Siapkan Pelayanan Idul Fitri 1447 H, Danpomdam I/BB Ikuti Rakor Lintas Sektoral Operasi Kepolisian “Ketupat Toba 2026” di Sumut

“Kehadiran kami dalam rakor ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus menjalin sinergitas yang baik dengan seluruh stakeholder di Sumatera Utara. Khususnya menjelang Idul Fitri yang setiap tahun menjadi momen penting yang membutuhkan koordinasi yang matang dan kolaborasi yang erat,”
ujar Kolonel Henry

MEDAN,

Menyongsong hari besar Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, berbagai elemen negara dan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara berkumpul untuk menyusun langkah-langkah sinergis dalam Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Toba 2026”. Danpomdam I/BB Kolonel Cpm Henry S.P Simanjuntak S.H M.Hum hadir mewakili Pangdam I/BB dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pada Jumat (6/3/2026) di Aula Tribrata Lantai I Markas Polda Sumatera Utara.

Kegiatan yang menghadirkan puluhan pejabat teras dari berbagai institusi bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Sumut, serta seluruh komponen masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjaga ketertiban selama musim mudik dan perayaan Idul Fitri mendatang. Kehadiran unsur militer melalui Pomdam I/BB dianggap krusial untuk memastikan sinergitas yang optimal dalam menangani berbagai potensi tantangan yang mungkin muncul.

“Kehadiran kami dalam rakor ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus menjalin sinergitas yang baik dengan seluruh stakeholder di Sumatera Utara. Khususnya menjelang Idul Fitri yang setiap tahun menjadi momen penting yang membutuhkan koordinasi yang matang dan kolaborasi yang erat,”
ujar Kolonel Henry saat ditemui setelah acara berakhir.

Dalam acara yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu, hadir sejumlah tokoh dan pejabat kunci dari berbagai sektor, antara lain:

– Perwakilan Gubernur Sumatera Utara: Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

– Perwakilan Komandan Pangkalan Udara Soewondo: Dan Sats Pomau Lanud Soewondo

– Perwakilan Komandan Kodam I/BB: Asisten Operasi Kasdam I/BB yang diwakili Pabandya Opsdam I/BB

– Perwakilan Komandan Koderal I Belawan: Asisten Operasi Dankoderal I Belawan

– Kepala BNNP Sumatera Utara

– Kepala Satuan Tugas Wilayah Sumut Densus 88 Anti Teror

– Dan Pasukan Brimob I Polri Korps Brimob

– Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumut

– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut

– Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Sumut

– Kepala Otoritas Bandara Kualanamu Nasional Indonesia Aceh (KNIA)

– Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi

– General Manager PT PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UNIP) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)

– Rencana Hubungan (RH) 1 PT Pelindo Belawan

– Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumut

– Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut

– Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut

– Pimpinan organisasi agama besar di Sumut meliputi PGI Sumut, PWNU Sumut, Muhammadiyah Sumut, Al-Washliyah Sumut, Keuskupan Agung Medan, serta perwakilan dari Permabudhi, PHDI, Matakin, dan BKAG Sumut

– Branch Manager OPJT Hutama Karya

Seluruh peserta menyaksikan serangkaian paparan materi yang disampaikan oleh perwakilan Polda Sumut dan Staf Ahli Gubernur Sumut. Materi yang disampaikan mencakup analisis potensi arus mudik, langkah-langkah pengamanan infrastruktur vital, strategi penanganan kemacetan lalu lintas, program pelayanan masyarakat selama Idul Fitri, serta upaya pencegahan berbagai bentuk kejahatan dan konflik yang mungkin terjadi selama periode perayaan.

Pada sesi paparan, Kepala Bidang Operasi Polda Sumut, Kombes Pol Rinaldi Simanjuntak, menjelaskan bahwa Operasi “Ketupat Toba 2026” akan fokus pada tiga pilar utama: menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, memastikan kelancaran lalu lintas dan transportasi, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Ia menambahkan bahwa tema “Ketupat Toba” dipilih sebagai representasi kekayaan budaya dan kebersamaan masyarakat Sumatera Utara yang terdiri dari berbagai suku dan agama.

“Operasi Ketupat Toba 2026 dirancang untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi seluruh masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri. Kami telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kemacetan, lokasi potensial kejadian, serta menyusun skenario penanganan yang komprehensif dengan dukungan seluruh stakeholder,” jelas Kombes Rinaldi dalam paparannya.

Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Polhudkam, H. Syahrul Amin, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menyusun program pendukung seperti penyediaan pos kesehatan jalanan, pos bantu mudik, serta fasilitas umum yang siap digunakan selama musim mudik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menghadapi momen seperti Idul Fitri. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, badan usaha milik negara, organisasi masyarakat, dan umat beragama menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan menjaga keharmonisan masyarakat,” ujar H. Syahrul Amin.

Kolonel Henry S.P Simanjuntak yang selama acara terlihat antusias mengikuti setiap paparan, menyampaikan bahwa Pomdam I/BB telah siap memberikan dukungan penuh dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026. Menurutnya, unsur militer akan fokus pada pengamanan area strategis, bantuan dalam penanganan keadaan darurat, serta dukungan logistik bagi berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.

“Kami telah menyiapkan personel dan fasilitas yang siap terlibat dalam berbagai tahapan operasi. Baik dalam hal pengamanan, bantuan medis, maupun dukungan lainnya yang diperlukan untuk memastikan bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara,” jelasnya.

Sesi diskusi yang mengikuti paparan materi menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk menyampaikan usulan dan masukan terkait pelaksanaan operasi. Beberapa usulan yang muncul antara lain peningkatan jumlah pos bantu mudik di titik-titik strategis, penyederhanaan prosedur keamanan di bandara dan pelabuhan, serta program edukasi untuk masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam melakukan perjalanan mudik.

Ketua FKUB Sumut, H. Abdul Wahid, menekankan bahwa organisasi agama siap berperan aktif dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama selama periode Idul Fitri. Ia menyampaikan bahwa seluruh organisasi agama telah menyusun program untuk mempererat tali silaturahmi dan mencegah munculnya berbagai bentuk konflik yang dapat merusak keharmonisan masyarakat.

“Kita memiliki komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di Sumatera Utara. Seluruh umat beragama siap bekerja sama dalam memberikan contoh yang baik dan memastikan bahwa perayaan hari besar keagamaan berjalan dengan damai dan penuh rasa saling menghargai,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan kesepakatan bersama terkait pembagian tugas dan tanggung jawab antarinstansi, serta penetapan jadwal pertemuan koordinasi lanjutan untuk memantau persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026. Seluruh peserta menyampaikan komitmen untuk bekerja sama gencar guna menyukseskan operasi ini dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara.

Sumber : Humas Pomdam I/BB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!