NEW YORK,
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan perlunya langkah sistematis untuk memperkuat basis dukungan Israel di Amerika Serikat yang kini dinilai tengah menghadapi tantangan besar.
Dalam sebuah pertemuan di New York, Netanyahu menyoroti peran krusial media sosial dan para influencer sebagai ujung tombak dalam memenangkan narasi publik.
Netanyahu mengungkapkan bahwa penurunan dukungan tersebut dipicu oleh aliran dana yang masif dari berbagai organisasi non-pemerintah (LSM) serta keterlibatan pemerintah asing.
“Banyak dari hal ini dilakukan dengan uang. Uang dari LSM yang besar, uang dari pemerintah yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Fokus pada Platform Besar
Dalam pernyataannya, Netanyahu secara spesifik menyebut TikTok dan X (sebelumnya Twitter) sebagai dua platform paling krusial saat ini.
Ia menekankan pentingnya penguasaan opini di TikTok, yang ia sebut sebagai “pembelian paling penting yang sedang berlangsung saat ini,” serta menjalin komunikasi yang lebih erat dengan pemilik platform X, Elon Musk.
”Kita harus melawan balik. Bagaimana caranya? Dengan para influencer kita,” tegas Netanyahu. Ia juga menambahkan bahwa Elon Musk bukanlan seorang musuh, melainkan kawan yang perlu diajak berdialog untuk mengamankan kepentingan narasi Israel di ruang digital.
Mengarahkan Komunitas Yahudi dan Non-Yahudi
Lebih lanjut, Netanyahu menginstruksikan agar ada arahan yang jelas bagi komunitas Yahudi dan rekan-rekan non-Yahudi di luar negeri.
Meski menyadari adanya penentangan yang kuat, ia optimis bahwa penguasaan media sosial akan memberikan dampak konsekuensial bagi posisi Israel di kancah internasional.
Upaya ini menandai pergeseran strategi diplomasi Israel yang kini lebih agresif menyasar audiens muda melalui platform digital populer guna membendung sentimen negatif yang terus berkembang.





