BENGKAYANG,
Instalasi listrik di sejumlah titik wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menjadi perhatian serius masyarakat setelah ditemukan adanya sambungan kabel yang hanya dibalut isolasi biasa tanpa pelindung standar, sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Pantauan awak media di lapangan pada Sabtu (21/2/2026) menunjukkan kondisi tersebut terjadi di Dusun Jungkung, Desa Sumber Karya, Kecamatan Teriak.
Sambungan kabel berwarna hitam yang tidak dilengkapi kotak sambungan khusus atau perlindungan tambahan terpampang terbuka di ruang publik.
“Sambungan kabel tersebut hanya dibalut isolasi biasa. Setahu kami, itu tidak sesuai standar keamanan instalasi listrik, apalagi posisinya berada di tempat terbuka yang rentan terkena cuaca ekstrim,” ujar Dunggut (50), salah satu warga setempat kepada awak media.
Keluhan serupa juga datang dari kawasan Selense, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang. Ambek (57), seorang warga yang rumahnya atap sengnya ditempeli langsung oleh sambungan kabel yang tidak standar, mengungkapkan kekhawatiran akan risiko yang mungkin terjadi.
“Saya sangat khawatir. Jika isolasinya rusak atau bocor akibat panas matahari atau hujan, bisa berpotensi menyebabkan korsleting atau sengatan listrik yang membahayakan keluarga saya,” jelasnya.
Masyarakat menilai sambungan kabel yang tidak memenuhi standar keselamatan kelistrikan yang berlaku berisiko tinggi, terutama karena terpapar kondisi alam secara langsung.
Selain itu, muncul dugaan adanya kelalaian dalam proses pengerjaan yang diduga dilakukan oleh vendor atau pihak ketiga yang kurang memperhatikan aspek keselamatan.
“Kalau memang pekerjaan tersebut dikerjakan oleh vendor, seharusnya ada pengawasan ketat dari pihak terkait. Jangan sampai pengerjaan yang asal jadi justru membahayakan nyawa warga,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Pihak media telah melakukan pelaporan terkait persoalan instalasi di kawasan Selense kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Bengkayang sekitar dua minggu yang lalu. Saat itu, pihak PLN menyatakan akan segera melakukan pengecekan di lokasi.
Namun hingga berita ini diterbitkan, warga mengaku belum melihat adanya upaya perbaikan atau tindakan nyata terhadap sambungan kabel yang menjadi permasalahan.
Masyarakat berharap PLN Bengkayang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh instalasi listrik di wilayahnya, termasuk melakukan peninjauan kembali terhadap kualitas pekerjaan vendor atau pihak ketiga yang terlibat dalam proses pemasangan.
“Kami hanya menginginkan keselamatan kami sebagai pengguna layanan listrik negara diperhatikan secara serius. Jangan sampai harus ada korban terlebih dahulu baru dilakukan tindakan korektif,” tegas salah satu warga yang menyampaikan aspirasi bersama.
Mereka berharap pelayanan listrik yang disediakan tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga mampu menjamin keamanan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat pengguna.
