Tegas! Kapolri Tolak Usulan Polri di Bawah Kementerian: “Lebih Baik Saya Jadi Petani”

banner 468x60

JAKARTA,

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan menohok terkait wacana penempatan institusi Polri di bawah naungan kementerian. Dalam sebuah rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Jenderal Sigit secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap usulan tersebut demi menjaga independensi dan efektivitas kinerja kepolisian.

​Kapolri menegaskan bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden saat ini adalah struktur yang paling ideal. Menurutnya, koordinasi langsung dengan Kepala Negara memungkinkan Polri untuk bergerak cepat dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi tanpa hambatan birokrasi yang berlapis di tingkat kementerian.

Menjaga Independensi Institusi

​Dalam keterangannya, Jenderal Sigit menyoroti potensi risiko jika Polri berada di bawah kementerian. Ia khawatir hal tersebut akan memunculkan fenomena “matahari kembar” atau tumpang tindih kewenangan yang justru dapat menghambat penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan nasional.

​”Kami dari institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian. Bagi kami, posisi saat ini adalah posisi yang sangat ideal,” tegas Kapolri di hadapan para anggota dewan.

Pernyataan Emosional dan Komitmen

​Yang menarik perhatian publik adalah pernyataan lugas Jenderal Sigit saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya menjabat sebagai “Menteri Kepolisian” jika struktur tersebut benar-benar dibentuk. Dengan nada tegas namun santai, ia lebih memilih menanggalkan jabatannya daripada harus memimpin institusi yang tidak lagi independen.

​”Saya lebih baik menjadi petani saja daripada menjadi Menteri Kepolisian. Jika pilihannya adalah Polri tetap di bawah Presiden atau ada Menteri Kepolisian, saya lebih memilih Kapolri dicopot saja,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan oleh hadirin.

​Pernyataan ini seolah menjadi pesan kuat bahwa bagi Jenderal Listyo Sigit Prabowo, integritas dan marwah institusi jauh lebih penting daripada sekadar jabatan politik baru.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *