CIRENDEU, TANGERANG SELATAN
Menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026, Sekretaris PAC Pemuda Pancasila (PP) Cirendeu, Bang Kempul, bersama aktivis lingkungan Marcel Gerungan dan Dr. Bernard Siagian, S.H., M.A. (Ketua DPP GAKORPAN), menggelar acara silaturahmi akbar dan doa bersama di kawasan Danau Situ Gintung, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Acara yang dipusatkan di Warung Pak Lubis ini dihadiri oleh anak-anak yatim serta berbagai elemen masyarakat.
Momentum pelepasan tahun 2025 ini dilakukan dengan penuh khidmat melalui doa kerukunan umat, sekaligus menjadi bentuk solidaritas atas bencana banjir bandang yang melanda empat provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara (Tapteng), Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan (Tebing Tinggi).
Komitmen Nasionalisme dan Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Dr. Bernard Siagian menekankan pentingnya refleksi diri bagi seluruh elemen bangsa.
Beliau menyoroti bahwa bencana alam yang terjadi merupakan dampak nyata dari kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal (PETI) dan pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Tahun baru harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepekaan sosial. Kita melihat saudara-saudara kita di pelosok desa menderita akibat keserakahan mafia sumber daya alam. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga aset negara,” tegas Dr. Bernard.
Senada dengan hal tersebut, Marcel Gerungan selaku penasehat lingkungan hidup Pemuda Pancasila, menyerukan semangat patriotisme. Ia mengajak seluruh kader untuk tetap teguh pada komitmen pengabdian masyarakat.
“Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Mari kita rapatkan barisan untuk membantu bangsa keluar dari keterpurukan bencana. Sesuai pesan Bung Karno, pemuda harus mampu mengguncang dunia melalui gotong royong dan integritas,” ujar Marcel.
Kenangan Sejarah dan Harapan Baru
Lokasi acara di Danau Situ Gintung memiliki makna historis tersendiri. Tragedi jebolnya tanggul di masa lalu menjadi pengingat akan dahsyatnya kekuatan alam.
Bang Kempul, mewakili Ketua PAC Pemuda Pancasila Cirendeu, menyatakan bahwa perayaan ini merupakan bentuk empati spontan dari para anggota.
Selain doa bersama dan sholat ghaib yang dilakukan bersama rekan-rekan BPKB Banten serta Banser NU, acara juga diisi dengan ramah tamah sederhana seperti bakar ikan dan singkong bersama warga. Hal ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar elemen masyarakat di awal tahun 2026.
“Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi para korban bencana. Semoga doa di awal tahun ini membawa kesehatan, kedamaian, dan kelimpahan rezeki bagi kita semua menuju Indonesia Emas 2045. Pancasila Abadi!” tutupnya.
