Tragedi Bondi: 12 Tewas, Australia Kecam Keras Serangan Teror, WNI Diimbau Waspada

banner 468x60

Sydney,

Perayaan yang seharusnya damai di tepi laut Bondi, Sydney, mendadak berubah menjadi mimpi buruk berdarah. Aksi penembakan massal yang mengguncang kawasan Pantai Bondi pada Minggu (14/12/2025) malam waktu setempat telah menewaskan 12 orang, termasuk pelaku, dan melukai 29 lainnya, memicu duka mendalam sekaligus kemarahan nasional di Australia. Pemerintah Australia Buru Otak Pelaku; 12 Korban Jiwa Dikonfirmasi

Insiden mengerikan ini, yang terjadi di tengah perayaan Hanukkah, segera memicu respons sigap dari otoritas New South Wales (NSW).

Premier NSW dan Kepolisian NSW mengonfirmasi bahwa hingga pukul 22.00 waktu setempat, jumlah korban tewas mencapai 12 orang.

Aparat keamanan kini tengah melakukan investigasi mendalam, termasuk mengejar kemungkinan adanya ancaman teror lanjutan dan menelusuri motif serta otak di balik serangan.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengecam keras aksi tersebut, menyebutnya sebagai “aksi terorisme yang mengerikan” dan “tindakan antisemitisme, sangat jahat.” Albanese menegaskan bahwa serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia, menjanjikan bahwa negara tidak akan memberikan tempat bagi kebencian, kekerasan, dan terorisme.

“Setiap warga Australia malam ini, seperti saya, merasa hancur melihat serangan ini,” ujar Albanese, sembari menambahkan, “Izinkan saya mempertegasnya, kita akan memberantasnya!” Indonesia Pantau Ketat, Belum Ada Konfirmasi WNI Terdampak

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney menyatakan mencermati situasi ini dengan sangat serius.

KJRI Sydney terus menjalin koordinasi intensif dengan otoritas Australia, termasuk menantikan pengumuman resmi mengenai kewarganegaraan para korban.

“Sejauh ini, belum ada informasi resmi yang mengonfirmasi adanya warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak dalam insiden tersebut,” demikian keterangan resmi dari KJRI Sydney.

KJRI Sydney mengimbau seluruh WNI di wilayah NSW untuk segera mengambil langkah kewaspadaan maksimal, menjauhi lokasi kejadian, dan senantiasa mematuhi setiap arahan dari otoritas setempat.

Bagi WNI yang memerlukan bantuan atau memiliki informasi relevan, dapat segera menghubungi Hotline KJRI Sydney di nomor ‪+61 434 544 478‬.

Dalam situasi duka dan kekerasan yang keji ini, Perdana Menteri Albanese menutup pernyataannya dengan seruan persatuan.

“Di tengah tindakan kekerasan dan kebencian yang keji ini akan muncul momen persatuan nasional di mana warga Australia secara keseluruhan akan merangkul sesama warga Australia yang beragama Yahudi.”

Peristiwa Bondi ini adalah pengingat tegas bahwa ancaman terorisme global masih nyata, menuntut kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat komitmen anti-kekerasan.

Pemerintah Australia telah bertekad untuk memberantas akar terorisme ini, dan komunitas internasional, termasuk Indonesia, harus bersatu mendukung upaya penegakan hukum dan perdamaian global.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *