Saung Majlis Manaqib LA TAHZAN Cinere Ismaya: Ajakan Pemuda dan Masyarakat Dekatkan Diri pada Tuhan untuk Kerukunan Beragama

DEPOK,

Sebuah saung majlis manaqib bernama LA TAHZANtelah dibangun oleh warga kawasan Cinere Ismaya sebagai wadah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama pemuda dan orang tua, untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan yang berfokus pada ajaran agama ini bertujuan untuk membimbing setiap individu menjauhi hal-hal yang dilarang agama serta memperkuat kerukunan dalam beragama guna menghasilkan generasi yang menjadi hamba taat atas perintah-Nya.

Saung yang menjadi pusat aktivitas keagamaan ini dirancang sebagai tempat berkumpul yang nyaman, di mana masyarakat dapat mengikuti kajian manaqib, berbagi pengalaman keagamaan, serta saling mendukung dalam menjalankan ajaran agama sehari-hari.

Pendiri saung menjelaskan bahwa konsep ini muncul dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang semakin banyak terpapar hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, terutama di kalangan pemuda.

“Kita ingin memberikan wadah yang positif bagi pemuda agar mereka memiliki pilihan tempat berkumpul yang bermanfaat, bukan hanya sekadar menghabiskan waktu dengan hal yang tidak mendatangkan kebaikan,” ujar salah satu pengurus saung LA TAHZAN.

Selain itu, ajakan juga diberikan kepada orang tua untuk menjadi contoh dalam menjalankan agama, sehingga dapat membentuk lingkungan keluarga dan masyarakat yang penuh kedamaian serta rasa saling menghargai.

Melalui berbagai kegiatan rutin seperti kajian mingguan, pengajian bersama, dan kegiatan sosial keagamaan, saung LA TAHZAN berharap dapat menjadi tulang punggung dalam mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di Cinere Ismaya.

Semua aktivitas yang diadakan selalu mengedepankan nilai-nilai kerukunan dan kesatuan, tanpa membedakan latar belakang agama atau suku bangsa.

“Tujuan utama kita adalah membentuk hamba yang taat dan masyarakat yang harmonis. Dengan mendekatkan diri pada Tuhan, kita yakin akan mampu menjauhi segala bentuk keburukan dan hidup dengan penuh berkah,” tambah Ust Rendy.

Saat ini, saung LA TAHZAN telah mulai menerima partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat dan berencana untuk memperluas kegiatan sesuai dengan kebutuhan warga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!