The Wasesa News Soroti Penurunan Drastis Kuota Haji Provinsi Maluku Utara

The Wasesa News melaporkan penetapan kuota haji Maluku Utara 2026 sebanyak 785 orang, turun drastis dari tahun sebelumnya. Kemenag Kepulauan Sula pastikan 16 jamaah siap berangkat pada April mendatang dan bergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Makassar.

TERNATE, The Wasesa News – Kabar mengenai alokasi perjalanan ibadah haji tahun ini menjadi perhatian serius bagi ribuan calon jamaah di wilayah Maluku Utara. Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi telah menetapkan besaran kuota haji untuk musim keberangkatan tahun 2026 Masehi. Berdasarkan rilis data terbaru yang diterima oleh The Wasesa News pada Rabu (25/03/2026), terdapat pergeseran angka yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang memicu berbagai tanggapan dari para pemangku kepentingan dan masyarakat luas di Bumi Moloku Kie Raha.

​Pada tahun 2026 ini, total kuota haji yang ditetapkan untuk Provinsi Maluku Utara adalah sebanyak 785 orang. Angka ini mencatatkan penurunan yang sangat tajam jika dikomparasikan dengan kuota tahun 2025 yang mencapai 1.076 orang. Penurunan sebanyak 291 kursi ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam manajemen antrean jamaah yang kian panjang. Secara teknis, alokasi 785 kursi tersebut terbagi menjadi dua kategori utama, yakni 781 orang merupakan jamaah reguler dan 4 orang lainnya dialokasikan untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Distribusi Kuota dan Masa Tunggu di Kabupaten/Kota

​Penetapan sebaran kuota haji ini didasarkan pada proporsi masa tunggu di masing-masing Kabupaten dan Kota di wilayah Maluku Utara. Dalam pembagian tersebut, Kota Ternate tetap tercatat sebagai wilayah dengan perolehan kuota terbanyak, mengingat jumlah pendaftar dan masa tunggu di pusat provinsi tersebut merupakan yang tertinggi. Kendati demikian, tren penurunan kuota ini merata dirasakan oleh seluruh daerah, yang berdampak pada mundurnya estimasi keberangkatan bagi para calon jamaah yang sudah masuk dalam daftar tunggu selama bertahun-tahun.

​Kondisi ini memerlukan transparansi informasi agar tidak menimbulkan keresahan di tingkat akar rumput. The Wasesa News secara konsisten terus melakukan penelusuran mengenai faktor-faktor teknis di balik penyesuaian kuota tersebut, yang disinyalir berkaitan dengan kebijakan sinkronisasi data nasional serta ketersediaan slot di embarkasi keberangkatan.

Realita Kuota di Kepulauan Sula: Penurunan Sangat Drastis

​Menanggapi dinamika penurunan kuota tingkat provinsi, Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sula, H. Abdulah Zatimah, S.Ag., memberikan penjelasan mendalam saat dikonfirmasi oleh wartawan The Wasesa News. Ditemui di ruang kerjanya yang berlokasi di Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Desa Fatce, H. Abdulah Zatimah membenarkan bahwa kondisi pengurangan kuota ini merupakan kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, termasuk Kepulauan Sula.

​Beliau menekankan bahwa penurunan kuota tahun ini dirasakan “sangat drastis” dan memerlukan pemahaman ekstra dari para calon jamaah. Di Kepulauan Sula sendiri, dinamika jumlah jamaah yang berangkat mengalami penyesuaian yang sangat ketat. Berdasarkan kuota awal, Kepulauan Sula seharusnya memberangkatkan 22 orang jamaah. Namun, dalam proses verifikasi akhir, terdapat perubahan data yang disebabkan oleh faktor alamiah dan kondisi kesehatan jamaah itu sendiri.

​“Kuota haji untuk Kepulauan Sula sendiri awalnya berjumlah 22 orang. Namun, dalam perjalanannya, terdapat 5 orang calon jamaah yang meninggal dunia dan 1 orang terpaksa menunda keberangkatan karena faktor sakit. Sehingga, total jamaah dari Kepulauan Sula yang dipastikan berangkat tahun ini berjumlah 16 orang,” pungkas H. Abdulah Zatimah kepada The Wasesa News.

Persiapan Teknis Keberangkatan dan Koordinasi Pemda

​Meskipun jumlah jamaah mengalami penurunan, kualitas pelayanan dan kesiapan teknis keberangkatan tetap menjadi prioritas utama. H. Abdulah Zatimah menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan jamaah menuju Ternate diperkirakan akan jatuh pada tanggal 26 April 2026. Jadwal ini disusun sedemikian rupa agar para jamaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum memasuki fase karantina di asrama haji.

​Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak Kemenag Kepulauan Sula adalah melakukan rapat koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula. Rapat ini sangat krusial guna membicarakan penetapan tanggal pasti keberangkatan serta teknis akomodasi dan transportasi jamaah dari Sanana menuju Ternate. Mengingat para jamaah dijadwalkan harus sudah masuk ke Asrama Haji di Ternate pada tanggal 28 April 2026, manajemen waktu harus dilakukan secara presisi agar tidak terjadi kendala di lapangan.

Masuk Kloter 13 Embarkasi Makassar

​Sesuai dengan pembagian kelompok terbang (Kloter), jamaah haji asal Maluku Utara, termasuk dari Kepulauan Sula, dijadwalkan akan masuk ke dalam Kloter 13 melalui Embarkasi Makassar (UPG). Integrasi dengan embarkasi Makassar memerlukan kesiapan dokumen dan kesehatan yang prima, mengingat perjalanan dari Ternate menuju Makassar dan selanjutnya ke tanah suci akan menguras energi yang cukup besar.

​Pihak Kemenag menghimbau agar 16 orang jamaah yang terpilih berangkat tahun ini benar-benar menjaga kondisi fisik mereka. The Wasesa News juga mencatat bahwa pendampingan bagi jamaah yang berangkat harus tetap maksimal meskipun jumlahnya sedikit. Penurunan kuota ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat untuk memberikan kebijakan yang lebih proporsional bagi wilayah kepulauan di masa mendatang.

Harapan dan Edukasi Bagi Jamaah yang Belum Berangkat

​Bagi jamaah yang belum mendapatkan kesempatan berangkat tahun ini akibat adanya pengurangan kuota, H. Abdulah Zatimah meminta agar tetap bersabar dan terus memantau informasi resmi. Penurunan kuota nasional memang berdampak sistemik hingga ke tingkat daerah, namun pemerintah terus berupaya agar di tahun-tahun mendatang alokasi kuota dapat kembali normal atau bahkan bertambah.

The Wasesa News berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan keberangkatan haji mulai dari daerah hingga ke tanah suci. Informasi mengenai jadwal koordinasi dengan Pemda dan hasil rapat mengenai akomodasi akan segera disampaikan kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab informasi. Kami berharap proses ibadah haji tahun 2026 ini berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur bagi seluruh jamaah asal Maluku Utara.

Transparansi Adalah Kunci

​Keterbukaan informasi mengenai kuota haji adalah hal yang sangat mendasar bagi keadilan publik. Melalui rilis resmi ini, The Wasesa News ingin memastikan bahwa setiap calon jamaah mendapatkan data yang akurat langsung dari sumber kompeten di Kementerian Agama. Mari kita dukung 16 jamaah dari Kepulauan Sula agar dapat menjalankan rukun Islam kelima ini dengan sempurna, membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah asal mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!