalam maupun luar negeri, baik dalam kapasitas sebagai gubernur maupun pribadi, termasuk sumber uang yang digunakan,” jelasnya.
Sebelumnya, KPK telah memanggil Ridwan Kamil pada Selasa (2/11/2025). Pada kesempatan itu, dia membantah terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan iklan serta menerima dana terkait perkara tersebut.
“Kalau ditanya saya mengetahui, saya tidak tahu. Apalagi terlibat dan menikmati hasilnya,” ucap Ridwan Kamil saat di Gedung Merah Putih KPK.
RK mengakui bahwa jabatan gubernur memiliki tanggung jawab penting terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), namun informasi terkait aktivitas korporasi hanya dapat diketahui jika dilaporkan oleh direksi, komisaris, atau kepala biro BUMD.
“Ketiga pihak tersebut tidak melapor kepada saya, sehingga saya tidak terlibat dalam kasus rasuah pengadaan iklan di bank daerah yang tengah diteliti,” klaimnya.
KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap aliran uang kasus tersebut, termasuk mengecek informasi yang menyebutkan hubungan dengan Aura Kasih.
“Kami akan melakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pihak-pihak yang dapat menjelaskan terkait informasi tersebut,” tandas Budi.




