Sekwan DPRD Kota Depok Minta Maaf Atas Insiden Pengusiran Wartawan, Janji Evaluasi Internal

DEPOK,

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Depok, Kania Purwanti, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengusiran dua orang jurnalis oleh stafnya yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Permohonan maaf ini disampaikan langsung di hadapan puluhan awak media dalam konferensi pers yang digelar di Media Center DPRD Kota Depok, Rabu (18/2/2026).

​Insiden tersebut terjadi pada Jumat (13/2) di lobi ruang paripurna saat staf sekretariat tengah mengadakan acara tradisi cucurak.

Kania, yang didampingi Kabag Ortala Hakim Siregar dan Humas DPRD Teguh Purwanto, menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Sekretariat DPRD.

​”Saya mewakili staf saya, Devi Wulandari, memohon maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan yang terjadi. Pagi ini saya langsung memimpin apel untuk memberikan pembinaan kepada seluruh personel agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Kania.

​Kania menekankan bahwa Sekretariat DPRD berkomitmen menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan publik yang humanis dengan mengedepankan prinsip 5S: Salam, Senyum, Sapa, Santun, dan Sopan.

Ia juga meluruskan isu miring yang menyebutkan adanya rencana penertiban wartawan.

​”Pernyataan mengenai penertiban wartawan itu tidak benar atau hoaks. Saya tidak pernah menyampaikan hal tersebut. Justru yang perlu ditertibkan adalah kinerja internal kami di Sekretariat agar lebih profesional dalam melayani publik dan mitra media,” tegasnya.

​Dalam kesempatan yang sama, Devi Wulandari selaku staf yang bersangkutan, secara pribadi menyampaikan penyesalannya.

“Saya mengaku khilaf dan memohon maaf dari hati yang terdalam. Ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk memperbaiki sikap ke depannya,” ucap Devi.

​Menutup keterangannya, Kania berharap hubungan sinergis antara DPRD Kota Depok dan awak media tetap terjaga, terlebih menjelang memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!