DEPOK,
Menjamin stabilitas keamanan sepanjang rangkaian hari besar keagamaan, gelombang dukungan dari berbagai elemen masyarakat di wilayah penyangga Ibu Kota terus diperkuat.
Komitmen kolektif ini difokuskan pada pengawalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), mulai dari awal bulan suci Ramadan, perayaan Idul Fitri, hingga puncaknya pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Aksi nyata ini ditunjukkan oleh sejumlah kelompok masyarakat di wilayah hukum Polres Metro Depok dan Polres Metro Tangerang Kota.
Melalui koordinasi di unit terkecil seperti Polsek Cinere, Polsek Sawangan, Polsek Bojongsari, Polsek Sukmajaya, hingga Polsek Ciputat, warga secara serentak menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi anarkisme dan provokasi yang berpotensi memicu kerawanan sosial.
Soliditas ini terlihat inklusif dengan keterlibatan aktif organisasi lintas sektor. Terpantau, Forum Betawi Rempug (FBR) se-Tangerang Selatan, DPK KNPI Pagedangan, hingga komunitas Ojek Online (Ojol) berdiri berdampingan dengan aparat kepolisian untuk memastikan lingkungan tetap kondusif.
”Kami berkomitmen penuh bersinergi dengan Polri dalam menjaga ketertiban wilayah. Fokus kami adalah memastikan seluruh rangkaian ibadah, mulai dari Ramadan hingga Idul Adha, berjalan dengan aman, damai, dan khusyuk tanpa gangguan aksi massa yang anarkis,” tegas perwakilan warga dalam deklarasi bersama tersebut.
Langkah preventif jangka panjang ini diambil sebagai respons strategis untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan di titik-titik vital.
Kolaborasi yang berkelanjutan antara warga dan institusi Polri ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kohesi sosial dan kerukunan antarumat beragama di tengah momen-momen spiritual yang sakral.
