JAKARTA, THEWASESANEWS – Dalam forum strategis GAKORPAN Suara Rakyat Keadilan, sebuah narasi memilukan lahir mengenai kondisi nyata rakyat kecil di tengah hiruk pikuk ibu kota, Minggu (15/03/2026), namun sebuah narasi memilukan lahir dari Forum Kebangsaan dan Bela Negara yang diinisiasi oleh DPP GAKORPAN. Ketua Umum DPP GAKORPAN sekaligus LBH PERS Prima Presisi Polri, Dr. Bernard BBBBI Siagian SH. MAKp, menyampaikan sebuah tajuk opini publik yang sangat mendalam terkait kondisi nyata rakyat kecil di bawah payung Gerakan Solidaritas Nasional melalui LBH Pers Rumah Besar RPG.08.
Dalam forum yang bertujuan untuk membedah kasus-kasus krusial yang mangkrak dan terkendala di republik ini, Dr. Bernard melontarkan sebuah kisah yang menyayat hati. Ialah sosok Bapak Irvan, seorang pria lanjut usia (uzur) yang hidup dalam keterbatasan ekonomi yang ekstrem. ”Kasus ini menjadi fokus utama dalam GAKORPAN Suara Rakyat Keadilan untuk menggugah empati pimpinan negara.” Di hadapan para peserta forum, kisah Pak Irvan diceritakan kembali dengan penuh empati, menggambarkan betapa tipisnya batas antara kemiskinan dan ketidakadilan akses kesehatan di Indonesia saat ini.
Potret Buram Pelayanan Kesehatan bagi Rakyat Miskin
Bapak Irvan bukanlah orang berada. Kesehariannya dihabiskan dengan “mocok-mocok” sebagai pemulung dan pekerja serabutan demi menyambung hidup. Namun, nasib malang menimpa keluarganya ketika sang anak menderita sakit parah dan harus dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Pasien yang dalam kondisi kritis sempat menempati ruang UGD/ICCU.
Ironisnya, baru tiga hari menjalani perawatan inap, keluarga Pak Irvan sudah dihadapkan pada tagihan yang meroket tinggi, mencapai Rp10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah). Angka ini bagi seorang pemulung tua tentu laksana gunung yang mustahil didaki. Ketakutan akan tagihan yang terus membengkak jika perawatan berlanjut menjadi beban psikologis yang fatal bagi keluarga tersebut.
”Bapak Irvan menceritakan ini sambil sesenggukan, air matanya berlinang. Ini bukan sekadar angka, ini adalah soal nyawa anak bangsa yang terhimpit oleh birokrasi dan biaya,” ujar Dr. Bernard dalam paparannya yang penuh emosi. Informasi sepihak dari manajemen Rumah Sakit menyebutkan bahwa pasien tidak lagi di-cover oleh BPJS, sebuah fakta miris yang menunjukkan betapa rentannya jaminan kesehatan bagi warga yang paling membutuhkan.
Implementasi Nyata GAKORPAN Suara Rakyat Keadilan Berlandaskan 4 Pilar
Dr. Bernard menegaskan bahwa kehadiran GAKORPAN Suara Rakyat Keadilan dalam kasus ini merupakan bentuk implementasi dari akal sehat dan kepedulian sesama anak bangsa di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan berbangsa dan bertanah air satu harus didasarkan pada 4 Pilar Demokrasi: PANCASILA, UUD 45, NKRI Harga Mati, dan Bhinneka Tunggal Ika.
”Secara konstitusi, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun kenyataan di lapangan seringkali bertolak belakang. Kasus Pak Irvan adalah ujian bagi rasa kemanusiaan kita semua di bulan suci yang penuh anugerah ini,” tambah Dr. Bernard. Ia melihat adanya urgensi untuk membedah sistem yang membuat rakyat kecil seperti Pak Irvan justru terpuruk saat mencari keadilan medis.
Solusi Arif Melalui GAKORPAN Suara Rakyat Keadilan untuk Pak Irvan
Melalui naskah rilis resmi ini, DPP GAKORPAN memohon bantuan solusi yang arif dan bijaksana kepada para pemimpin bangsa. Secara khusus, Dr. Bernard mengalamatkan permohonan keadilan ini kepada:
- Yth. Bapak Presiden Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto sebagai junjungan rakyat.
- Yth. Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi (KDM).
- Yth. Bupati Bogor, Bapak Rudi Susmanto.
- Yth. Kementerian Sosial RI dan BAZNAS.
- Yth. Ketua Komisi IV DPR RI, Bunda Titiek Soeharto.
Besar harapan GAKORPAN agar di bulan Ramadhan yang mulia ini, Allah SWT mengetuk hati para umatnya dan pemangku kebijakan untuk timbul rasa empati serta kepedulian nyata. Solusi jalan keluar bagi keluarga miskin Bapak Irvan sangat dinantikan agar beban tagihan tersebut dapat diringankan atau ditiadakan melalui kebijakan sosial yang tepat sasaran.
Menuju Indonesia Emas 2045 dan Astacita
Dr. Bernard menutup opininya dengan sebuah doa agar segala urusan Bapak Irvan dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Solidaritas sosial semacam inilah yang diharapkan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan perwujudan program ASTACITA demi menjadikan Indonesia kembali menjadi Macan Asia.
Ketegasan GAKORPAN dalam mengawal kasus ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini tetap konsisten menjadi corong suara rakyat kecil yang suaranya sering teredam oleh hiruk pikuk politik kekuasaan. Keadilan harus tegak, terutama bagi mereka yang paling lemah.
Salam GAKORPAN, ”Semangat GAKORPAN Suara Rakyat Keadilan akan terus mengawal hak rakyat kecil menuju Indonesia Emas 2045.” Merdeka!!
Sumber: Tim Investigasi DPP GAKORPAN
Editor: Redaksi The Wasesa News
