JAKARTA,
Gelombang kemarahan siswa SMA Budhi Warman 2 Jakarta memuncak. Dalam sebuah aksi massa yang terekam kamera, ratusan siswa turun ke lapangan sekolah menuntut keadilan atas dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pendidik berinisial F (atau Mr. F).
Dengan spanduk bertuliskan “Usut Tuntas” dan “Hilangkan Predatornya”, para siswa menyuarakan mosi tidak percaya terhadap lambatnya penanganan kasus yang mencoreng institusi pendidikan ini.
Aksi ini bukan sekadar luapan emosi remaja, melainkan sebuah alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia.
Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman (safe space) bagi tumbuh kembang generasi bangsa, justru diduga menjadi tempat terjadinya praktik asusila yang sistematis dan memakan banyak korban, baik siswa aktif maupun alumni.
Kami mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk bertindak responsif, transparan, dan tanpa kompromi.
Mengingat jumlah korban yang dilaporkan terus bertambah, penahanan terhadap tersangka bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk mencegah intimidasi terhadap saksi serta penghilangan barang bukti.
Negara tidak boleh kalah oleh oknum yang berlindung di balik seragam pendidik.
Membiarkan predator tetap bebas berkeliaran tanpa kepastian hukum adalah bentuk pengkhianatan terhadap perlindungan anak di bawah umur.
Narasi ini disusun sebagai bentuk pengawalan publik terhadap kasus yang menyangkut kepentingan umum.
Kami menyerukan kepada seluruh pihak untuk terus mengawal kasus ini dengan tetap menghormati identitas para korban guna menghindari trauma berlapis, serta memastikan setiap informasi yang disebarkan berbasis fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
