PANGANDARAN, JABAR
Kawasan wisata Pantai Pangandaran yang biasanya tenang mendadak gempar akibat aksi nekat seorang wanita pengendara mobil mewah yang memicu amarah warga dan berakhir dengan pengejaran dramatis oleh pihak kepolisian.
Seorang perempuan berinisial F (41), warga asal Bandung, menjadi pusat perhatian setelah diduga melakukan serangkaian aksi “gratisan” yang merugikan banyak pihak di objek wisata Pantai Pangandaran.
Mengendarai Toyota Fortuner, F dilaporkan melakukan berbagai transaksi tanpa membayar, mulai dari mengisi BBM di SPBU, menginap di hotel, menyewa ATV, hingga menyambangi rumah makan.
Puncak kekesalan warga terjadi saat F meninggalkan sebuah rumah makan begitu saja tanpa menyelesaikan pembayaran. Mengetahui pelaku berusaha melarikan diri, warga yang geram segera meminta bantuan anggota Satlantas Polres Pangandaran yang tengah berjaga untuk menghentikan laju kendaraan tersebut.
Menanggapi laporan warga, Bripka Hadi Wira dan Bripda Rifky Al Farizi langsung tancap gas melakukan pengejaran. Aksi kejar-kejaran bak film laga tersebut berakhir dramatis saat mobil Fortuner pelaku berhasil dihadang dan dikepung petugas di dekat Kantor Kecamatan Pangandaran.
Penangkapan tersebut sontak menyedot perhatian massa yang emosinya sempat memuncak di lokasi kejadian.
Beruntung, kesigapan anggota kepolisian di lapangan berhasil mengamankan pelaku dari potensi aksi main hakim sendiri dan segera menetralisir situasi yang sempat memanas.
Berdasarkan informasi awal, F diduga kuat sedang mengalami depresi. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan kondisi kejiwaan tersebut masih dalam tahap pendalaman medis dan tidak secara otomatis menghapus proses hukum atas kerugian materiil yang telah ditimbulkan.
Kini, perempuan tersebut telah diamankan di Polres Pangandaran untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah tegas kepolisian ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan ketertiban di wilayah wisata tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan.







