Perihal: Darurat Kemanusiaan: Siswa SDN 3 Sindang Sari Menjadi Korban Program MBG yang Tidak Layak
Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia,
Niat mulia Bapak untuk membangun generasi emas melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini sedang dikhianati di lapangan. Di SDN 3 Sindang Sari, Lampung Utara, program kebanggaan Bapak telah berubah menjadi ancaman kesehatan bagi anak didik kami.
Pada Senin, 12 Januari 2026, kami menyaksikan sebuah ironi yang menyakitkan. Makanan yang seharusnya menjadi sumber nutrisi, justru hadir dalam kondisi yang menghina martabat kemanusiaan:
- Tempe busuk dengan bau yang menyengat.
- Sayur gulai basi yang sudah berlendir dan beracun.
- Buah anggur rusak yang tidak layak sentuh, apalagi konsumsi.
Bapak Presiden yang kami muliakan,
Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan kejahatan terhadap kesehatan anak-anak. Akibatnya, sedikitnya 12 siswa kami tumbang dengan gejala mual, muntah, dan sakit perut hebat. Nyawa anak-anak kami dipertaruhkan demi keuntungan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kejadian ini adalah puncak gunung es dari buruknya profesionalisme pengelola dapur MBG di wilayah kami. Kami menolak diam melihat program Bapak disabotase oleh mereka yang hanya mengejar profit dengan mengabaikan standar keamanan pangan.
Melalui surat ini, kami menuntut ketegasan Bapak untuk:
- Audit Total & Pemecatan: Evaluasi menyeluruh dan putus kontrak penyedia jasa/dapur MBG di Lampung Utara yang telah lalai secara fatal.
- Sanksi Pidana: Tindak tegas oknum yang bermain dengan anggaran negara hingga menyajikan makanan busuk kepada anak sekolah.
- Sistem Pengawasan Berlapis: Jamin standar nutrisi dan kebersihan dengan pengawasan ketat agar tidak ada lagi siswa di Indonesia yang harus masuk rumah sakit karena makanan sekolah.
Anak-anak kami adalah masa depan bangsa, bukan objek uji coba makanan basi. Kami mendukung visi Bapak, namun kami mengharamkan ketidakmanusiaan dalam implementasinya.
Hormat kami,
Keluarga Besar SDN 3 Sindang Sari
Lampung Utara







