Cinere-Depok,
Dalam forum rembuk warga (Pra Musrembang) yang digelar di lingkungan RW 01 yg diketuai Bapak Miftahudin, dua narasumber kunci memaparkan secara detail perencanaan, alokasi wajib, dan mekanisme pencairan dana kelurahan berbasis Rukun Warga (RW) senilai Rp300 juta yang realisasinya direncanakan pada tahun 2027.
Pertemuan yang dihadiri oleh perangkat RT, tokoh ulama, tokoh masyarakat, kader, dan tokoh pemuda ini bertujuan merumuskan prioritas pembangunan dan memahami prosedur administratif yang baru.
Bapak Dedi kasietbang kelurahan cinere, selaku pembicara pertama, menyampaikan penjelasan mendalam mengenai komponen anggaran. Dari total dana Rp300 juta, terdapat 9 item kegiatan wajib (mandatori) yang harus diambil oleh RW, dengan total nilai mencapai sekitar Rp92,882 juta.
Item-item wajib tersebut meliputi Pemilahan Sampah (Rp5,8 juta), Penghijauan (Rp5 juta), Pembentukan Kampung Iklim (Rp7,472 juta), Operasional Posyandu (Rp6 juta), Insentif Kader Posyandu (Rp15 juta), Kreativitas Kepemudaan (Rp10 juta), Wisata Keberagaman (Rp25 juta), Kampung Cabe untuk Ketahanan Pangan (Rp8,11 juta), serta Insentif bagi Ketua RW dan RT. Setelah dikurangi anggaran wajib, tersisa dana sekitar Rp186 juta yang dapat dirembukkan oleh warga untuk program pilihan di wilayah RW 01.
“Sisa sekitar Rp 186 juta ini yang harus kita olah dan rembukkan pada malam ini untuk kegiatan RW,” jelas Pak Dedi.
Bapak Jayadi dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan Cinere, kemudian memaparkan mekanisme teknis dan administrasi pelaksanaan, baik untuk sisa anggaran tahun 2027 maupun program tahun 2026 yang telah disetujui.
Dia menekankan pentingnya segera membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk setiap kegiatan, seperti Pokmas RW dan Pokmas Posyandu, sebagai syarat pencairan dana.
“Pokmas yang ber-SK ini tidak ada honornya. Tujuannya untuk melaksanakan kegiatan,” tegasnya. Prosedur pencairan melibatkan pembuatan proposal, RAB, dan pencairan bertahap, dengan ketentuan berbeda antara pengadaan barang, kegiatan fisik, serta program seperti Wisata Keberagaman dan Kreativitas Kepemudaan yang dicairkan 100%.
Dia juga mengingatkan agar usulan untuk tahun 2027 segera dirumuskan dan diserahkan paling lambat pertengahan Maret untuk dapat diinput dalam proses Musrenbang kelurahan.
“Melalui rembuk ini, diharapkan terjadi pengelolaan dana yang transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat RW 01 kel. cinere, dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh unsur warga.” Tutup bapak miftah (ketua RW 01)







