MANOKWARI, thewasesanews – Menjelang puncak perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran pimpinan tertinggi di Provinsi Papua Barat bergerak cepat untuk memastikan kesiapan pengamanan wilayah secara menyeluruh. Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat melaksanakan peninjauan intensif ke sejumlah titik Posko Terpadu Operasi Ketupat Mansinam 2026 di wilayah Manokwari, pada Jumat (20/03/2026).
Kegiatan pemantauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dan aparat keamanan dalam menghadirkan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan mengusung tema besar “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Operasi Ketupat Mansinam 2026 yang dikawal ketat oleh Pangdam XVIII Kasuari ini menitikberatkan pada pelayanan prima dan pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pengecekan Kesiapan Personel di Titik Strategis Manokwari

Berdasarkan pantauan tim investigasi di lokasi, rombongan Pangdam XVIII Kasuari dan Forkopimda menyisir sejumlah titik layanan vital yang menjadi urat nadi mobilisasi warga. Di antaranya adalah Pos Pelayanan Sinar Suri dan Pos Pengamanan di simpangan Gereja Makalo. Fokus utama dari peninjauan ini meliputi pengecekan kelayakan sarana dan prasarana penunjang, kesiapsiagaan personel gabungan, hingga evaluasi sistem pengamanan yang diterapkan di lapangan.
Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menegaskan bahwa keterlibatan personel TNI dalam Operasi Ketupat Mansinam merupakan bagian dari tugas perbantuan kepada Polri dan Pemerintah Daerah. Sebagai pucuk pimpinan militer di wilayah ini, Pangdam XVIII Kasuari menekankan agar setiap prajurit yang bertugas di posko terpadu senantiasa mengedepankan sikap humanis namun tetap waspada terhadap segala bentuk potensi ancaman yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat.
Penegasan Pangdam XVIII Kasuari Terkait Keamanan Rakyat
Kehadiran jenderal bintang dua ini di tengah-tengah prajurit dan petugas gabungan memberikan motivasi tambahan bagi mereka yang bertugas di garda terdepan. Menurut Pangdam XVIII Kasuari, keberadaan posko terpadu ini adalah representasi nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
“Kehadiran posko terpadu ini menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami dari Kodam XVIII/Kasuari memastikan seluruh personel siap melaksanakan tugas dengan maksimal. Tujuan akhir kita adalah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian tanpa rasa khawatir,” tegas Pangdam XVIII Kasuari saat memberikan arahan kepada awak media.
Beliau juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan ini mencakup monitoring 24 jam terhadap titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Pangdam XVIII Kasuari menginstruksikan tim medis militer untuk selalu siaga di pos pelayanan guna memberikan pertolongan pertama bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di perjalanan.
Kolaborasi Forkopimda: Kunci Stabilitas Keamanan Papua Barat

Senada dengan Pangdam, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., menggarisbawahi bahwa stabilitas keamanan daerah tidak dapat diwujudkan oleh satu instansi saja. Langkah taktis yang diambil Pangdam XVIII Kasuari bersama Gubernur menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Papua Barat, khususnya di pusat-pusat keramaian.
“Sinergi yang terbangun dengan baik antara Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri merupakan modal utama kita. Melalui Operasi Ketupat Mansinam 2026, kita ingin memastikan kelancaran arus mudik di jalur transportasi, pusat perbelanjaan, hingga tempat ibadah. Kita ingin masyarakat merasakan kebahagiaan yang utuh saat merayakan Lebaran di Bumi Kasuari ini,” ungkap Gubernur. Sinergitas ini juga mencakup koordinasi dengan tokoh adat dan tokoh agama guna memastikan toleransi beragama tetap terjaga di tengah suasana hari raya.
Fokus Pengamanan Objek Vital dan Jalur Mudik
Operasi Ketupat Mansinam 2026 di wilayah Papua Barat memfokuskan pengamanan pada titik-titik krusial yang diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat secara drastis. Jalur transportasi darat, pelabuhan penyeberangan, hingga bandara di Manokwari mendapatkan atensi khusus dari petugas gabungan di bawah pengawasan langsung Pangdam XVIII Kasuari.
Hasil pemantauan di beberapa titik menunjukkan rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung tertib, aman, dan lancar. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen kuat dari Pangdam XVIII Kasuari dalam memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat. Pengamanan objek vital seperti instalasi listrik dan ketersediaan BBM juga menjadi bagian dari fokus koordinasi Forkopimda guna mencegah kendala teknis selama hari raya.
Komitmen Keamanan Jangka Panjang Kodam XVIII Kasuari
Langkah proaktif yang ditunjukkan oleh Pangdam XVIII Kasuari tidak hanya berhenti pada peninjauan posko semata. Penguatan intelijen dan patroli dialogis terus ditingkatkan di seluruh jajaran Kodim dan Koramil di wilayah Papua Barat. Pangdam XVIII Kasuari berharap, melalui kedekatan prajurit dengan rakyat (Kemanunggalan TNI-Rakyat), potensi konflik atau gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
Perayaan Idul Fitri 1447 H ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tanah Papua. Dengan pengawalan ketat dari Pangdam XVIII Kasuari dan jajaran Forkopimda, stabilitas keamanan Papua Barat diharapkan tetap terjaga hingga masa arus balik lebaran berakhir. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Keberhasilan Operasi Ketupat Mansinam ini akan menjadi catatan penting bagi kepemimpinan Pangdam XVIII Kasuari dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah timur Indonesia. The Wasesa News akan terus melaporkan perkembangan situasi terkini dari berbagai titik pengamanan di Papua Barat untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
