Pribumi Terasing di Tanah Sendiri: Aliansi Masyarakat Kaubun Kepung PT GAM, Tuntut Keadilan Lapangan Kerja!

banner 468x60

KUTAI TIMUR,

Gelombang keresahan masyarakat lokal mencapai titik didih. Hari ini, Rabu (21/1), ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sangsakakaukar memblokade akses utama Jalan Poros Kaubun.

Aksi ini merupakan reaksi keras terhadap PT Ganda Alam Makmur (PT GAM) yang dinilai menutup mata terhadap potensi tenaga kerja lokal dan masyarakat adat setempat.

​Koordinator Aksi, Erwin Santoso, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang raksasa tersebut belum memberikan efek domino kesejahteraan bagi warga pribumi.

Sebaliknya, masyarakat lokal hanya disuguhi debu dan deru mesin, sementara posisi strategis hingga teknis disinyalir didominasi oleh tenaga kerja dari luar Pulau Kalimantan.

​”Kami menolak menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri! Ironis ketika warga lokal yang memiliki kompetensi justru dipersulit, sementara mobilisasi tenaga kerja dari luar terus mengalir. Ini bukan sekadar meminta pekerjaan, ini adalah tuntutan martabat putra daerah,” tegas Erwin dalam orasi tajamnya di lokasi aksi.

Poin Ultimatum Masyarakat :

Hentikan Diskriminasi Rekrutmen: Mendesak PT GAM memprioritaskan 100% putra daerah untuk posisi yang dapat diisi oleh tenaga kerja lokal tanpa syarat yang mengada-ada.

Audit Transparansi Tenaga Kerja: Menuntut perusahaan membuka data proporsi pekerja luar daerah dan mengevaluasi kebijakan rekrutmen yang selama ini dianggap tertutup.

Kedaulatan Masyarakat Adat: Perusahaan wajib memberikan pengakuan konkret melalui pemberdayaan ekonomi dan keterlibatan aktif masyarakat adat dalam rantai operasional perusahaan.

​Aksi massa yang didukung oleh 8 organisasi kemasyarakatan (Ormas) besar, termasuk Aliansi Dayak Bersatu dan Laskar Kebangkitan Kutai, mengancam akan melumpuhkan total operasional unit PT GAM hingga ada kesepakatan hitam di atas putih.

​”Jika manajemen tetap bebal dan hanya memberikan janji manis tanpa realisasi, jangan salahkan jika solidaritas masyarakat Sangsakakaukar akan bertahan lebih lama di jalanan. Kami tidak akan pulang sebelum keadilan bagi tenaga kerja lokal terpenuhi,” pungkas Erwin.

​Hingga berita ini diturunkan, ketegangan masih terasa di jalur poros Kaubun. Pihak manajemen PT GAM belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi boikot operasional yang dilakukan oleh massa.

Narasumber : Erwin Santoso

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *