Dualisme Rektor Unsultra Memanas, Alumni Ancam Duduki Rektorat Jika Tak Segera Musyawarah

banner 468x60

KENDARI,

Integritas Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kini berada di ujung tanduk menyusul konflik terbuka antara pihak Rektorat, Dewan Pengawas, dan Yayasan Dikti Sultra yang berujung pada dualisme kepemimpinan.

Perseteruan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh pemuda sekaligus alumni berprestasi Unsultra, Salianto, SM., MM. Ia menegaskan bahwa ego sektoral para pimpinan tidak boleh mengorbankan masa depan ribuan mahasiswa yang menaruh harapan pada institusi tersebut.

“Dewan Pengawas dan Rektor Unsultra harus duduk bersama mencari solusi terbaik. Jangan sampai konflik ini memutus kepastian pucuk pimpinan yang akhirnya merugikan mahasiswa secara akademik maupun administratif,” ujar Salianto dalam pernyataan resminya.

Salianto juga mempertanyakan transparansi tata kelola kampus yang kini terkesan carut-marut akibat pelantikan ganda oleh Dewan Pengawas dan Ketua Yayasan.

Ia mendesak adanya kejelasan mengenai kewenangan pengelolaan universitas agar tidak menjadi “permainan” oknum tertentu.

“Kami sebagai alumni ingin mempertanyakan, apakah Unsultra ini tunduk pada regulasi Pemprov dan Kemendikti, atau justru diatur oleh oknum-oknum tertentu? Kebijakan pergantian Rektor ini harus terang benderang!” tegasnya.

Ketidakjelasan ini dinilai telah mencoreng citra kampus di mata publik. Salianto mengingatkan bahwa jika langkah musyawarah tidak segera ditempuh, para alumni tidak akan tinggal diam melihat almamater mereka hancur akibat perebutan kekuasaan.

Konflik ini bukan sekadar urusan kursi jabatan, melainkan ujian moral bagi para pemimpin Unsultra; pilihannya hanya satu, segera akhiri dualisme melalui musyawarah mufakat, atau hadapi gelombang protes besar dari Keluarga Besar Alumni (KBA UNSULTRA) yang siap menduduki gedung rektorat demi menyelamatkan martabat universitas.

Narasumber: Salianto, S.M, M.M

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *