Evakuasi ATR 42-500: Korban Kedua Ditemukan di Jurang Kedalaman 500 Meter Gunung Bulusaraung

banner 468x60

PANGKEP,

Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan satu korban dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban kedua ini ditemukan di jurang terjal dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung pada Senin (19/01).

​Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi temuan tersebut. “Setelah menemukan satu korban kemarin, hari ini tim kembali menemukan satu korban lagi. Lokasinya tidak jauh dari titik penemuan pertama, namun medannya jauh lebih ekstrem karena berada di dasar jurang yang sangat dalam,” jelas Syafii di Makassar.

​Proses identifikasi mengenai jenis kelamin dan identitas korban akan diserahkan sepenuhnya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk memastikan akurasi data.

Tantangan Evakuasi dan Medan Ekstrem

​Hingga Senin sore, proses evakuasi masih berlangsung melalui jalur darat. Cuaca buruk, kabut tebal, dan angin kencang di ketinggian menghambat penggunaan helikopter. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyebutkan bahwa tim di lapangan harus menggunakan teknik mountaineering (panjat tebing) untuk menjangkau puing pesawat yang tersebar di lereng curam.

​Selain mengerahkan 1.007 personel gabungan, tim juga melibatkan warga lokal, khususnya para pencari madu hutan, yang dikenal sangat menguasai medan terjal di Gunung Bulusaraung.

Kondisi Pesawat dan Awak Kabin

​Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandi, menegaskan bahwa pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut dalam kondisi laik terbang sebelum insiden terjadi. Senada dengan itu, Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa pesawat rutin menjalani inspeksi kelaikudaraan secara berkala.

​Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan melalui udara. Seluruh awak pesawat dinyatakan memiliki sertifikat kesehatan (CASR Part 67) yang masih berlaku.

Daftar Penumpang & Awak:

  • Kru: Capt. Andy Dahananto, M. Farhan Gunawan (FO), Hariadi, Restu Adi P, Dwi Murdiono, Florencia Lolita (FA), Esther Aprilita S (FA).
  • Penumpang (KKP): Deden Mulyana, Ferry Irawan, Yoga Nauval.

Kronologi Kejadian

​Pesawat hilang kontak pada Sabtu (17/01) pukul 13.17 WITA saat melintas di perbatasan Maros-Pangkep dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Puing pesawat pertama kali terdeteksi oleh patroli udara pada Minggu pagi (18/01) di koordinat 04°55’48” LS dan 119°44’52” BT.

​Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan data primer dan meminta tim SAR memotret bagian ekor pesawat guna melacak keberadaan black box. KNKT menegaskan belum ada simpulan mengenai penyebab kecelakaan, termasuk menepis spekulasi mengenai kerusakan Emergency Locator Transmitter (ELT).

​Operasi SAR terus dilanjutkan untuk mencari sisa korban dan mengumpulkan material pesawat guna kepentingan investigasi lebih lanjut oleh KNKT.

Laporan ini akan diperbarui secara berkala.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *