Dilema Modifikasi Cuaca: Solusi Instan atau Ancaman Jangka Panjang?

banner 468x60

JAKARTA,

Modifikasi cuaca sering kali dipandang sebagai “pahlawan” dalam menanggulangi potensi banjir di kota besar seperti Jakarta. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, terdapat risiko sistemik yang perlu kita pahami bersama.

​Berikut adalah tiga alasan utama mengapa modifikasi cuaca bukan merupakan solusi tunggal yang berkelanjutan:

1. Efek “Bom Waktu” Presipitasi

​Teknologi modifikasi cuaca pada dasarnya hanya memindahkan awan ke lokasi lain. Jika perhitungan tidak presisi, akumulasi curah hujan justru bisa terjadi secara ekstrem di wilayah penyangga, yang pada akhirnya tetap memicu banjir kiriman.

2. Ketidakstabilan Atmosfer (Cold Pool)

​Intervensi pada awan dapat memicu fenomena cold pool atau kolam udara dingin di bawah awan. Perbedaan suhu ekstrem ini mendorong udara hangat naik lebih cepat dan berpotensi menciptakan awan badai baru yang polanya sulit diprediksi oleh pakar meteorologi.

3. Rasa Aman Palsu (False Sense of Security)

​Ketergantungan pada rekayasa di langit berisiko membuat kita abai terhadap masalah fundamental di daratan. Akar masalah banjir Jakarta—seperti drainase yang buruk, penyempitan sungai, sampah, hingga penurunan muka tanah—memerlukan solusi infrastruktur nyata, bukan sekadar pengalihan awan.

​Alam memiliki keseimbangan ekosistemnya sendiri. Intervensi teknologi yang berlebihan tanpa dibarengi dengan perbaikan lingkungan di daratan hanya akan menunda masalah, bukan menyelesaikannya.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *