SURABAYA,
Guratan lelah di wajah itu tak bisa disembunyikan. Dengan napas tersengal, Ibu Siti Aisyah menunjukkan betapa berat beban hidup yang harus dipikulnya setiap hari.
Bukan sekadar kiasan, ia harus berjibaku dengan kondisi kendaraannya yang kian memprihatinkan demi menyambung hidup.
”Berapa ya? Ya Allah, dua. Aku aja dua tangan. Berat banget coba,” keluhnya. Puncaknya terjadi malam tadi, ketika setir mobil yang menjadi tumpuannya mencari nafkah tiba-tiba lepas.
Kendaraan itu pun terpaksa dievakuasi karena sudah tidak layak untuk beroperasi.
Namun, keputusasaan itu berubah menjadi haru biru saat Ipda Purnomo bersama AKBP Ary Prasetya, S.I.K. selaku Wadir Binmas Polda Jawa Timur hadir membawa secercah harapan.
Kejutan Religi di Tengah Kesulitan
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, warga sekitar diminta untuk berkumpul dan berdoa. “Yuk, kita pecah mata (pejam mata) sambil berdoa. Satu, dua, tiga,” instruksi Pak Purnomo dengan lembut, mengajak Ibu Siti Aisyah dan keluarga untuk sejenak berserah diri kepada Sang Pencipta.
Suasana sempat hening. Di balik kelopak mata yang terpejam, terselip doa-doa tulus tentang masa depan keluarga. Ketika hitungan ketiga berakhir dan mata perlahan terbuka, isak tangis langsung pecah.
Di hadapannya, bukan hanya perbaikan kendaraan yang dijanjikan, tetapi sebuah hadiah yang jauh lebih istimewa: Hadiah Umroh.
Kejutan religi ini diberikan oleh Ipda Purnomo melalui sinergi dengan ZamZam Amanah Wisata Lamongan serta dukungan penuh dari jajaran Binmas Polda Jawa Timur.
Sosok Ipda Purnomo: Polisi Penolong yang Ikhlas
Sosok di balik bantuan ini adalah Ipda Purnomo, seorang anggota Polri yang menjabat sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan. Ia juga dikenal luas sebagai pembina Yayasan Berkas Bersinar Abadi, sebuah pondok rehabilitasi mental yang merawat ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kaum dhuafa.
Dedikasi Ipda Purnomo dalam bidang kemanusiaan ini telah membuatnya mendapatkan berbagai apresiasi dari pimpinan Polri hingga pemerintah daerah.
Sambil terisak dan nyaris jatuh terduduk karena tidak percaya, Ibu Siti Aisyah hanya mampu mengucap syukur berkali-kali.
“Ya Allah… terima kasih banyak, Bapak. Terima kasih banyak, Ibu,” ucapnya di sela tangis haru yang tak terbendung.
Kehadiran sosok pimpinan seperti AKBP Ary Prasetya, S.I.K. dan polisi humanis seperti Ipda Purnomo membuktikan bahwa pengabdian Polri melampaui tugas menjaga keamanan, yakni juga menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan yang paling dalam bagi masyarakat yang membutuhkan.







