SANGGAU,
Aktivitas harian warga Dusun Tabat, Kecamatan Tayan Hulu, mendadak lumpuh setelah Sungai Sekayuk ditemukan dalam kondisi memprihatinkan pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Air sungai yang menjadi tumpuan hidup warga berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma busuk menyengat, yang diduga kuat berasal dari kebocoran limbah pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Agro Palindo Sakti (APS).
Insiden ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak mandi. Alih-alih mendapatkan air bersih, ia justru menemukan aliran sungai telah tercemar berat.
Keluhan serupa disampaikan oleh Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Tabat, Bernadus. Ia mengonfirmasi bahwa luapan limbah dari PT APS telah mematikan akses air bersih warga.
“Airnya cokelat pekat kehitaman. Tadi pagi warga yang mau mencuci piring dan beraktivitas di sungai sama sekali tidak bisa menggunakannya,” ujar Bernadus dengan nada kecewa.
Kejadian Berulang: Alarm Keras bagi Lingkungan
Yang lebih mengejutkan, pencemaran ini diklaim bukan merupakan kecelakaan pertama. Sumber lokal menyebutkan bahwa jika terbukti berasal dari PT APS, ini merupakan insiden kelima kalinya perusahaan tersebut mencemari aliran Sungai Sekayuk.
Keberulangan ini menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dalam pengelolaan limbah perusahaan yang berdampak langsung pada ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari otoritas terkait.
Upaya konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau maupun instansi berwenang lainnya masih terus dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban dan investigasi mendalam atas pencemaran kronis ini.
