PASURUAN,
Sinar matahari pagi menyinari setiap sudut Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Suasana kampung yang biasanya tenang berubah menjadi ladang gotong royong yang penuh semangat saat Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan bekerja sama dengan warga lokal dan siswa SMP Negeri 2 Gondangwetan melaksanakan karya bakti pembersihan lingkungan, Minggu pagi.
BAHU-MEMBAHU BERSIHKAN LINGKUNGAN SEJAK PAGI
Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan prajurit TNI bahu-membahu dengan ratusan warga serta sekitar 50 siswa SMP Negeri 2 Gondangwetan mulai berkumpul di pusat desa untuk memulai kegiatan. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok kerja: satu kelompok fokus membersihkan selokan yang mampet akibat sampah dan lumpur, kelompok lain mengangkut sampah yang terkumpul menggunakan gerobak dan kardus, sementara kelompok siswa merapikan pinggir jalan dengan membersihkan daun kering dan ranting yang berserakan.
“Kita mulai dari ujung jalan masuk desa hingga ke area sekitar balai desa. Selokan yang mampet sering menyebabkan genangan saat hujan, jadi pembersihan kali ini diharapkan bisa mengatasi masalah itu sekaligus membuat lingkungan lebih nyaman,” ujar Sertu Dwi, salah satu personel Satgas TMMD yang membimbing kelompok pembersihan selokan.
Para siswa yang terlibat tampak antusias mengikuti setiap arahan dari prajurit dan warga tua. Mereka bekerja dengan penuh semangat, terkadang tertawa bersama saat mengangkut tumpukan daun kering yang cukup besar. Menurut salah satu siswa kelas VIII, Rina, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar tentang kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita biasanya hanya belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan di sekolah, tapi hari ini kita bisa langsung melakukan praktiknya bersama TNI dan warga. Rasanya senang bisa membantu membuat desa kita lebih bersih,” ucap Rina dengan senyum ceria.
KEGIATAN BUKAN HANYA BERSIHKAN, TAPI JUGA MENANAMKAN KESADARAN
Selain tujuan utama membersihkan lingkungan, kegiatan karya bakti ini juga diharapkan dapat menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, tanpa memandang usia dan profesi. Satgas TMMD berusaha memberi contoh langsung kepada generasi muda agar selalu peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar mereka.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan desa, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat bahwa kita semua punya peran dalam menjaga kebersihan. Keterlibatan para siswa menunjukkan bahwa pesan ini mulai diterima oleh generasi muda, dan itu adalah hal yang sangat positif,” jelas Sertu Dwi.
Sepanjang jalan kampung yang mulai berubah tampilan, warga terlihat antusias membantu setiap langkah kegiatan. Beberapa ibu rumah tangga secara sukarela menyediakan air minum hangat dan camilan bagi para peserta kerja bakti, sementara anak-anak kecil menyaksikan dengan penuh rasa kagum dari pinggir jalan, bahkan beberapa di antaranya ingin ikut membantu mengumpulkan sampah kecil.
Ibu Suparti, salah satu warga Desa Wonosari yang turut berpartisipasi, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kebersihan desa yang semakin membaik akan berdampak positif bagi kesehatan seluruh warga.
“Sangat membantu sekali adanya bantuan dari TNI dan partisipasi anak-anak sekolah. Kita sering kesusahan membersihkan selokan karena butuh banyak tenaga, tapi dengan gotong royong seperti ini, pekerjaan jadi lebih cepat selesai,” ujarnya sambil menyiram air ke wajah cucunya yang sedang menonton kegiatan.
SEBAGIAN DARI PROGRAM NONFISIK TMMD UNTUK MEMPERERAT SILATURAHMI
Karya bakti pembersihan lingkungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nonfisik TMMD Ke-127 yang berlangsung di Desa Wonosari. Program TMMD sendiri tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, atau sarana prasarana lainnya, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia dan mempererat hubungan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
“Program TMMD adalah wujud komitmen TNI untuk bersama-sama membangun desa dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan nonfisik seperti ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menumbuhkan nilai kepedulian yang saling menghargai,” ungkap Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf. Budi Santoso dalam sambutan singkat sebelum kegiatan dimulai.
Menjelang pukul 11.00 WIB, kegiatan karya bakti mulai memasuki tahap akhir. Jalan kampung yang sebelumnya dipenuhi rumput liar, sampah, dan daun kering kini terlihat lebih rapi dan bersih. Selokan yang tadinya mampet sudah dapat dialiri air dengan lancar, dan area sekitar balai desa terlihat lebih terawat.
Sebelum berpisah, para siswa berpamitan kepada prajurit TNI dengan senyum hangat dan jabat tangan erat. Beberapa siswa bahkan meminta untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari kegiatan gotong royong tersebut.
HARAPAN KESADARAN JAGA KEBERSIHAN MENJADI KEBIASAAN
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan berharap bahwa kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan bagi seluruh masyarakat Desa Wonosari. Selain itu, diharapkan kerja sama antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik untuk kemajuan bersama desa.
“Kita berharap setelah kegiatan ini, masyarakat bisa terus menjaga kebersihan yang telah kita capai bersama. Jaga lingkungan seperti menjaga rumah sendiri, karena ini adalah tempat kita tinggal dan kita harus merawatnya bersama,” tutup Sertu Dwi saat menutup kegiatan.
Sebagai tindak lanjut, pihak desa juga akan membentuk kelompok pemeliharaan lingkungan yang terdiri dari warga dan siswa sekolah untuk memastikan kebersihan desa tetap terjaga secara berkelanjutan.
