JAKARTA,
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius menyusul terdeteksinya dua fenomena atmosfer sekaligus di sekitar wilayah kedaulatan Indonesia.
Kemunculan Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia dan pertumbuhan Bibit Siklon 90S diprediksi akan menjadi motor penggerak cuaca ekstrem di sepanjang koridor Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam keterangannya, menekankan bahwa interaksi dua sistem tekanan rendah ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil.
“Kami memantau adanya penguatan massa udara yang signifikan. Sinergi antara Siklon Hayley dan Bibit 90S ini memicu terbentuknya ‘jalur basah’ yang sangat intens. Kami menginstruksikan seluruh BPBD di wilayah terdampak untuk masuk dalam status Siaga Satu terhadap potensi hidrometeorologi,” tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Beliau juga menambahkan bahwa karakteristik hujan kali ini cenderung turun dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang seringkali disertai angin kencang.
“Ini bukan sekadar hujan biasa; ada energi besar dari siklon yang mendorong massa awan ke daratan,” tambahnya.
BMKG memetakan risiko tinggi bagi wilayah Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Selain ancaman banjir dan tanah longsor, fenomena ini berdampak langsung pada kondisi perairan.
Masyarakat diminta untuk melakukan langkah-langkah berikut:
– Cek Lingkungan: Pastikan drainase tidak tersumbat untuk mengantisipasi debit air yang melonjak tiba-tiba.
– Hindari Pohon Besar: Angin kencang akibat dampak tidak langsung siklon berisiko menyebabkan pohon tumbang.
– Pantau Pesisir: Bagi warga di pesisir Banten dan Lampung, waspadai potensi gelombang tinggi dan rob.
BMKG terus melakukan pemantauan 24 jam melalui radar cuaca dan satelit Himawari. Pergerakan Siklon Hayley yang menjauhi wilayah Indonesia namun menarik massa udara dari utara tetap menjadi perhatian utama karena dampaknya yang tetap terasa di daratan Jawa dan Sumatera.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun ekstra waspada, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari aplikasi InfoBMKG untuk menghindari disinformasi.







