DEPOK,
Di balik teriknya matahari dan deru mesin kendaraan di simpang Cinere, terselip sebuah ketulusan yang melampaui seragam dan warna pakaian; sebuah momen di mana tangan-tangan yang menjaga keamanan menyatu dengan tangan-tangan yang peduli, membuktikan bahwa kemanusiaan adalah bahasa universal yang paling indah untuk dibagikan di hari yang penuh barokah ini.
Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh kader Pemuda Pancasila (PP) Ranting Cinere. Berlokasi di perempatan strategis Cinere Raya, tepatnya di depan Living Plaza, jajaran anggota Pemuda Pancasila menggelar aksi “Jumat Berkah” di sela-sela penjagaan Pos Pelayanan Pengamanan (Pospam) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Jumat (26/12).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Pemuda Pancasila Cinere beserta jajaran, dengan didampingi oleh Danpospam Polsek Cinere, Iptu Haryoko, serta BKO Yonif 201/Jaya Yudha (Pengaman Ibu Kota) juga Pokja Kelurahan Cinere.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Ranting Pemuda Pancasila Cinere menyampaikan apresiasi mendalam atas ruang kolaborasi yang diberikan oleh pimpinan kewilayahan.
“Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, S.Pd., M.H., serta Danramil 07/Limo, Mayor Arh Jhoni Tandibura. Beliau-beliau adalah sosok pemimpin yang selalu membuka pintu koordinasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi organisasi Pemuda Pancasila dan organisasi lain di wilayah hukum untuk dapat bersinergi secara positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sinergi tiga pilar plus organisasi kemasyarakatan ini membuktikan bahwa kondusivitas wilayah Cinere tidak hanya dibangun melalui penjagaan fisik, tetapi juga melalui pendekatan humanis.
Kehadiran personel Yonif 201/Jaya Yudha dan kepolisian di tengah aksi bagi-bagi makanan ini menjadi potret nyata kemanunggalan aparat dan rakyat.
“Kami tidak hanya berdiri untuk menjaga garis keamanan, tapi kami hadir untuk merangkul setiap lapisan masyarakat. Sinergi ini adalah janji bakti kami: bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya dilakukan dengan kata-kata, melainkan dengan bukti nyata yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan rakyat.”







