Depok,
Paguyuban Orang Manado Depok (Pomade) merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tema “Disatukan dalam kasih Kristus, Diharumkan dalam persaudaraan”.
Pdt Nico Sambur, ketua Pomade, menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya perayaan natal dan tahun baru, tapi juga HUT ke-6 Pomade. Ia berharap Pomade tetap bersatu dan saling baku sayang.
Pembicara, Pdt Talita Doodoh, menekankan pentingnya persatuan dan kasih dalam keluarga dan komunitas.
Selain itu, dia juga mengingatkan para istri untuk menjadi penolong bagi suami dan keluarga, serta para bapa untuk mencintai istri dan keluarga dengan sepenuh hati.
Pdt,Talita Doodoh menyampaikan kotbah yang berapi-api dan penuh semangat, menekankan pentingnya kasih Kristus dan persatuan dalam komunitas Pomade.
Ia menggunakan bahasa Manado untuk menjelaskan makna “baku” sebagai “saling”, seperti baku sayang (saling mengasihi), baku dapa (bertemu), baku ciong (berciuman), dan baku sedu (bercanda). Ia juga mengajak para pendeta untuk menyerukan persatuan dan kasih.
Penyalaan Lilin Pomade dilakukan oleh beberapa tokoh, termasuk Pdt Talita Doodoh, Pdt Niko Sambur, Pdt Sendy, Ev Adolf Posuma, dan Pdt Roland M Samuel, yang mewakili hampir 17 lilin natal. Acara ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat Natal bagi komunitas Pomade.
Pdt Niko Sambur mengucapkan terima kasih kepada para pendiri Pomade, pengurus, dan donatur yang telah bekerja keras untuk acara Natal Pomade.
Pihak pemerintah kota Depok, yang diwakili oleh Kesbangpol, Sri Rejeki Marsinta, S.H., M.Hum, memberikan pesan natal yang menekankan pentingnya persatuan, kerukunan, dan gotong royong dalam mewujudkan Kota Depok yang rukun beragama.
Sri juga mengajak masyarakat untuk membangun semangat kebhinekaan dan selamat natal serta tahun baru.
Motto Pomade sebagai orang Minahasa sebagaimana petuahnya Sitou Timou Tumou Tou artinya, “Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain”.
Sementara kata Torang Samua Basudara artinya, “Kita Semua Bersaudara”.
Pakatu’an wo Pakalawiren artinya, “Panjang umur dan sejahtera”.
I Yayat U Santi artinya, “Angkatlah Pedang, perang”. Mapalus artinya, “Gotong royong/saling menolong”.
Cita Waya Esa artinya, “Kita Semua Satu” dan Katowan intow tanu rukut maweles artinya, “Hidup manusia seperti rumput, kelak akan layu”.
Pomade senantiasa berjiwa gotong royong, Jangan hanya menjadi teori saja, jadilah pemimpin jangan lupa diri dengan asal usul. Pomade harus saling baku manis, orang boleh berubah, Pomade tetap harum dan bersatu di kota Depok”, kata Adolf Posumah
Kegiatan perayaan Natal. Pomade juga membagikan sembako untuk para gembala dan doorprize kepada para hadirin.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 350 orang dan dimeriahkan oleh tarian Kabasaran, penyanyi, dan doorprize dan doa penutup.





