JAKARTA, THEWASESANEWS – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap akselerasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam sebuah pertemuan strategis, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Utara atas dedikasi serta peran aktifnya dalam membina dan mengelola kawasan transmigrasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Viva Yoga saat menerima kunjungan kerja Bupati Konawe Utara, Ikbar, di Gedung C, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026). Fokus utama dalam audiensi ini adalah mengevaluasi keberhasilan program transmigrasi di daerah serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk penguatan ekonomi para transmigran di masa depan.
Komitmen Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga bagi Petani Hialu.
Komitmen Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga bagi Petani Hialu. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga adalah efektivitas tata kelola di Kawasan Transmigrasi Hialu. Di wilayah tersebut, pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan nyata kepada para petani transmigran dengan memberikan fasilitas bantuan sarana produksi yang sangat memadai. Petani difasilitasi mulai dari pemberian benih unggul hingga pupuk bersubsidi, bahkan beberapa komponen diberikan secara gratis guna menekan biaya produksi pertanian.
“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan standar kesejahteraan para transmigran dan masyarakat lokal di sana. Inisiatif Pemkab Konawe Utara dalam memberikan subsidi pupuk dan benih adalah langkah nyata yang patut dicontoh oleh daerah lain untuk menciptakan kemandirian pangan di kawasan transmigrasi,” ujar Viva Yoga. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci utama agar kawasan transmigrasi tidak lagi dianggap sebagai wilayah pinggiran, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Potensi Geografis dan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Mengingat pengalamannya berkunjung langsung ke Konawe Utara pada tahun 2025, Viva Yoga mengakui keunggulan geografis wilayah tersebut. Kawasan Hialu dikenal memiliki karakteristik lahan yang sangat subur dengan ketersediaan air yang melimpah sepanjang tahun. Potensi unggulan yang menjadi primadona di sana meliputi sektor tanaman pangan seperti padi, sektor perkebunan sawit, hingga berbagai jenis tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi.
Guna mendukung potensi alam tersebut, Kementrans secara konsisten telah menjalankan berbagai program infrastruktur di Hialu. Program tersebut mencakup pengadaan sarana produksi lahan usaha, pembangunan fasilitas sanitasi seperti toilet, rehabilitasi gedung sekolah, hingga peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan jalan lapis penetrasi dan saluran drainase samping jalan. Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah distribusi hasil panen petani menuju pasar, sehingga margin keuntungan petani tetap terjaga.
Integrasi Sosial dan Ekspansi ke Sektor Perikanan Lasolo Raya
Aspek integrasi sosial di Konawe Utara juga mendapat pujian tinggi. Keberadaan transmigrasi di wilayah tersebut didukung penuh oleh warga lokal. Hal ini dibuktikan dengan adanya warga setempat di Hialu yang secara sukarela menghibahkan lahan seluas 1.000 hektar untuk kepentingan pengembangan kawasan. Keharmonisan ini menjadi modal sosial yang kuat bagi stabilitas wilayah.
Melihat kesuksesan di sektor pertanian, Pemkab Konawe Utara kini mengusulkan pengembangan kawasan baru di Lasolo Raya, tepatnya di Desa Tanjung Laimeo, Kecamatan Sawa. Kawasan ini diusulkan menjadi kawasan transmigrasi dengan fokus utama pada pengelolaan sektor perikanan tangkap. Rencana ini sejalan dengan visi kementerian untuk melakukan diversifikasi sektor ekonomi di kawasan transmigrasi agar tidak hanya terpaku pada sektor agraris, tetapi juga merambah potensi maritim yang melimpah.
Urgensi Sertifikasi SHM dan Kepastian Hukum Lahan
Isu legalitas lahan menjadi bahasan yang paling ditekankan dalam pertemuan di Kalibata tersebut. Saat ini, tercatat ada sebanyak 824 kepala keluarga transmigran di Konawe Utara yang menggantungkan hidupnya dari lahan tersebut. Namun, tantangan muncul pada proses administrasi pertanahan. Dari target 2.322 bidang lahan yang harus disertifikasi, baru 288 bidang yang telah terealisasi menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM), sementara 2.034 bidang lainnya masih dalam proses birokrasi.
“Kita dorong agar sertifikasi ini dipercepat. Lahan bagi transmigran bukan hanya sebagai tempat tinggal, namun juga sebagai sumber ekonomi utama. Dengan status SHM, masyarakat memiliki kepastian hukum dan akses terhadap permodalan perbankan untuk mengembangkan usaha mereka,” tegas Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga. Beliau juga mendorong agar setiap sengketa tumpang tindih lahan atau klaim sepihak segera dituntaskan melalui koordinasi dengan kementerian terkait dan aparat penegak hukum.
Keputusan Politik: Pembebasan Status Kawasan Hutan
Terkait kendala lahan yang masuk dalam peta kawasan hutan, Viva Yoga mengungkapkan adanya terobosan besar berupa keputusan politik yang disepakati antara Komisi V DPR RI dan Kementerian Transmigrasi. Keputusan politik ini menjadi payung hukum bagi pemerintah untuk mengeluarkan dan melepaskan status seluruh kawasan transmigrasi yang berada di dalam kawasan hutan.
Kebijakan progresif ini bahkan diperluas saat rapat kerja bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Disepakati bahwa desa-desa yang telah eksis namun berada di dalam kawasan hutan atau taman nasional harus segera dilepaskan status kawasannya. Langkah ini diambil untuk memberikan keadilan bagi warga yang sudah menempati wilayah tersebut secara turun-temurun agar dapat mengelola lahan mereka secara legal dan aman demi kesejahteraan nasional. Menurut Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga, percepatan SHM adalah janji pemerintah yang harus segera ditunaikan. Beliau tidak ingin ada transmigran yang terkendala masalah legalitas saat ingin mengembangkan potensi pertaniannya. Dengan dukungan penuh dari Kementrans, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga optimis bahwa Konawe Utara akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Harapan Besar untuk Kemajuan Konawe Utara
Menutup pertemuan tersebut, Viva Yoga menyatakan optimismenya bahwa Konawe Utara akan menjadi lokomotif pembangunan di Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan regulasi dari pusat dan eksekusi program yang tepat dari daerah, Kawasan Transmigrasi Hialu dan Lasolo Raya diproyeksikan menjadi pilar ekonomi yang mandiri dan berdaya saing global.
