Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan
Di bawah terik matahari yang menerpa lahan Desa Wonosari pada Sabtu (7/3/2026), suara hentakan palu bergema bersamaan dengan riak tawa dan instruksi kerja yang terkoordinasi. Tak ada yang menghalangi semangat Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan dan warga lokal untuk menyelesaikan pembangunan MCK komunal yang kini sudah hampir sempurna berdiri kokoh di tengah pemukiman warga.
Bangunan berukuran 2×3 meter dengan dinding berwarna putih bersih dan atap seng yang kokoh menjadi bukti nyata kerja sama erat antara prajurit dan masyarakat. Setelah beberapa minggu bekerja bersama, kedua pihak kini fokus menyelesaikan tahapan akhir pembangunan – mulai dari pemasangan pipa saluran air bersih, penataan lantai yang rata, hingga penyempurnaan sistem saluran pembuangan limbah yang dirancang untuk mendukung kebersihan lingkungan sekitar.

Program TMMD Ke-127 yang diluncurkan pada awal Februari 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas sanitasi. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kegiatan pembangunan juga mencakup beberapa proyek infrastruktur dasar lainnya, antara lain rehabilitasi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonosari, pembangunan Rumah Tangga Layak Huni (RTLH) untuk keluarga kurang mampu, pengeboran sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta pembangunan mushola kecil yang dapat digunakan untuk ibadah dan kegiatan masyarakat.
“Kami menyusun program ini berdasarkan identifikasi kebutuhan utama yang diajukan langsung oleh pemerintah desa dan warga. Setiap proyek dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat,” ujar Dandim 0819/Pasuruan yang tidak dapat diidentifikasi secara lengkap dalam siaran resmi, melalui perwakilan satgas.
Peran aktif warga menjadi salah satu pilar utama keberhasilan pembangunan MCK ini. Mulai dari persiapan lahan, pengumpulan bahan baku lokal, hingga partisipasi langsung dalam setiap tahapan konstruksi, masyarakat Desa Wonosari menunjukkan komitmen yang tinggi untuk memiliki fasilitas yang mereka butuhkan.
Bapak Hendra (45 tahun), warga sekitar lokasi MCK yang juga aktif terlibat dalam pembangunan, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran program ini. “Sebelumnya, kita sangat kesulitan mendapatkan fasilitas sanitasi yang layak. Banyak keluarga yang harus berbagi fasilitas yang tidak memenuhi standar kesehatan, bahkan ada yang harus menggunakan lokasi terbuka,” ucapnya sambil membersihkan alat kerja setelah selesai bekerja. “Kami berharap keberadaan MCK komunal ini tidak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membantu meningkatkan kesadaran kita semua tentang pentingnya kebersihan dan sanitasi yang baik.”
Tidak hanya memberikan kontribusi pada infrastruktur, prajurit TNI juga menjadikan program ini sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Pratu Yudha, salah satu anggota Satgas TMMD yang terlibat dalam pembangunan, menyampaikan bahwa kerja gotong royong setiap hari telah menciptakan hubungan yang erat antara prajurit dan warga. “Kami tidak hanya datang untuk membangun bangunan, tetapi juga untuk berdampingan dengan masyarakat. Setiap hari kita bekerja bersama, berbagi cerita, dan saling membantu – itu adalah nilai tambah yang tak ternilai dari program TMMD,” jelasnya dengan senyum hangat.
Proses pembangunan MCK komunal ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Wonosari, Bapak Sutrisno, menjelaskan bahwa fasilitas ini akan dikelola secara bersama oleh masyarakat melalui kelompok kerja yang telah dibentuk khusus. “Kita telah membuat peraturan pengelolaan dan jadwal penggunaan agar MCK dapat digunakan secara adil dan tetap terjaga kebersihannya. Setiap keluarga akan berkontribusi dalam pemeliharaan secara bergiliran,” ungkapnya.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, kurangnya fasilitas sanitasi layak merupakan salah satu faktor utama tingginya kasus penyakit menular di beberapa desa di wilayah Gondangwetan. Dengan selesainya pembangunan MCK ini, diharapkan angka kejadian penyakit tersebut dapat menurun secara signifikan dalam waktu dekat.
Pembangunan MCK komunal di Desa Wonosari ditargetkan akan selesai sepenuhnya dalam waktu tiga hari ke depan, tepat sebelum acara penyerahan fasilitas yang akan dihadiri oleh pejabat dari Kodim 0819/Pasuruan, pemerintah kabupaten, dan perwakilan masyarakat. Setelah selesai, fasilitas ini akan dapat digunakan oleh sekitar 50 keluarga di wilayah sekitar lokasi pembangunan.
Selain manfaat langsung bagi kesehatan masyarakat, program TMMD juga diharapkan dapat menjadi katalisator untuk kemajuan lainnya di Desa Wonosari. Dengan adanya infrastruktur dasar yang memadai, diharapkan masyarakat akan lebih mudah untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Warga Desa Wonosari sendiri menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kelanjutan program TMMD di masa depan. Beberapa di antaranya bahkan telah mengajukan usulan untuk pembangunan infrastruktur tambahan, seperti jalur jalan desa yang diperbaiki dan tempat pembuangan sampah yang terpadu.
“Dengan kerja sama yang baik seperti ini, kita yakin Desa Wonosari akan semakin maju dan sejahtera. Kita berterima kasih kepada TNI yang telah datang dan membantu kita membangun desa kita sendiri,” tutup Bapak Hendra sambil melihat ke arah bangunan MCK yang kini sudah hampir siap digunakan.
