Hari Pers Nasional 2026: GAKORPAN Soroti Perlindungan Jurnalis dan Kedaulatan Bangsa

Jakarta, 

Graha GAKORPAN Sarjana Pancasila, Cirendeu, menjadi saksi bisu berkumpulnya para tokoh nasional dan aktivis anti-rasuah dalam acara Forum Dialog Kebangsaan Bela Negara. Acara ini digagas oleh Dr. Bernard (Ketua GAKORPAN) untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) pada Senin, 9 Februari 2026.

​Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

​Dalam orasinya, Dr. Bernard menekankan bahwa jurnalis adalah pemegang mandat kontrol sosial. Berdasarkan UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan UU KIP No. 14 Tahun 2008, kontribusi Pers harus mandiri dan bukan menjadi alat kekuasaan atau pelayan oligarki.

​”Pers adalah penanda sejarah perlawanan terhadap intimidasi dan kriminalisasi. Di momentum HPN 2026 ini, kita harus ingat bahwa jurnalis adalah penyambung lidah rakyat kecil yang tertindas oleh kerakusan koruptor,” tegas Dr. Bernard.

​Detail Kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026

​Berdasarkan catatan sejarah dan keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985, berikut adalah detail HPN 2026:

​- Tema Utama: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

​- Maksot & Lokasi: Berpusat di Provinsi Banten dengan Maskot Si Badak Juhan.

​- Tujuan: Mengapresiasi kontribusi jurnalis serta meningkatkan mutu independensi pers dalam mengangkat suara keadilan rakyat.

​Menolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus

​Forum ini juga menyoroti isu krusial mengenai perlindungan awak media. Dr. David Sianipar, SH., MH. dan Rohi Arifin menyatakan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) antara Kapolri dan Dewan Pers harus benar-benar diimplementasikan.

​Tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat kecil di NTT dan Kendari menjadi pengingat pahit bahwa Pers harus tetap berani menyuarakan kebenaran meski dihadapkan pada ancaman UU ITE atau tekanan ekonomi.

​”Ketika satu jurnalis dicubit, seluruh insan pers akan merasa sakit. Kita harus satu suara menjaga kemerdekaan pers dari pelemahan oleh pihak-pihak zolim,” ujar Rohi Arifin, Ketua Tim Investigasi GAKORPAN.

Pesan Tokoh Perempuan dan Praktisi Hukum

​Bunda Tiur Simamora (PPWI) dan Bunda Roslenny News berpesan agar seluruh jurnalis tetap waspada dalam menjalankan tugas investigasi di kota-kota besar. Sementara itu, Dr. Rusman Pinem dari LBH Pers Prima Presisi Polri menegaskan dukungannya agar hukum tidak lagi “tajam ke bawah dan tumpul ke atas”.

​Dr. Josep Winetoy, SH., MH. mengajak seluruh pihak untuk menghormati para jurnalis yang telah gugur dalam tugas. Menurutnya, kemerdekaan pers tidak turun gratis dari langit, melainkan hasil perjuangan darah dan air mata.

Dirgahayu Hari Pers Nasional 09 Februari 2026. Mari kita sukseskan momentum ini dengan semangat Character Building menuju Indonesia Emas 2045.

​Merdeka!

​Narasumber ; Rohi Arifin – Tim Investigasi DPP GAKORPAN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!