Kutacane,
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) bergerak cepat merespons dampak bencana. Pada Sabtu (13/12), Bupati HM Salim Fakhry, SE, MM, turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Ketambe untuk memastikan upaya pembukaan kembali ruas jalan nasional yang vital, yang terputus akibat terjangan banjir sungai beberapa waktu lalu.
Kunjungan kerja ini dilakukan didampingi oleh Ketua DPRK Denny Febrian Roza, Dandim 0108/Agara, Ketua TP PKK Hj. Nurjanah Salim Fakhry, Setda Yusrizal, dan beberapa Kepala Dinas terkait, termasuk Kabag Kesra Setdakab Hj. dr. Irawati Desky, Kadis Sosial Bahagia Wati, Kalaksa BPBD Mhd. Asbi, ST, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Kadis Perkimtan.
Bertempat di Desa Simpur Jaya, Bupati Fakhry meninjau langsung operasional empat unit alat berat yang dikerahkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Fokus utama pengerjaan saat ini adalah membendung aliran Sungai Alas untuk memungkinkan pengalihan air dan percepatan pembukaan ruas jalan.

“BPJN telah bekerja intensif Untuk mendukung percepatan, kita akan menambah satu unit alat berat lagi di lokasi,” tegas Bupati.
Ia menjelaskan bahwa target pembukaan penuh sempat tertunda akibat curah hujan tinggi tadi malam. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa jalan darurat sudah berfungsi.
“Beberapa titik yang sempat terputus di Ketambe Alhamdulillah saat ini sudah bisa dilalui. Dengan tambahan unit, kami optimis dalam dua hari ke depan, akses jalan nasional menuju Rumah Bundar sudah tembus dan dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda empat,” jelasnya.
Di samping fokus pada pemulihan infrastruktur, rombongan Bupati juga mengunjungi Posko Pengungsian di Desa Simpur Jaya. Bupati Fakhry menyempatkan diri menyapa para pengungsi, mendengarkan langsung keluhan mereka, terutama terkait kebutuhan dasar seperti kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, dan layanan kesehatan.

Warga terdampak bencana mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat dan kepedulian Pemerintah Daerah.
Peninjauan ini mempertegas komitmen Pemkab Aceh Tenggara untuk berada di tengah masyarakat, menjamin keselamatan mereka, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar—mulai dari sembako hingga fasilitas kesehatan dan hunian sementara—dapat terpenuhi secara optimal dan cepat.







