JAS RAPI ITU KINI TELAH PERGI, TAPI JIWA SANG PAHLAWAN SATPAM TETAP ABADI

banner 468x60

JAKARTA,

Dunia hukum dan jagat pengabdian para penjaga keamanan kini berselimut duka yang paling dalam. Kita tidak hanya kehilangan seorang Advokat yang cerdas, tetapi kita kehilangan sebuah mercusuar integritas; sosok yang sepanjang hidupnya berdiri kokoh sebagai perisai bagi mereka yang sering terlupakan di garda depan keamanan.

Kisah ini bermula pada tahun 2022, saat embun perjuangan baru saja dimulai. Advokat Widi Irwanto, S.H. hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai salah satu pilar utama yang mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Satpam Indonesia Berkeadilan (LBH SIB).

Sejak awal, beliau telah memancarkan karisma yang langka—seorang pria yang penuh wibawa namun memiliki kebijakan yang meneduhkan. Beliau sangat terbuka, seolah pintu hatinya selalu lebar untuk merajut rumah bagi keadilan para Satpam di Indonesia.

Hotel Luwansa Kuningan menjadi saksi bisu betapa dedikasi tak pernah mengenal kata lelah. Di sela kesibukannya sebagai Security Manager, Almarhum hampir setiap hari mengundang rekan seperjuangan untuk berdiskusi.

Tidak ada hari tanpa memikirkan hukum, tidak ada jam tanpa membahas keadilan. Meski memiliki posisi tinggi, kerendahan hatinya tetap terjaga; beliau senantiasa meminta pendapat hukum, membuktikan bahwa seorang pemimpin besar adalah mereka yang terus mau belajar dan mendengar.

Apa yang membuat Almarhum begitu berapi-api membela hak-hak Satpam? Jawabannya sederhana namun menyayat hati: Beliau adalah bagian dari mereka.

Meniti karier dari bawah, dari seorang anggota Satpam hingga menjadi manajer hotel besar, membuat Almarhum merasakan pahit getirnya perjuangan di lapangan.

Komitmennya bukan sekadar tugas profesi, melainkan janji suci untuk memastikan tidak ada lagi anggota Satpam yang merasa sendiri saat menghadapi badai hukum.

Sebagai Ketua DPD LBH SIB Provinsi Banten, beliau meninggalkan kesan yang tak akan terhapus oleh waktu.

Gaya kepemimpinannya adalah perpaduan antara estetika dan keberanian. Beliau selalu tampil necis—berjas lengkap, berdasi, dengan celana yang selalu licin dan rapi.

Penampilan itu adalah pesan tanpa suara bahwa profesi Satpam dan pembelanya adalah profesi yang terhormat dan bermartabat. Di bawah komandonya, setiap masalah hukum anggota diselesaikan secara tuntas, ligas, dan bijaksana.

Kini, kesabaran, kesetiaan, dan keberanian itu telah menjadi warisan yang ditinggalkan bagi kita semua. Nilai-nilai perjuangan yang beliau tanamkan di tanah Banten kini tumbuh menjadi pohon pelindung bagi ribuan anggota Satpam.

Beliau bukan hanya seorang advokat; beliau adalah seorang tokoh, seorang sahabat, dan pahlawan sejati bagi dunia Satpam Indonesia.

“Kini, jas rapi itu telah tergantung tenang, dan suara tegasnya telah berganti menjadi sunyi yang menyayat hati. Namun, lihatlah ke sekeliling kita—setiap langkah Satpam yang berani menuntut haknya dan setiap tegaknya keadilan di Bumi Banten adalah detak jantung Almarhum yang akan terus hidup.

Selamat jalan, Sang Pejuang. Tugasmu telah tuntas dengan sangat indah, dan warisanmu akan kami jaga dengan nyawa.”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *