WARIS, The Wasesa News – Satgas Yonif 643/Wns secara resmi menginisiasi langkah strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) melalui kegiatan penguatan literasi bagi generasi muda. Berkolaborasi dengan Satgas Swasembada, Balai Bahasa Provinsi Papua, serta Bank Indonesia, satuan ini menyelenggarakan kegiatan penguatan literasi yang dipadukan dengan peringatan Paskah bersama di SD YPPK Kanandega, Kampung Kalifam, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, pada Selasa (31/03/2026). Upaya ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat pedalaman guna memastikan anak-anak di beranda terdepan NKRI mendapatkan akses pendidikan dan motivasi belajar yang berkualitas.

Kegiatan yang penuh dengan nilai kebangsaan ini diawali dengan prosesi penyambutan Kabag Teritorial Satgas Swasembada, Letkol Inf Catur Prasetio Nugroho, oleh Kepala Sekolah SD YPPK Kanandega yang diiringi dengan riuh tepuk tangan para siswa-siswi serta lagu selamat datang yang menggema di lingkungan sekolah. Suasana penuh keakraban ini menjadi tanda dimulainya sinergi lintas sektoral demi masa depan Papua. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Dansatgas Satgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno, beserta personel jajaran, Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Ibu Valentina Tanate, M. Hum., perwakilan dari Bank Indonesia, Ibu Melia Santa Novam, serta tokoh masyarakat setempat yang sangat antusias menyambut program ini.
Pada sesi pembukaan, Dansatgas Satgas Yonif 643/Wns menyampaikan sambutan hangat yang menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua yang menyoroti tantangan literasi di wilayah timur Indonesia. Puncak acara pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan kegiatan penguatan literasi oleh Kabag Teritorial Satgas Swasembada. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menggugah semangat para siswa-siswi agar gemar membaca serta memahami arti kata di setiap kalimat, sehingga para calon penerus bangsa ini dapat bertransformasi menjadi generasi Indonesia Emas di masa depan.

Strategi Satgas Yonif 643/Wns Membangun Budaya Membaca Sejak Dini
Pelaksanaan kegiatan inti berlangsung sangat dinamis sesuai dengan susunan acara yang telah dirancang secara matang oleh tim teritorial Satgas Yonif 643/Wns. Diawali dengan menyanyikan puji-pujian Paskah yang syahdu, acara dilanjutkan dengan kuis interaktif seputar makna Paskah yang disambut dengan pembagian hadiah bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar. Tidak hanya itu, para siswa juga mendapatkan ceramah literasi yang menarik dari pegawai Balai Bahasa Provinsi Papua. Ceramah ini diselingi dengan adegan drama edukatif yang menyisipkan pesan moral tentang pentingnya kerukunan dan larangan mengganggu orang lain, sebuah pendekatan psikologis yang sangat efektif bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Selain aspek kognitif, Satgas Yonif 643/Wns juga menyisipkan berbagai permainan edukatif yang menguji ketangkasan dan kerja sama tim. Keceriaan semakin memuncak saat dilakukan pembagian kue untuk seluruh siswa-siswi yang hadir sebagai bentuk perhatian dari para prajurit. Kegiatan rohani juga tetap terjaga dengan adanya sesi doa dan bernyanyi bersama yang mempererat ikatan batin antara TNI dan masyarakat lokal. Pendekatan spiritual ini dinilai sangat relevan dengan budaya masyarakat di Distrik Waris, sehingga setiap pesan edukasi yang disampaikan dapat diterima dengan hati yang terbuka oleh seluruh peserta didik maupun tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Tak kalah pentingnya, dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan penyampaian edukasi keuangan oleh perwakilan pegawai Bank Indonesia mengenai metode mengenali uang asli. Melalui metode 3-D yang sangat praktis—Dilihat, Diterawang, dan Diraba—para siswa diajarkan sejak dini untuk waspada terhadap peredaran uang palsu di wilayah perbatasan. Edukasi ini dianggap sangat krusial mengingat Distrik Waris merupakan jalur lintasan batas negara yang sering menjadi titik perputaran ekonomi antarwarga kedua negara. Pengetahuan ini membekali anak-anak agar memiliki pemahaman dasar mengenai mata uang nasional sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.
Dansatgas Satgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Tanpa kemampuan literasi yang baik, generasi muda akan kesulitan dalam menyerap informasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, Satgas berupaya menciptakan budaya membaca sejak dini serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis para siswa. “Kami ingin mempersiapkan generasi bangsa Indonesia di perbatasan Papua yang cerdas, cerdik, dan berdaya saing global, sehingga mereka tidak tertinggal dengan rekan-rekan mereka di kota-kota besar,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adhi Sumarno menyatakan bahwa Satgas Yonif 643/Wns berkomitmen untuk terus hadir secara konsisten dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua. Program literasi ini tidak akan menjadi kegiatan sekali jalan, melainkan akan terus diupayakan menyasar sekolah-sekolah lain di sepanjang garis perbatasan Papua. TNI menyadari bahwa menjaga kedaulatan bukan hanya soal senjata, melainkan juga soal memastikan generasi penerus tetap mencintai tanah air melalui wawasan yang luas dan pengetahuan yang memadai melalui buku-buku yang mereka baca setiap hari.

Acara yang berlangsung hingga siang hari ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergitas yang kuat antara TNI, Balai Bahasa, BI, dan pihak sekolah. Sebagai penutup yang manis, seluruh siswa-siswi mendapatkan pembagian nasi kotak untuk makan siang serta bingkisan spesial dari Satgas Yonif 643/Wns. Raut wajah bahagia terpancar jelas dari para siswa SD YPPK Kanandega, yang kini memiliki motivasi baru untuk terus belajar. Kepedulian yang ditunjukkan oleh para prajurit Wanara Sakti ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah kunci utama dalam membangun stabilitas dan kesejahteraan di bumi Cenderawasih yang kita cintai bersama.
Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 643 Wanara Sakti
